RASIKAFM – Pemerintah Kota Semarang bersama Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Tengah memperkuat langkah pengendalian harga kebutuhan pokok selama bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Bazar Ramadan 2026 dan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar serentak di berbagai wilayah Kota Semarang.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Mohamad Noor Nugroho, di halaman Balai Kota Semarang, Rabu (11/3/2026).
Menurut Agustina, program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah kota untuk menjaga ketersediaan bahan pokok sekaligus menekan potensi kenaikan harga yang biasanya terjadi saat Ramadan hingga Lebaran.
Ia menegaskan, Gerakan Pangan Murah akan terus digencarkan hingga mendekati Idulfitri dengan melibatkan berbagai pihak, sehingga masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Bazar Ramadan sendiri berlangsung selama dua hari, 11 hingga 12 Maret 2026, dengan melibatkan puluhan pelaku usaha. Sebanyak 37 tenant dari perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta 47 pelaku UMKM unggulan Kota Semarang ikut meramaikan kegiatan tersebut.
Selain menyediakan bahan pangan dengan harga lebih murah, panitia juga menyalurkan ribuan kupon tebus murah sembako kepada masyarakat melalui kecamatan di Kota Semarang.
Pemkot Semarang juga memperluas jangkauan Gerakan Pangan Murah hingga ke tingkat kelurahan. Secara keseluruhan, program ini digelar di sekitar 240 titik yang tersebar di 177 kelurahan di Kota Semarang.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Mohamad Noor Nugroho, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Semarang bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga stabilitas harga.
Ia menyebut Kota Semarang memiliki kontribusi besar terhadap inflasi di tingkat provinsi, yakni sekitar 32 persen dari total inflasi Jawa Tengah.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar stabilitas harga tetap terjaga selama Ramadan dan Idulfitri.
Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Semarang juga meluncurkan program BISMUDIK, yaitu fasilitas mudik gratis bagi warga Kota Semarang.
Melalui program ini, pemerintah menyiapkan tujuh armada bus untuk membantu masyarakat pulang ke kampung halaman dengan lebih aman dan nyaman saat libur Lebaran.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkot Semarang berharap masyarakat dapat menjalani Ramadan serta menyambut Idulfitri dengan lebih tenang, dengan harga kebutuhan pokok yang tetap terkendali.