KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Sebagian Sampah di Salatiga Sudah Tertangani, DLH Dorong Peran Masyarakat

Sebagian Sampah di Salatiga Sudah Tertangani, DLH Dorong Peran Masyarakat

Sebagian Sampah di Salatiga Sudah Tertangani, DLH Dorong Peran Masyarakat

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Salatiga mencatat 98,36 persen sampah di kota tersebut telah terkelola pada 2024. Kepala DLH, Yunus Juniadi, menjelaskan bahwa meski terkendali, 1,64 persen sampah masih bocor ke lingkungan. DLH mengoptimalkan 109 bank sampah untuk edukasi dan pengelolaan berbasis masyarakat.
Foto dok IST
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngronggo yang berada di Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga

RASIKAFM.COM | SALATIGA — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Salatiga mencatat pengelolaan sampah di Kota Salatiga saat ini sudah tergolong baik. Berdasarkan data neraca dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) tahun 2024, sebanyak 98,36 persen sampah di Kota Salatiga telah terkelola, baik di tingkat hulu maupun hilir.

Hal itu diungkapkan Kepala DLH Kota Salatiga, Yunus Juniadi. Meskipun sudah tergolong baik, Yunus mengakui masih ada 1,64 persen sampah yang belum terkelola atau bocor ke lingkungan. Kondisi ini, menurutnya, menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.

“Terlepas dari kondisi saat ini, pengelolaan sampah di Salatiga sebenarnya masih terkendali. Tapi peran masyarakat dalam mengurangi sampah dari sumbernya, terutama dari dalam pagar rumah tangga, masih belum optimal. Ini jadi PR kita bersama,” kata Yunus belum lama ini.

Ia menjelaskan, peningkatan volume sampah di Salatiga tidak terlepas dari pertumbuhan penduduk, meningkatnya aktivitas masyarakat, hingga pola hidup konsumtif.

“Kecenderungan belanja daring dan penggunaan plastik sekali pakai masih tinggi. Karena itu, kami terus mengedukasi warga agar menerapkan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Untuk memperkuat pengelolaan di tingkat masyarakat, lanjut Yunus, DLH saat ini tengah mengoptimalkan peran bank sampah yang tersebar di berbagai kelurahan. Tercatat, terdapat satu bank sampah induk dan 109 bank sampah unit yang aktif melakukan sosialisasi dan pengumpulan sampah bernilai guna.

“Bank sampah ini kami dorong agar menjadi pusat edukasi lingkungan. Masyarakat bisa belajar memilah sampah, mengurangi sampah rumah tangga, dan menjadikannya bernilai ekonomi,” tandas Yunus.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menggelar Job Fair ke-49 pada 22–23 Oktober 2026 di Balairung UKSW, Salatiga, pukul 09.00–16.00 WIB. Kegiatan gratis dan terbuka untuk umum ini menghadirkan 393 lowongan dari lebih dari 35 perusahaan dan sekolah, serta menyediakan lokakarya karier, konsultasi kesiapan kerja, dan kesempatan mengikuti tes seleksi secara langsung.
393 Loker dari 35 Perusahaan Tersedia dalam Job Fair UKSW ke-49
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Hangus Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Ludes Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Semarang meminta rencana pengembangan panas bumi atau geotermal di kawasan Gedongsongo dan Sepakung dikaji ulang. Dalam audiensi dengan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (16/10/2026), PCNU menyoroti potensi dampak terhadap sumber mata air, pertanian, dan pariwisata serta mendorong studi banding ke daerah yang telah mengembangkan proyek serupa.
PCNU Kabupaten Semarang Minta Proyek Geotermal Dikaji Ulang, Ditengarai Ancam Pertanian dan Wisata
Siswi MTsN Salatiga Raih Medali Emas dalam Lomba KREASI 2026 di Yogyakarta
Siswi MTsN Salatiga Raih Medali Emas dalam Lomba KREASI 2026 di Yogyakarta
[pekok2]