KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Rawa Pening Performing Art and Festival Berhasil Sedot Ribuan Pengunjung, Dua Ancak Berisi Sajian Lengkap Turut Dilarung

Rawa Pening Performing Art and Festival Berhasil Sedot Ribuan Pengunjung, Dua Ancak Berisi Sajian Lengkap Turut Dilarung

Rawa Pening Performing Art and Festival Berhasil Sedot Ribuan Pengunjung, Dua Ancak Berisi Sajian Lengkap Turut Dilarung

Dua ancak sesaji diarak saat prosesi Larungan Sesaji Sedekah Rawa Pening dalam rangkaian Rawa Pening Performing Art and Festival yang digelar DTW Bukit Cinta, Banyubiru, Sabtu (27/7/2024) malam. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Rawa Pening Performing Art and Festival yang digelar di Daya Tarik Wisata (DTW) Bukit Cinta, Desa Kebondowo, Banyubiru, Kabupaten Semarang sejak Sabtu hingga Minggu (27-28/7/2024), mampu memikat ribuan pengunjung.

Tak kurang dari 3.000 orang tampak antusias memadati kawasan danau alami ini untuk menyaksikan beragam atraksi seni budaya, perlombaan, ritual, tradisi serta pameran UMKM dan ekonomi kreatif yang telah menjadi agenda tahunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang melalui Dinas Pariwisata.

Pada gelaran hari pertama, dilaksanakan Larungan Sesaji Sedekah Rawa Pening. Dua ancak berisi masing-masing tumpeng, ingkung itik, jajanan pasar, hasil bumi dihanyutkan ke tengah Danau Rawa Pening. Sebelum pelarungan, terdapat prosesi doa, lantunan kidung dan penyalaan obor. Jika sebelumnya dilaksanakan pada siang hari, kali ini prosesi tersebut dilakukan pada malam hari.

“Kalau malam banyak peserta yang longgar sehingga bisa berpartisipasi, kebetulan pas malam 21 Sura (Muharram) juga,” ungkap salah satu sesepuh Danau Rawa Pening, Pandiman (71).

Menurut Pandiman, sesaji yang dilarung memiliki makna filosofis tersendiri. Salah satunya adalah tumpeng. Tumpeng bermakna “tumuju ing Pengeran” atau jika diartikan secara harfiah adalah selalu ingat akan Tuhan.

“Mengajarkan kepada kita agar senantiasa bersyukur atas segala sesuatu yang diberikan Tuhan, khususnya Rawa Pening yang telah menjadi sumber pencaharian masyarakat,” ujarnya.

Sementara Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Didik Setyawan mengatakan, Rawa Pening Performing Art and Festival menjadi satu di antara upaya Bupati Semarang, Ngesti Nugraha untuk meningkatkan kemandirian perekonomian daerah yang berbasis industri, pertanian dan pariwisata melalui kalender pariwisata.

“Antusiasmenya sangat bagus. Bisa dilihat saat penampilan berbagai macam kesenian, tidak hanya orang tua namun anak-anak muda pun banyak,” kata Didik.

Dia berharap, Rawa Pening Performing Art and Festival bisa terus dilaksanakan setiap tahunnya. Sebab, prosesi Larungan Sesaji Sedekah Rawa dianggap sebagai satu di antara tradisi menarik yang Kabupaten Semarang miliki.

“Para generasi muda seharusnya dapat terus meneruskan budaya ini. Sangat disayangkan jika tidak ada yang generasi yang melestarikan tradisi baik ini,” tandasnya.

Sebagai informasi, pada gelaran hari ke-dua, terdapat Festival Perahu Hias yang melibatkan para nelayan dan pelaku perahu wisata di Kabupaten Semarang. Sebanyak 31 peserta menghadirkan masing-masing karya terbaiknya dalam mendekorasi perahu-perahu mereka di Danau Rawa Pening. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Pemetaan Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT) menjadi salah satu upaya memperkuat mitigasi bencana di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. Hal itu dibahas dalam Forum Konsultasi Publik di Hotel Aston Semarang, Senin (28/9/2026), untuk menyamakan pemahaman serta mendorong pemanfaatan data dalam perencanaan pembangunan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Peta Zona Gerakan Tanah Kabupaten Semarang-Salatiga Dibahas, Mitigasi Jadi Perhatian
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
[pekok2]