Bank Indonesia terus memperkuat kualitas dan pengamanan uang rupiah sebagai bagian dari menjaga simbol kedaulatan negara. Langkah tersebut beriringan dengan tren penurunan temuan uang palsu di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Selain pengawasan terhadap peredaran uang palsu, BI juga secara berkala melakukan pemusnahan uang yang sudah tidak layak edar. Proses ini dilakukan dengan standar ketat sesuai ketentuan, di mana uang dicacah menjadi potongan sangat kecil hingga tidak lagi menyerupai bentuk aslinya.
Data BI menunjukkan jumlah temuan uang palsu terus menurun. Pada 2023, temuan tercatat 5 ppm (piece per million), atau 5 lembar dalam setiap 1 juta lembar uang beredar. Angka ini turun menjadi 4 ppm pada 2024 hingga 2025, dan menunjukkan tren terus menurun.
Menurut BI, penurunan tersebut tidak terlepas dari peningkatan kualitas uang rupiah, mulai dari bahan uang, teknologi pencetakan, hingga penguatan unsur pengaman yang semakin modern. Kondisi ini membuat uang rupiah semakin mudah dikenali masyarakat dan semakin sulit dipalsukan.
Penguatan tersebut juga mendapat pengakuan internasional. Uang Rupiah Tahun Emisi 2022 meraih penghargaan sebagai seri uang terbaik dunia pada IACA Currency Awards 2023. Sementara pecahan Rp50.000 Tahun Emisi 2022 pada 2024 menempati posisi kedua dunia dalam kategori mata uang paling aman dan paling sulit dipalsukan versi BestBrokers, dengan 17 unsur pengaman canggih.
BI menegaskan masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah peredaran uang palsu. Melalui kampanye Cinta, Bangga, Paham Rupiah bersama Botasupal, masyarakat diimbau memeriksa keaslian uang menggunakan metode 3D, yaitu dilihat, diraba, dan diterawang.
Selain mengenali keaslian, masyarakat juga diajak merawat uang rupiah dengan menerapkan prinsip 5 Jangan, yakni jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distapler, jangan diremas, dan jangan dibasahi agar kondisi uang tetap terjaga.
Ke depan, BI bersama Mahkamah Agung Republik Indonesia, pengadilan negeri di seluruh daerah, dan unsur Botasupal akan terus memperkuat sinergi dalam menjaga rupiah sebagai simbol kedaulatan Indonesia.