KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Tanggapan Puskampol Terkait Tiga Oknum TNI Yang Buang Jasad Korban Kecelakaan Di Nagreg Ke Wilayah Jateng

Tanggapan Puskampol Terkait Tiga Oknum TNI Yang Buang Jasad Korban Kecelakaan Di Nagreg Ke Wilayah Jateng

Tanggapan Puskampol Terkait Tiga Oknum TNI Yang Buang Jasad Korban Kecelakaan Di Nagreg Ke Wilayah Jateng

SEMARANG – Kasus tiga anggota TNI yang kejam membuang dua remaja korban kecelakaan di Nagreg ke sungai di wilayah Jateng memantik perhatian semua pihak. Termasuk Pusat Kajian Militer dan Kepolisian (Puskampol).

Koordinator Puskampol, Andy Suryadi mengatakan, tragedi itu menjadi bukti bahwa aparat di Indonesia tak peka adanya media sosial. [irp posts=”31110″ name=”Penyebab Meninggalnya Pria Korban Tabrak Lari Di Jabar Yang Jasadnya Ditemukan Di Jateng Karena Tenggelam”]

Rendahnya kepekaan aparat yang dimaksud dosen Unnes itu bukan berarti aparat gaptek sehingga tak bisa bermain media sosial. Akan tetapi aparat tak paham aktivitas mereka dapat direkam dan dapat dijadikan tekanan atau menyerang balik ke mereka melalui kanal media sosial.

“Sikap aparat yang arogan di jalanan maupun tindakan yang kurang pas di jalan dengan mudah direkam dan dijadikan bukti untuk menyerang balik dari apa yang mereka lakukan,” terangnya kepada wartawan, Senin (27/12/2021).

Ia menyebut, telah banyak kasus yang viral di media sosial yang melibatkan aparat TNI dan Polri tapi tak bikin aparat kapok. Hal itu menjadi bukti para anggota di dua lembaga tersebut masih kurang peka terhadap media sosial.

Tiga oknum TNI yang terlibat dalam pembuangan dua remaja korban kecelakaan di Nagreg ke sungai di wilayah Jateng.

Misalnya, kasus di Nagreg yang mana kasus itu ramai atas video yang beredar tiga orang berpenampilan sama berupa rambut cepak dengan mobil pelat khusus membawa dua remaja yang baru saja mereka tabrak. Belakangan baru diketahui ketiga orang tersebut adalah anggota TNI.

Ketiga aparat itu tak menyadari bahwa aksinya terjadi di tempat umum yang bisa saja direkam oleh siapapun baik foto, video, atau kamera CCTV. Meski demikian, para pelaku dengan santainya membuang para korban ke sungai tanpa memikirkan bahwa aksi mereka bisa saja direkam masyarakat.

“Mereka seolah-olah hidup di masa lampau yang semuanya susah diakses pembuktiannya,” imbuhnya.

Perlu diketahui, informasi yang diperoleh ada tiga prajurit TNI Angkatan Darat yang diduga terlibat dalam kematian Handi Harisaputra dan Salsabila yang jasadnya dibuang di wilayah Jateng usai kecelakaan di wilayah Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (8/12/2021). Ketiga anggota TNI AD tersebut yakni Kolonel Infanteri P, Kopral Dua DA, dan Kopral Dua Ahmad.

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengamankan seorang mantan marketing objek wisata Dusun Semilir berinisial OW (23), warga Kabupaten Purworejo, yang diduga menggelapkan dana perusahaan hingga Rp100 juta melalui pencairan cashback fiktif. Modusnya, pengunjung mandiri dicatat seolah-olah rombongan biro perjalanan agar memenuhi syarat pencairan cashback. Polisi masih mendalami aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Manipulasi Data Pengunjung Wisata, Mantan Marketing Dusun Semilir Gelapkan Uang Perusahaan Ratusan Juta
IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Hangus Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Ludes Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Semarang meminta rencana pengembangan panas bumi atau geotermal di kawasan Gedongsongo dan Sepakung dikaji ulang. Dalam audiensi dengan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (16/10/2026), PCNU menyoroti potensi dampak terhadap sumber mata air, pertanian, dan pariwisata serta mendorong studi banding ke daerah yang telah mengembangkan proyek serupa.
PCNU Kabupaten Semarang Minta Proyek Geotermal Dikaji Ulang, Ditengarai Ancam Pertanian dan Wisata
[pekok2]