URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Irjen Pol Marthinus Hukom dari Densus 88/Antiteror Polri memberikan kuliah umum di Universitas Katolik Soegijapranata (Unika) Kota Semarang, membahas tentang bahaya propaganda radikalisme terorisme di media sosial dan perlunya menciptakan eco chamber untuk menetralisirnya. Dalam acara tersebut, Hukom juga menekankan pentingnya menjaga kebinekaan di Indonesia dan mahasiswa sebagai agen yang pas untuk membanjiri media sosial dengan konten-konten positif sebagai kontra narasi radikalisme terorisme.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kuliah Umum di Unika Semarang Bahas Bahaya Virus Propaganda Radikalisme Terorisme di Media Sosial, Mantan Teroris Bagikan Pengalaman

Kuliah Umum di Unika Semarang Bahas Bahaya Virus Propaganda Radikalisme Terorisme di Media Sosial, Mantan Teroris Bagikan Pengalaman

Kuliah Umum di Unika Semarang Bahas Bahaya Virus Propaganda Radikalisme Terorisme di Media Sosial, Mantan Teroris Bagikan Pengalaman

Irjen Pol Marthinus Hukom dari Densus 88/Antiteror Polri memberikan kuliah umum di Universitas Katolik Soegijapranata (Unika) Kota Semarang, membahas tentang bahaya propaganda radikalisme terorisme di media sosial dan perlunya menciptakan eco chamber untuk menetralisirnya. Dalam acara tersebut, Hukom juga menekankan pentingnya menjaga kebinekaan di Indonesia dan mahasiswa sebagai agen yang pas untuk membanjiri media sosial dengan konten-konten positif sebagai kontra narasi radikalisme terorisme.
Foto: Unika
Kepala Densus 88/Antiteror Polri, Irjen Pol Marthinus Hukom, menghadiri dan menjadi pembicara dalam kuliah umum kebangsaan di Universitas Katolik Soegijapranata (Unika) Kota Semarang pada Senin (20/3/2023). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor Unika, Dr Ferdinandus Hindiadto, serta mantan narapidana terorisme (Napiter), Munir Kartono dan Hadi Masykur.
featured-img

Kepala Densus 88/Antiteror Polri, Irjen Pol Marthinus Hukom, menghadiri dan menjadi pembicara dalam kuliah umum kebangsaan di Universitas Katolik Soegijapranata (Unika) Kota Semarang pada Senin (20/3/2023) bertema Bahaya Virus Propaganda Radikalisme Terorisme. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor Unika, Dr Ferdinandus Hindiadto, serta mantan narapidana terorisme (Napiter), Munir Kartono dan Hadi Masykur.

Irjen Marthinus Hukom juga didampingi oleh para jenderal di Densus 88, yaitu Direktur Penindakan Brigjen Pol Suseno Nurhandoko, Direktur Identifikasi Sosialiasi (Idensos) Brigjen Pol Arif Makhfudiharto, dan Direktur Pencegahan Brigjen Pol Tubagus Ami Prindani. Tim dari Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Jawa Tengah Densus 88 yang dipimpin oleh Kanit Idensos AKBP Bambang Prasetyanto turut hadir.

Dalam paparannya, Irjen Marthinus menyebutkan bahwa kelompok teroris sering memanfaatkan sistem algoritma di media sosial untuk menyebarkan propaganda dan menentukan sasaran empuk untuk merekrut anggota. Oleh karena itu, dibutuhkan ekokamar atau ruang gema untuk menetralisir propaganda radikal teror di media sosial.

Dalam konteks ini, mahasiswa dianggap sebagai agen yang pas untuk membanjiri media sosial dengan konten-konten positif sebagai kontra narasi radikalisme terorisme.

“Ini sebagai cara untuk merawat kebinekaan yang ada di Indonesia, agar bangsa dan negara ini tetap kuat dan utuh,” ujarnya di acara bertema Bahaya Virus Propaganda Radikalisme Terorisme di Media Sosial, Senin (20/3/2023).

“Ini adalah cerdasnya ISIS memanfaatkan medsos, terutama Facebook dan Twitter dipakai untuk merekrut target-target yang rentan. Medsos adalah ‘alat perang’ di era kemajuan informasi teknologi, jangan sampai kita bisa hindari perang tradisional, tetapi perang medsos tidak bisa kita hindari,” terangnya.

Lebih lanjut, Indonesia hadir dalam bentuk keberagamaan dan datang dari berbagai perbedaan. Dia menilai, para pendiri bangsa ini bahkan memberikan landasan filosofi, yang menjadikan negara Indonesia tetap utuh.

“Sebetulnya radikalisme itu ada dalam agama apapun, tidak hanya terkait dengan satu agama tertentu,” tuturnya.

Menurutnya, propaganda radikalisme terorisme bukan hanya alat atau monopoli satu aliran tertentu. Paham teroris bisa muncul dalam banyak aliran atau agama.

“Bahkan, bisa menimpa kepada individu yang tidak beragama sekalipun,” katanya.

Sementara itu, Rektor Unika, Dr Ferdinandus Hindiarto menyatakan, kampusnya senantiasa mengajarkan nilai-nilai ke-Indonesia-an. Adapun terkait toleransi, pihaknya sudah selesai dengan hal tersebut.

“Implementasi dari nilai-nilai toleransi sudah sepenuhnya dijalankan oleh seluruh civitas akademika. Kami menggembleng generasi muda yang menguasai ilmu pengetahuan di bidangnya dengan kedewasaan moral dan kepribadian. Sehingga akan berani mengambil peran pemimpin di manapun mereka berkarya,” bebernya.

Sedangkan mantan Napiter, Hadi Masykur menceritakan, dirinya aktif di organisasi lamanya selama 20 tahun, sebelum akhirnya ditangkap oleh tim Densus 88/Antiteror Polri. Selama itu pula, ia mengaku tidak memiliki waktu berkumpul dengan keluarganya.

Dirinya berangkat dari kelompok Neo Jamaah Islamiyah (JI) sementara Munir dari kelompok JAD. Pikirannya menjadi terbuka ketika disadarkan melalui pesan dari sang ibu.

Pendekatan dari ibunya membuat ia sadar akan langkah dan cara pandangnya selama ini tidaklah benar. “Saya berpesan pada mahasiswa untuk memberikan ruang toleransi diri kita atas apa yang dilakukan orang lain, sehingga tidak muncul anggapan diri kita yang paling benar, yang lain salah,” jelasnya.

Senada, Munir Kartono juga mengemukakan seorang teroris tidak bisa dilihat hanya dari ciri-ciri fisik yang terlihat, seperti gaya rambut hingga cara berpakaian.

Hal itu ia ungkapkan karena pernah terlibat pendanaan ISIS dan orang dekat pentolan ISIS Bahrunnaim hingga memanfaatkan internet dan media sosial untuk menggalang pendanaan. Salah satu keterlibatannya, menyiapkan pendanaan bagi pengeboman di Mapolresta Surakarta Juli 2016 silam.

“Kami pembuat propaganda media sosial menyasar anak muda dan orang tua yang mempunyai semangat keagamaan. Kita mencari titik lemahnya dan apa yang mereka sukai,” imbuhnya.

BACA JUGA :

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menambah pasokan LPG 3 kilogram sebanyak 1.339.560 tabung di Jawa Tengah dan DIY pada 16 Juni 2026 untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan selama libur Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Penyaluran tambahan melalui skema fakultatif ini dilakukan guna menjaga ketersediaan stok dan memastikan masyarakat tetap mudah memperoleh LPG selama masa libur nasional.
Takut Langka Saat Libur? Pertamina Siapkan Tambahan 1,3 Juta Tabung LPG 3 Kg
Doni Prasetyo menggelar ritual jamasan puluhan keris di rumahnya di Butuh, Kutowinangun Lor, Kota Salatiga, pada malam 1 Suro sebagai tradisi tahunan perawatan pusaka. Dengan membersihkan bilah keris menggunakan jeruk nipis dan air kembang yang disertai doa, tradisi ini dilakukan untuk merawat, menghormati, dan melestarikan warisan budaya Jawa yang diwariskan lintas generasi.
Malam 1 Suro, Doni Bersihkan Puluhan Benda Pusaka. Maknanya Dalam
Ratusan warga Dusun Muneng, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Ungaran Timur, menggelar tradisi kupatan pada Senin (15/6/2026) petang untuk menyambut Tahun Baru Islam atau malam 1 Suro. Tradisi turun-temurun yang diawali doa bersama dan azan ke empat penjuru mata angin itu dilaksanakan sebagai ungkapan syukur, doa keselamatan, serta upaya melestarikan warisan leluhur yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Semarak Malam 1 Suro, Ratusan Warga Muneng Ungaran Timur Gelar Kupatan di Tengah Jalan
Puluhan Knalpot Brong di Salatiga Dijadikan Monumen Edukasi Pelajar
Puluhan Knalpot Brong di Salatiga Dijadikan Monumen Edukasi Pelajar
Ribuan jamaah thariqah dari berbagai daerah menghadiri Silaturahmi Nasional Annitho Aswaja di Wisma Perdamaian Semarang, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan yang dihadiri ulama, habaib, dan tokoh pemerintahan ini digelar untuk memperkuat ukhuwah, konsolidasi organisasi, serta meneguhkan komitmen kebangsaan melalui zikir, tausiyah, baiat kubro, dan pemberdayaan umat.
Habib Luthfi Tegaskan Komitmen Jaga NKRI dalam Silatnas Perdana Annitho Aswaja di Semarang
Ribuan Jamaah Hadiri Silaturrahmi Nasional Perdana Annitho Aswaja di Semarang
Ribuan Jamaah Hadiri Silaturrahmi Nasional Perdana Annitho Aswaja di Semarang

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Ribuan Jamaah Hadiri Silaturrahmi Nasional Perdana Annitho Aswaja di Semarang
Ribuan Jamaah Hadiri Silaturrahmi Nasional Perdana Annitho Aswaja di Semarang
Harga Ayam Hidup Anjlok hingga Rp11
Harga Ayam Hidup Anjlok hingga Rp11.000 per Kg, Pinsar Sebut Overproduksi dan Dominasi Middleman Jadi Penyebab
Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening bersama Komisi C, Dishub, dan DPU melakukan sidak ke ruas jalan rusak di Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, akibat tingginya aktivitas truk tambang pengangkut material proyek Bendungan Jragung, Kamis. Dalam inspeksi tersebut, DPRD meminta PT Mahidara Artha Sangkara segera memperbaiki jalan dan mematuhi ketentuan pengelolaan lingkungan agar kerusakan serta gangguan debu tidak terus merugikan warga.
DPRD Sidak Jalan Rusak di Wringinputih Bergas, Perusahaan Janji Perbaiki Pekan Ini

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved