URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga memperingatkan orang tua untuk waspada terhadap risiko diabetes melitus (DM) pada anak akibat pola hidup tidak sehat, seperti konsumsi junk food. Meski belum ada kasus DM anak di Salatiga, evaluasi terus dilakukan dan penyakit ini di-screening pada sekitar 5.000 orang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sejumlah Orang Tua di Salatiga Khawatir Merebaknya Kasus Diabetes Anak

Sejumlah Orang Tua di Salatiga Khawatir Merebaknya Kasus Diabetes Anak

Sejumlah Orang Tua di Salatiga Khawatir Merebaknya Kasus Diabetes Anak

featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA -
Kepada Rasika FM, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Siti Zuraidah menyebut meski sampai saat ini belum menemukan kasus diabetes melitus (DM) anak di Salatiga, namun sejumlah orang tua di Salatiga perlu waspada.

“Untuk kasus anak di Salatiga. Sampai saat ini belum kita temukan,” ungkap Zuraidah.

Pihaknya terus melakukan evaluasi dan melakukan pemantauan terhadap penyakit tersebut. Penyebab meningkatnya DM pada anak di beberapa daerah menurutnya karena pola hidup yang kurang baik.

“Anak sekarang makannya junk food. Itu kan nggak ngerti gula yang masuk. Karena pola asuh dan pola makan,” jelas dia.

Dijelaskan DM sendiri merupakan akumulasi dari pola hidup. Dikhawatirkan dengan pola makan anak-anak sekarang sangat berisiko terjangkit DM.

“Dengan pola makan anak-anak yang seperti itu (makanan tidak sehat) dikhawatirkan muncullah DM anak. Salatiga sampai saat ini belum ada kasus,” terangnya.

Dikatakan ciri yang paling gampang dikenali terjangkit penyakit DM adalah ketika kulit luka butuh waktu lama untuk sembuh.

“Nafsu makan turun, gampang haus, bermasalah juga pada buang air kecil, dan mata kabur,” ungkapnya.

Zuraidah juga mengaku pihaknya telah melakukan screening penyakit menular dan tidak menular di Salatiga. Salah satunya adalah diabetes melitus.

“Di Salatiga target screening orang-orang dengan DM (diabetes melitus) itu adalah 3,8 dari usia diatas 15 tahun. Jadi sekitar 5.000 orang,” kata dia.

Dijelaskan penyakit diabetes melitus sendiri merupakan ibu dari penyakit tidak menular. Karena bisa memicu penyakit lain seperti jantung, saraf, dan lain-lainnya.

Diakuinya pihaknya selama ini juga telah melakukan sosialisasi melalui puskesmas di tingkat kecamatan dengan kampanye perilaku hidup bersih dan sehat.

Sedangkan untuk mencegah penyakit tidak menular ada slogan cerdik. Yaitu cek kesehatan secara rutin, tidak merokok di dalam rumah, rajin aktivitas fisik, diet seimbang, istirahat yang cukup, dan kelola stres.

BACA JUGA :

Pemerintah Kabupaten Semarang memberlakukan pembebasan denda keterlambatan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) untuk tunggakan tahun pajak 2013–2024 mulai 1 Juli hingga 30 September 2026. Kebijakan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Semarang tersebut bertujuan mempercepat penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehingga wajib pajak cukup melunasi pokok pajak tanpa dikenai bunga maupun denda keterlambatan.
Pemkab Semarang Bebaskan Denda Tunggakan PBB-P2 hingga 30 September, Cukup Bayar Pokok Pajak
Festival Bunga Bandungan 2026 akan berlangsung pada 3–5 Juli 2026 di Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, dengan puncak parade bunga pada 5 Juli. Memasuki penyelenggaraan kelima, panitia menargetkan festival berkembang menjadi agenda nasional guna memperkuat sektor pertanian bunga, pariwisata, UMKM, dan perekonomian masyarakat melalui kolaborasi berbagai pihak serta rangkaian kegiatan edukatif dan promosi.
Festival Bunga Bandungan 2026 Bidik Level Nasional
Pemerintah Kota Salatiga melalui Dinas Perdagangan menyiapkan Shelter Kridanggo sebagai pusat penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) kuliner melalui program SIPEKAT. Rencana tersebut disampaikan dalam kegiatan diseminasi di Aula Dinas Perdagangan Kota Salatiga sebagai upaya menyelaraskan penataan ruang kota, fungsi jalan, dan pemberdayaan ekonomi pedagang melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta sektor perbankan.
PKL Kuliner Salatiga akan Dipusatkan di Shelter Kridanggo
Razita Azzalea, siswi SD Muhammadiyah Plus Salatiga, meraih medali pada kompetisi Bahasa Inggris Level 2 dalam Grand Final Nasional OMNAS 15 yang digelar di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Jawa Timur. Prestasi tersebut diraih setelah melewati seleksi berjenjang dari tingkat kota hingga provinsi, sekaligus mengharumkan nama sekolah dan Kota Salatiga di ajang akademik tingkat nasional berkat ketekunan belajar, bimbingan guru, serta dukungan keluarga.
Razita Azzalea, Raih Medali di Grand Final Nasional OMNAS 15 di Kampus UNESA
Faktor Ekonomi Dorong Minat KB Pria di Kabupaten Semarang
Faktor Ekonomi Dorong Minat KB Pria di Kabupaten Semarang
Jelang 1 Juli Polisi Salatiga Tabur Bunga di Makam Pahlawan
Jelang 1 Juli Polisi Salatiga Tabur Bunga di Makam Pahlawan

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung rencana pengembangan kawasan Rawa Pening di Kabupaten Semarang sebagai destinasi wisata air unggulan setelah muncul minat investasi dari PT Pandawa Sapto Dewi Pesisir, Kamis (25/6/2026). Pengembangan yang mencakup rumah makan apung, vila, dan wahana air itu akan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan fungsi konservasi serta pengelolaan sumber daya air berkelanjutan.
Rawa Pening Dilirik Investor, Siap Jadi Destinasi Wisata Air Andalan Jawa Tengah
Satreskrim Polres Semarang menangkap seorang pelatih taekwondo berinisial R (52) atas dugaan pencabulan terhadap muridnya yang masih berusia 13 tahun di sebuah tempat latihan di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Peristiwa yang terjadi pada 30 Maret 2026 itu dilaporkan keluarga korban ke polisi hingga berujung penangkapan tersangka pada Selasa (30/6/2026). Polisi menjerat tersangka dengan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara yang dapat diperberat karena adanya relasi kuasa.
Aksi Bejat Pelatih Taekwondo di Ambarawa: Cabuli Muridnya Lalu Beri Uang Tutup Mulut