KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Puncak HUT Kemerdekaan RI, UKSW Kibarkan Bendera Merah Putih yang Dijahit Sendiri

Puncak HUT Kemerdekaan RI, UKSW Kibarkan Bendera Merah Putih yang Dijahit Sendiri

Puncak HUT Kemerdekaan RI, UKSW Kibarkan Bendera Merah Putih yang Dijahit Sendiri

Dalam peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI tahun 2024, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga menggelar upacara di Lapangan Sepak Bola UKSW dengan Rektor Prof. Dr. Intiyas Utami sebagai inspektur upacara, mengenakan busana adat Lampung. Upacara ini melibatkan berbagai elemen kampus, termasuk mahasiswa baru, dosen, tenaga kependidikan, serta siswa dari berbagai jenjang pendidikan, semuanya mengenakan busana adat dari Sabang hingga Merauke.
Foto dok IST
Siswa-siswi Kelas 10 dan 11 SMA Kristen Satya Wacana, terlihat kompak dan penuh kehati-hatian dalam mengibarkan bendera merah putih.

RASIKAFM.COM | SALATIGA – UKSW Salatiga kembali menorehkan sejarah saat peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI Tahun 2024 di Lapangan Sepak Bola UKSW dengan inspektur upacara Rektor UKSW Prof. Dr. Intiyas Utami, dengan mengenakan busana adat Lampung.

Sementara itu, dibalut dalam busana adat dari Sabang hingga Merauke, para Wakil Rektor, Pengurus dan Pengawas Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana (YPTKSW), pimpinan fakultas dan direktorat, bersama-sama dengan dosen dan tenaga kependidikan menghadirkan mozaik keberagaman yang memikat.

Tak hanya mereka, mahasiswa peserta Orientasi Mahasiswa Baru (OMB) 2024, anggota Lembaga Kemahasiswaan (LK), serta siswa SD, SMP, dan SMA Kristen Satya Wacana turut ambil bagian dalam gelaran upacara. Tak ketinggalan, ketua RT dan RW di lingkungan UKSW juga menambah keikutsertaan upacara dari berbagai elemen.

Momen paling mendebarkan tiba saat Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) memasuki lapangan. Dengan tatapan penuh hormat, Rektor Intiyas menyerahkan bendera kepada Kirana Gracella Meranga, yang kemudian dikibarkan dengan penuh kehormatan oleh anggota Paskibra dari SMA Kristen Satya Wacana. Bendera istimewa yang berukuran 150 x 225 cm ini, dijahit dengan tangan penuh cinta oleh Rektor, pimpinan universitas, yayasan, fakultas, LK, dan perwakilan etnis sebagai simbol persatuan untuk merawat kebhinekaan di kampus tercinta.

Seusai upacara, peserta dihibur oleh parade musik nusantara yang tak kalah memukau. Perwakilan LK dari 14 fakultas, termasuk LKU menampilkan tarian kontemporer Tari Payung yang menggambarkan perlindungan dan kesejahteraan. Diikuti oleh 350 mahasiswa baru yang membentuk formasi HUT RI 79 UKSW, serta aksi memukau dari Marching Band Satya Wacana yang membawa semangat keberanian dalam setiap dentuman irama.

Dalam sambutannya, Rektor Intiyas mengungkapkan rasa syukur yang mendalam kepada Tuhan atas kesempatan untuk merayakan kemerdekaan ini dengan penuh kebersamaan dan semangat persatuan. Ia menegaskan pentingnya keterlibatan semua unsur pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga perguruan tinggi dalam membangun “Nusantara Baru, Indonesia Maju”, sesuai dengan tema HUT RI ke-79 tahun ini.

Rektor Intiyas juga menggarisbawahi peran UKSW sebagai kampus yang “Mengasihi, Menghidupi, dan Mengayomi.” Sebagai Kampus Indonesia Mini, UKSW terus menghidupkan nilai-nilai kebhinekaan dalam setiap langkahnya. “UKSW adalah kampus yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga cinta kasih, keadilan, dan kemanusiaan,” tegasnya.

Upacara ini, dengan segala keunikannya, menjadi cerminan betapa kayanya warisan budaya yang dimiliki bangsa ini, dan bagaimana UKSW terus berupaya memelihara dan mengembangkan warisan tersebut dalam semangat kebersamaan dan persatuan. Selain itu juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4 yaitu pendidikan berkualitas, SDGs 16 perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang kuat, serta SDGs 17 kemitraan untuk mencapai tujuan.

Suasana saat upacara peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI Tahun 2024 di Lapangan Sepak Bola UKSW (Video Arief Rasika)

Kabar Terkini

POPULER

Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan perbaikan expansion joint dan rekonstruksi rigid pavement di sejumlah titik Tol Semarang A, B, C hingga akhir September 2026. Pekerjaan dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna, dengan pengaturan lalu lintas secara situasional serta dukungan rambu, petugas lapangan, dan kepolisian.
Tol Semarang Diperbaiki, Siap-Siap Ada Perlambatan!
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
[pekok2]