URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Peternak dan petani di Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang kini resmi memiliki Badan Usaha Milik Petani Peternak (BUMP PT) basis peternakan. Peresmian BUMP PT yang bernama Nyawiji Ki Semar tersebut merupakan inisiasi dari tujuh kepala desa di Kecamatan Pabelan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Resah Dengan Biaya Produksi Yang Tinggi, Peternak dan Petani di Pabelan Dirikan BUMP PT Nyawiji Ki Semar

Resah Dengan Biaya Produksi Yang Tinggi, Peternak dan Petani di Pabelan Dirikan BUMP PT Nyawiji Ki Semar

Resah Dengan Biaya Produksi Yang Tinggi, Peternak dan Petani di Pabelan Dirikan BUMP PT Nyawiji Ki Semar

featured-img

Bertempat di Desa Kadirejo, Pabelan peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan akta notaris. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak keswan) Jawa Tengah Agus Wariyanto Badan Usaha Milik Petani Peternak (BUMP PT) yang didirikan di Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang merupakan yang keempat di Jawa Tengah. Landasan pendirian itu adalah UU nomor 19 tahun 2013 tentang perlindungan dan pemberdayaan petani. Jawa tengah juga sudah ada aturannya sebagai tindak lanjut undang-undang tersebut.

“Pada hari ini isunya adalah bagaimana melindungi peternak. Konsepnya ini adalah kemandirian dan bentuknya adalah korporasi,” katanya kepada rasikafm.com Rabu (12/10/2022).

Diakuinya potensi peternak di Kecamatan Pabelan sangat luar biasa. Didukung dengan tujuh desa, jangan sampai peternak itu mengalami inflasi.
“Kuncinya memang ini dibangun dengan ekonomi gotong royong. Kemandirian menjadi isu utama. Ini menjadi inovasi kelembagaan ekonomi peternak,” jelasnya.

Agus juga menambahkan, nantinya akan disediakan sistem pembiayaan dengan kemandirian. Sehingga akan bekerja sama dengan perbankan.
“Model bisnis dan bisnis planning. Sehingga BUMP itu menjadi profesional,” ungkapnya.

Agus mengaku pihaknya berperan sebagai fasilitator. Menyediakan pelatihan, pertemuan, sampai terbentuk badan usaha. Namun tidak boleh ikut campur didalamnya.
“Pemerintah hadir memfasilitasi setiap BUMP akan diberikan terkait kesekretariatan dan pendampingan dalam bentuk bisnis,” terangnya.

Ketua Seknas BUMP PT Indonesia Sugeng Edi Waluyo menambahkan sesuai dengan Undang-undang, BUMP PT diimplementasikan sampai level bawah sebagai stabilisasi. Perlindungan produsen pangan yaitu petani.
“BUMP memiliki spirit untuk memenuhi kebutuhan pangan melalui proses kelembagaan,” katanya.

Dikatakan Edi BUMP ini dimiliki oleh asosiasi kelompok ternak Nusantara Pabelan. Jika kelompok peternak atau petani ingin bergabung harus melalui asosiasi.
“Ini adalah inovasi kelembagaan petani di Jawa Tengah yang pertama kali diinisiasi oleh kepala desa,” ungkapnya.

Hal tersebut menjadi hal baru. Sebab BUMP PT muncul dari bawah dan dimiliki oleh petani, peternak, pekebun.

– Komisaris BUMP Nyawiji Ki Semar Riyadi saat diwawancarai media
– Kepala Disnak keswan Jawa Tengah Agus Wariyanto

BACA JUGA :

Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon