URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Polres Salatiga menangani kasus dugaan penembakan terhadap seorang pemuda bernama Yongki Akbar Setiawan (19) di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Salatiga. Korban, warga Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, mengalami luka tembak di punggung akibat proyektil kecil yang diduga dari senjata jenis airgun.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Polres Salatiga Dalami Dugaan Penembakan Warga Tuntang saat di JLS

Polres Salatiga Dalami Dugaan Penembakan Warga Tuntang saat di JLS

Polres Salatiga Dalami Dugaan Penembakan Warga Tuntang saat di JLS

Petugas saat meminta keterangan korban
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Polres Salatiga bergerak cepat menindaklanjuti laporan dugaan penembakan yang terjadi di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Salatiga. Peristiwa ini menimpa seorang pemuda bernama Yongki Akbar Setiawan (19), warga Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.

Kapolres Salatiga AKBP Veronica, melalui Plh Kasi Humas Sutopo menyampaikan bahwa Piket Siaga Polres Salatiga langsung melakukan pengecekan korban di RSUD Salatiga dan olah TKP di lokasi kejadian. Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka tembak pada bagian punggung akibat proyektil kecil yang diduga berasal dari senjata jenis airgun.[custom-related-posts title=”Kabar terkait:” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Berdasarkan keterangan saksi, saat kejadian korban bersama teman-temannya sedang berada di kawasan Perempatan Aulia, Kecandran, dengan tujuan membubarkan aksi balap liar. Saat hendak membeli BBM di SPBU Gamol, korban berkendara melawan arus dan berhenti di dekat jembatan. Tiba-tiba korban merasa terkena tembakan, panik, dan melarikan diri ke arah SPBU Gamol.

Setelah diperiksa oleh temannya, ditemukan sobekan pada pakaian korban serta luka yang mengeluarkan darah. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, dan hingga kini masih menjalani operasi.

Ipda Sutopo menegaskan bahwa Polres Salatiga akan melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kejadian tersebut. “Kami serius menangani kasus ini. Tim sedang mengumpulkan bukti dan memeriksa keterangan saksi-saksi,” ujarnya.

Polres Salatiga juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak berspekulasi, serta segera melaporkan jika memiliki informasi terkait peristiwa ini.

BACA JUGA :

Kampus Sahabat Lansia, Kisah UKSW Menjaga Semangat Belajar di Usia Senja
Kampus Sahabat Lansia, Kisah UKSW Menjaga Semangat Belajar di Usia Senja
Pemerintah Kabupaten Semarang kembali mempertegas larangan penjualan dan pengadaan seragam oleh satuan pendidikan setelah polemik dugaan pungutan seragam di SMP Negeri 2 Ungaran. Sekda Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro, Jumat (26/6/2026), meminta seluruh kepala sekolah mematuhi Pasal 181 PP Nomor 17 Tahun 2010, mengembalikan mekanisme pengadaan kepada komite sekolah bersama wali murid, serta memastikan sekolah tidak melakukan pungutan maupun pengadaan seragam.
Sekda Kabupaten Semarang Tegaskan Sekolah Dilarang Jual Seragam, Pengadaan Dikembalikan ke Komite
SMP Negeri 2 Ungaran memastikan tidak pernah menjual maupun mengadakan seragam bagi peserta didik baru setelah muncul isu dugaan pungutan seragam. Pada Kamis (25/6/2026), pihak sekolah menyatakan seluruh dana titipan dari sekitar 50 wali murid telah diperintahkan untuk dikembalikan, sementara Pemerintah Kabupaten Semarang menegaskan sekolah wajib mematuhi aturan yang melarang pengadaan dan penjualan seragam di lingkungan pendidikan.
Kepala SMPN 2 Ungaran Tegaskan Tak Ada Pengadaan Seragam di Sekolah
Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang bersama Disdikbudpora meluncurkan program Penyuluh Masuk Sekolah dan Sekolah Pangan Lestari untuk meningkatkan literasi pertanian pelajar serta menarik minat generasi muda menjadi petani. Program yang disiapkan mulai tahun ajaran baru ini hadir sebagai respons atas menurunnya jumlah petani dan dominasi petani berusia di atas 45 tahun yang berpotensi mengancam regenerasi sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah.
Atasi Krisis Regenerasi Petani, Dispertanikap dan Disdikbudpora Kabupaten Semarang Luncurkan Program Penyuluh Masuk Sekolah
Hadir saat Wisuda PPG di UIN Salatiga, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Penanam Nilai
Hadir saat Wisuda PPG di UIN Salatiga, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Penanam Nilai
Orang Tua Siswa Pertanyakan Mekanisme Penerimaan Siswa Baru di SMAN 3 Salatiga
Orang Tua Siswa Pertanyakan Mekanisme Penerimaan Siswa Baru di SMAN 3 Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Sekitar 50 pedagang daging sapi di Kota Salatiga sepakat menghentikan aktivitas penjualan pada 22–26 Juni 2026 akibat kelangkaan pasokan dan kenaikan harga yang terus terjadi. Kesepakatan itu diambil dalam pertemuan paguyuban pedagang di Pasar Raya I Salatiga pada 21 Juni. Aksi mogok dilakukan sebagai bentuk aspirasi agar pemerintah segera mencari solusi untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga daging sapi di pasaran.
Mulai Senin ini, Pedagang Daging Salatiga Mogok Jualan Lima Hari, Akibat Pasokan Langka
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Jateng Fair 2026 di kawasan PRPP Semarang menjadi destinasi favorit liburan sekolah dengan menghadirkan pameran inovasi, produk UMKM, konser musik, wahana keluarga, dan nonton bareng Piala Dunia 2026 hingga 5 Juli. Direktur Utama PT PRPP Jawa Tengah (Perseroda), Shafigh Pahlevi Lontoh, menargetkan 150 ribu pengunjung selama penyelenggaraan, sementara Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berharap ajang ini mampu memperkuat UMKM, mendorong inovasi, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah
Jateng Fair 2026 Pas Buat Liburan Keluarga, Ada Apa Saja?