URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

Kepada Rasika FM Kapolres Indra Mardiana mengatakan kegiatan ini merupakan program Siaga (polisi Sambang Warga) Polres Salatiga.

Mbak Google

KABAR RASIKA

SIAGA, Aksi Kapolres Salatiga Kunjungi Warga Sakit dan Kurang Mampu, Mulai Pijit hingga Beri Sembako

SIAGA, Aksi Kapolres Salatiga Kunjungi Warga Sakit dan Kurang Mampu, Mulai Pijit hingga Beri Sembako

SIAGA, Aksi Kapolres Salatiga Kunjungi Warga Sakit dan Kurang Mampu, Mulai Pijit hingga Beri Sembako

Featured Image

Kapolres Salatiga AKBP Indra Mardiana terlihat mengajak bercanda Najwa Rosyidatus Tsurayya (15) anak pasangan Imron
dan Siti Choiriyah Warga Jurang Gunting rt 3 rw 5 Ledok Salatiga, Najwa belakangan diketahui mengalami Stunting, Setelah puluhan tahun silam diduga sempat terjatuh, hingga membuat perkembangan tubuhnya terganggu.

Kunjungan Kapolres Salatiga AKBP Indra Mardiana ke warga kurang mampu tersebut merupakan salah satu Kepedulian Polres Salatiga terhadap warga yang membutuhkan.

Kepada Rasika FM Kapolres Indra Mardiana mengatakan kegiatan ini merupakan program Siaga (polisi Sambang Warga) Polres Salatiga.

Siapa sangka, meski bertubuh mungil, Najwa telah berusia 15 tahun. Dia tak bisa menikmati masa anak-anak menuju remajanya, dan tetap bertingkah seperti bocah. Meski bisa berjalan sendiri, tapi tak boleh lepas dari pengawasan. “Karena kalau ada menanjak sedikit saja, bisa terjatuh dan dia pasti kesakitan,” kata Imron, (11/4/2022).

Imron mengatakan, Najwa sangat suka menggambar. Jika dibiarkan berkreasi, dalam sehari dia bisa menghabiskan satu buku gambar. “Dia memang suka menggambar. Kalau soal makanan, biasa saja. Apa yang ada di rumah dimakan, tapi dia tidak suka jajanan, kalau buah suka,” jelasnya.

Saat diberi bingkisan berisi buah oleh Kapolres Salatiga Indra Mardiana, Najwa bisa menyebut nama-nama buah yang ada. Mulai dari anggur, apel, pisang, dan kelengkeng. “Tapi memang suaranya kecil dan harus mendekat agar kita dengar. Kalau ada orang asing, dia juga cenderung takut sehingga lebih banyak diam,” kata Imron yang bekerja sebagai buruh bangunan.

Imron mengatakan, Najwa pernah sekolah di SLB. Namun karena harus menunggui setiap hari, akhirnya Najwa harus putus sekolah. “Akhirnya kalau ibunya mengajar di TK, Najwa ikut. Dia senang bertemu teman-temannya, tapi tetap harus diawasi,” jelasnya.

Ibu Najwa, Siti mengaku tidak tahu penyakit yang mendera anaknya. Menurutnya, saat dalam kandungan hingga lahir, Najwa dalam keadaan baik dan normal. “Umur delapan bulan itu malah dia aktif sekali, bisa naik turun ranjang sendiri,” ungkapnya.

Namun, setelah sekira berumur satu tahun, pertumbuhan Najwa seperti terhenti. “Baik dari tinggi badan, komunikasi, dan pikirannya tidak bertambah. Saya juga kurang tahu apa sebabnya, karena tidak ada gejala apapun saat itu,” jelas Siti.

Upaya pengobatan telah diupayakan oleh orangtua Najwa. Namun karena keterbatasan biaya, usaha tersebut pun dihentikan. “Ada yang menyampaikan, kemungkinan saat kecil terjatuh dan kena di tulang ekor, sehingga menghambat pertumbuhannya,” jelas Siti.

Kapolres Salatiga bersama Bayangkari saat sambang warga melalui program Siaga

Sementara kedatangan Kapolres Salatiga Indra Mardiana bersama Bayangkari yang menjenguk Najwa menyampaikan menugaskan Unit Dokkes Polres Salatiga untuk memantau kondisi kesehatan Najwa dan keluarganya.

Indra mengungkapkan Polres Salatiga akan selalu hadir untuk masyarakat, tidak hanya dalam memberikan rasa aman dan nyaman, tapi juga untuk berempati. “Bantuan yang kami berikan ini, tujuannya hanya untuk meringankan beban keluarga,” katanya.

Giat Polisi Sambang Warga (Siaga) di wilayah Argomulyo Salatiga, ada tiga target sasaran Siaga di Kecamatan Argomulyo.

“Saya beserta tim juga menyaksikan kondisi beberapa warga, ada yang sakit hampir 20 tahun serta kondisi cacat hampir 17 tahun dan anak menderita stunting di wilayah Argomulyo,” kata Indra kepada rasikafm.com.

Kunjungan Kapolres Salatiga ke warga kurang mampu tersebut merupakan salah satu Kepedulian Polres Salatiga terhadap warga yang membutuhkan.

“Berharap dengan kehadiran kami, kami juga melakukan pengecekan kesehatan, terhadap yang bersangkutan maupun yang ada di rumah” tambahnya.

“Harapan kami memberikan semangat dan support yang mana di bulan puasa ini semoga mendapat berkah,” jelasnya.

Indra Mardiana saat diwawancarai Rasika FM

Sementara itu Puji Astuti berharap agar kegiatan seperti ini dapat terus berjalan.

“Semoga kegiatan Siaga Polres Salatiga terus berlangsung dan bermanfaat bagi warga Kota Salatiga,” ujar Puji anggota PSM
(pekerja sosial masyarakat)

Dirinya sebelumnya juga pernah mengusulkan bantuan perawatan kepada Najwa termasuk mencarikan Bansos dan paket Sembako

BACA JUGA :

Tindak Lanjut Aduan, Satpol PP dan DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai di Ledok Salatiga
Tindak Lanjut Aduan, Satpol PP dan DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai di Ledok Salatiga
Disnaker Kabupaten Semarang Gandeng Surya Intan, Gelar Pelatihan Jahit Gratis Lulus Langsung Kerja
Disnaker Kabupaten Semarang Gandeng Surya Intan, Gelar Pelatihan Jahit Gratis Lulus Langsung Kerja
Creative Hub Forum, Cara Gekrafs dan Disbudparekraf Jateng Perkuat Jejaring Kreator Lokal
Creative Hub Forum, Cara Gekrafs dan Disbudparekraf Jateng Perkuat Jejaring Kreator Lokal
Kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai dirasakan warga di Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (10/6/2026). Sejumlah pengendara mengaku pengeluaran harian bertambah, namun tetap memilih Pertamax karena dinilai lebih baik untuk performa dan keawetan mesin kendaraan meski antrean Pertalite di SPBU mulai meningkat.
Harga Pertamax Meroket, Warga Ungaran Tetap Bertahan Meski Pengeluaran Membengkak

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

Tes Religi
Ngaku Habib, Pria di Kabupaten Semarang Cabuli Delapan Santri
Ngaku Habib, Pria di Kabupaten Semarang Cabuli Delapan Santri
Satreskrim Polres Semarang menetapkan seorang pria berinisial AJS (56), warga kelahiran Salatiga, sebagai tersangka kasus pencabulan dan persetubuhan terhadap delapan santri di sebuah pondok pesantren...
Tindak Lanjut Aduan, Satpol PP dan DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai di Ledok Salatiga
Tindak Lanjut Aduan, Satpol PP dan DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai di Ledok Salatiga
Pemerintah Kota Salatiga melalui Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, dan Kelurahan Ledok menindaklanjuti laporan warga terkait dugaan pencemaran sungai di RT 03 RW 11, Kelurahan Ledok, Kecamatan Argomulyo,...
Disnaker Kabupaten Semarang Gandeng Surya Intan, Gelar Pelatihan Jahit Gratis Lulus Langsung Kerja
Disnaker Kabupaten Semarang Gandeng Surya Intan, Gelar Pelatihan Jahit Gratis Lulus Langsung Kerja
Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Semarang menggandeng sejumlah LPK, termasuk LPK Surya Intan Tengaran, untuk melatih 375 warga melalui program pelatihan dan penempatan kerja sektor garmen pada 2026. Peserta...
Peraih Nilai TKA Sempurna di Salatiga dapat Cuan dari Wali Kota
Peraih Nilai TKA Sempurna di Salatiga dapat Cuan dari Wali Kota
Dua pelajar Kota Salatiga, Kiandra Isna Aisha Anindhita dari SD Negeri 06 Salatiga dan Gabriela Tirza Jeovana Utomo dari SMP Stella Matutina Salatiga, meraih nilai sempurna dalam Tes Kemampuan Akademik...
Muat Lebih

POPULER

Boyolali Bersolek di Usia 179 Tahun, Kirab Obor, Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara Siap Mengguncang Kota Susu
Boyolali Bersolek di Usia 179 Tahun, Kirab Obor, Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara Siap Mengguncang Kota Susu
Polres Salatiga memusnahkan 74 knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis hasil razia cipta kondisi dan penertiban lalu lintas periode 16–31 Mei 2026 di depan Pendopo Polres Salatiga. Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban, mengurangi kebisingan, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat di jalan raya.
Razia Seminggu, 74 Knalpot Tidak Sesuai Teknis Ditindak Jajaran Satlantas Salatiga
MTsN 1 Kabupaten Semarang di Kecamatan Susukan mengolah sampah organik dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan asrama siswa menjadi pakan larva maggot sebagai bagian dari gerakan ecotheology. Inovasi yang berkembang dari penelitian siswa tersebut kini menghasilkan maggot basah dan kering bernilai jual, sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Manfaatkan Makanan Sisa MBG, MTsN Kabupaten Semarang Budidayakan Maggot

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved