URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dalam peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI tahun 2024, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga menggelar upacara di Lapangan Sepak Bola UKSW dengan Rektor Prof. Dr. Intiyas Utami sebagai inspektur upacara, mengenakan busana adat Lampung. Upacara ini melibatkan berbagai elemen kampus, termasuk mahasiswa baru, dosen, tenaga kependidikan, serta siswa dari berbagai jenjang pendidikan, semuanya mengenakan busana adat dari Sabang hingga Merauke.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Puncak HUT Kemerdekaan RI, UKSW Kibarkan Bendera Merah Putih yang Dijahit Sendiri

Puncak HUT Kemerdekaan RI, UKSW Kibarkan Bendera Merah Putih yang Dijahit Sendiri

Puncak HUT Kemerdekaan RI, UKSW Kibarkan Bendera Merah Putih yang Dijahit Sendiri

Dalam peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI tahun 2024, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga menggelar upacara di Lapangan Sepak Bola UKSW dengan Rektor Prof. Dr. Intiyas Utami sebagai inspektur upacara, mengenakan busana adat Lampung. Upacara ini melibatkan berbagai elemen kampus, termasuk mahasiswa baru, dosen, tenaga kependidikan, serta siswa dari berbagai jenjang pendidikan, semuanya mengenakan busana adat dari Sabang hingga Merauke.
Foto dok IST
Siswa-siswi Kelas 10 dan 11 SMA Kristen Satya Wacana, terlihat kompak dan penuh kehati-hatian dalam mengibarkan bendera merah putih.
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – UKSW Salatiga kembali menorehkan sejarah saat peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI Tahun 2024 di Lapangan Sepak Bola UKSW dengan inspektur upacara Rektor UKSW Prof. Dr. Intiyas Utami, dengan mengenakan busana adat Lampung.

Sementara itu, dibalut dalam busana adat dari Sabang hingga Merauke, para Wakil Rektor, Pengurus dan Pengawas Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana (YPTKSW), pimpinan fakultas dan direktorat, bersama-sama dengan dosen dan tenaga kependidikan menghadirkan mozaik keberagaman yang memikat.

Tak hanya mereka, mahasiswa peserta Orientasi Mahasiswa Baru (OMB) 2024, anggota Lembaga Kemahasiswaan (LK), serta siswa SD, SMP, dan SMA Kristen Satya Wacana turut ambil bagian dalam gelaran upacara. Tak ketinggalan, ketua RT dan RW di lingkungan UKSW juga menambah keikutsertaan upacara dari berbagai elemen.

Momen paling mendebarkan tiba saat Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) memasuki lapangan. Dengan tatapan penuh hormat, Rektor Intiyas menyerahkan bendera kepada Kirana Gracella Meranga, yang kemudian dikibarkan dengan penuh kehormatan oleh anggota Paskibra dari SMA Kristen Satya Wacana. Bendera istimewa yang berukuran 150 x 225 cm ini, dijahit dengan tangan penuh cinta oleh Rektor, pimpinan universitas, yayasan, fakultas, LK, dan perwakilan etnis sebagai simbol persatuan untuk merawat kebhinekaan di kampus tercinta.

Seusai upacara, peserta dihibur oleh parade musik nusantara yang tak kalah memukau. Perwakilan LK dari 14 fakultas, termasuk LKU menampilkan tarian kontemporer Tari Payung yang menggambarkan perlindungan dan kesejahteraan. Diikuti oleh 350 mahasiswa baru yang membentuk formasi HUT RI 79 UKSW, serta aksi memukau dari Marching Band Satya Wacana yang membawa semangat keberanian dalam setiap dentuman irama.

Dalam sambutannya, Rektor Intiyas mengungkapkan rasa syukur yang mendalam kepada Tuhan atas kesempatan untuk merayakan kemerdekaan ini dengan penuh kebersamaan dan semangat persatuan. Ia menegaskan pentingnya keterlibatan semua unsur pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga perguruan tinggi dalam membangun “Nusantara Baru, Indonesia Maju”, sesuai dengan tema HUT RI ke-79 tahun ini.

Rektor Intiyas juga menggarisbawahi peran UKSW sebagai kampus yang “Mengasihi, Menghidupi, dan Mengayomi.” Sebagai Kampus Indonesia Mini, UKSW terus menghidupkan nilai-nilai kebhinekaan dalam setiap langkahnya. “UKSW adalah kampus yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga cinta kasih, keadilan, dan kemanusiaan,” tegasnya.

Upacara ini, dengan segala keunikannya, menjadi cerminan betapa kayanya warisan budaya yang dimiliki bangsa ini, dan bagaimana UKSW terus berupaya memelihara dan mengembangkan warisan tersebut dalam semangat kebersamaan dan persatuan. Selain itu juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4 yaitu pendidikan berkualitas, SDGs 16 perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang kuat, serta SDGs 17 kemitraan untuk mencapai tujuan.

Suasana saat upacara peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI Tahun 2024 di Lapangan Sepak Bola UKSW (Video Arief Rasika)

BACA JUGA :

DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”
Pemkab Semarang menyiapkan anggaran hampir Rp16 miliar untuk pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 14 Desember 2026. Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk mendukung seluruh tahapan Pilkades, dengan kebutuhan tambahan dipenuhi melalui efisiensi belanja yang tidak menjadi prioritas.
Pemkab Semarang Tambah Anggaran Pilkades, Belanja Tak Mendesak Jadi Sasaran Efisiensi
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
WhatsApp Image 2026-08-30 at 21.48
85 Kontingen Meriahkan Pawai Pembangunan dan Budaya Kabupaten Semarang 2026, Hidupkan Semangat Palagan Ambarawa
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
WhatsApp Image 2026-08-30 at 21.48
85 Kontingen Meriahkan Pawai Pembangunan dan Budaya Kabupaten Semarang 2026, Hidupkan Semangat Palagan Ambarawa
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved