URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Total 70 Pedagang konveksi Pasar Johar mendesak Dinas Perdagangan Kota Semarang agar mereka bisa kembali menempati komplek Pasar Johar Utara. Sebab, para pedagang tersebut kini telah menempati Pasar Johar Utara jauh sebelum adanya indisen kebakaran. Hal tersebut disampaikan oleh Perwakilan Pedagang Konveksi Pasar Johar, Andi kepada awak media usai Audiensi dengan pihak Dinas Perdagangan Kota Semarang pada Senin (11/10/2021).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Puluhan Pedangang Konveksi Desak Dinas Perdagangan Semarang Agar Bisa Menempati Johar Utara

Puluhan Pedangang Konveksi Desak Dinas Perdagangan Semarang Agar Bisa Menempati Johar Utara

Puluhan Pedangang Konveksi Desak Dinas Perdagangan Semarang Agar Bisa Menempati Johar Utara

featured-img

RASIKAFM – Total 70 Pedagang konveksi Pasar Johar mendesak Dinas Perdagangan Kota Semarang agar mereka bisa kembali menempati komplek Pasar Johar Utara. Sebab, para pedagang tersebut kini telah menempati Pasar Johar Utara jauh sebelum adanya indisen kebakaran.

Hal tersebut disampaikan oleh Perwakilan Pedagang Konveksi Pasar Johar, Andi kepada awak media usai Audiensi dengan pihak Dinas Perdagangan Kota Semarang pada Senin (11/10/2021).

“Kita seharusnya di Johar Utara malah terbuang di SCJ. Ketika ditaruh di SCJ, kita pun belum diberitahu letaknya. Cuma notifikasi aja,” ujarnya.

Padahal, kata dia, dirinya dan pedagang lainnya sudah menempati Johar Utara sejak lama sebelum adanya kebakaran pada tahun 2015. Kini malah Johar Utara ditempati pedagang kuliner.

Berdasar informasi yang diterimanya, sayap kanan dan kiri Johar Utara tidak boleh untuk tempat berjualan. Pihaknya pun tak mengetahui dan mempertanyakan alasan mengapa tempat itu tak boleh untuk berdagang.

“Keinginan pedagang, kami kan ibaratnya rumah asal di Johar Utara bawah dalam, ya kita harus kembali kesana. Kita engga mau terlempar ke SCJ,” bebernya.

Halaman 1 dari 2

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
WhatsApp Image 2026-08-30 at 21.48
85 Kontingen Meriahkan Pawai Pembangunan dan Budaya Kabupaten Semarang 2026, Hidupkan Semangat Palagan Ambarawa
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved