URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Seorang pria ditemukan tak bernyawa di di pantai Mororejo Desa Pungkruk Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara pada Sabtu (26/02/22)

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pria Asal Jepara Meninggal Dunia Usai Hanyut Saat Mancing di Pantai Mororejo

Pria Asal Jepara Meninggal Dunia Usai Hanyut Saat Mancing di Pantai Mororejo

Pria Asal Jepara Meninggal Dunia Usai Hanyut Saat Mancing di Pantai Mororejo

featured-img

SEMARANG – Seorang pria ditemukan tak bernyawa di di pantai Mororejo Desa Pungkruk Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara pada Sabtu (26/02/22) dini hari.

Korban yang bernama Nur M Soleh warga Desa Suwawal RT 1 RW 1, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara itu dikabarkan hilang terseret arus pada Jumat ( 25/2/2022).

Informasi yang diperoleh, kejadian itu bermula ketika pria berusia 42 tahun tersebut tiba-tiba menghilang saat memancing bersama temannya di pantai Mororejo Desa Pungkruk.

“Diduga korban terseret arus lalu hanyut tidak terselamatkan akhirnya tenggelam sekarang,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan SAR Semarang, Heru Suhartanto.

Mendapat informasi tesebut, dironga memerintahkan Koordinator pos SAR Jepara Arum Dwi Hartanto untuk memberangkatkan 1 tim rescue agar segera melakukan pencarian dan pertolongan dengan membawa peralatan SAR air.

“Upaya pencarian tim SAR gabungan dengan metode penyisiran dengan perahu karet. Tubuh korban berhasil ditemukan dibibir pantai Mororejo dalam keadaan meninggal dunia jarak dari tempat kejadian kurang lebih 100 meter selanjutnya korban dibawa ke RSUD Kartini Kabupaten Jepara,” paparnya.

Dengan ditemukannya korban maka operasi SAR dinyatakan selesai dan anggota yang terlibat kembali ke satuannya masing-masing.

Disisi lain, Heru menghimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati saat melakukan aktivitas yang dinilai bisa berakibat fatal.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved