KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Tekan Angka Pengangguran, Disnaker Kabupaten Semarang Sediakan Dua Ribu Lowongan Pekerjaan

Tekan Angka Pengangguran, Disnaker Kabupaten Semarang Sediakan Dua Ribu Lowongan Pekerjaan

Tekan Angka Pengangguran, Disnaker Kabupaten Semarang Sediakan Dua Ribu Lowongan Pekerjaan

Ratusan pelamar kerja antusias mengikuti job fair yang digelar di halaman Kantor Disnaker Kabupaten Semarang, Rabu (17/7/2024). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sebanyak dua ribu lowongan pekerjaan disediakan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Semarang dalam kegiatan Job Fair yang digelar selama dua hari mulai tanggal 17-18 Juli 2024.

Bursa penempatan tenaga kerja ini dimaksudkan untuk mempertemukan pencari kerja dan perusahaan. “Harapannya untuk menekan angka pengangguran di Kabupaten Semarang,” ungkap Kepala Disnaker Kabupaten Semarang M Taufiqurrahman usai pembukaan Job Fair di halaman Kantor Disnaker setempat, Rabu (17/7/2024).

Dijelaskan Taufiqurrahman, tak kurang dari 26 perusahaan ikut meramaikan bursa kerja kali ini. Dari sekitar 1.800 pencari kerja yang telah mendaftar secara online, diharapkan dapat memperoleh pekerjaan lewat Job Fair itu.

“Artinya, formasi lowongan pekerjaan insyaallah mencukupi jika semua pelamar memenuhi persyaratan sesuai kebutuhan perusahaan,” jelasnya.

Ditambahkan oleh Taufiq, pihaknya berharap tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kabupaten Semarang akan berada di angka 2,54 persen seperti pada tahun 2019. Angka itu terhitung paling rendah dalam lima tahun terakhir. Sedangkan tahun 2023 TPT tercatat 4,05 persen.

“Kita akan terus berupaya menjalin komunikasi dengan perusahaan agar TPT dapat ditekan serendah mungkin,” bebernya.

Wakil Bupati Semarang Basari mewakili Bupati Ngesti Nugraha saat sambutan menerangkan para pencari kerja hendaknya terus meningkatkan kompetensi. Sebab tantangan global saat ini menyebabkan dunia kerja sangat dinamis.

“Sehingga para pencari kerja dapat memenuhi kebutuhan perusahaan penyedia lapangan kerja,” urainya.

Ia juga berharap kegiatan semacam job fair ini bisa dilaksanakan secara menyeluruh. Bursa kerja ini juga harus diikuti dengan beragam pelatihan keterampilan sesuai yang dibutuhkan perusahaan.

“Apalagi di Kabupaten Semarang banyak perusahaan garmen yang membutuhkan banyak tenaga kerja. Kalau mereka punya keterampilan menjahit dan sebagainya, tentu bisa terserap menjadi pekerjanya,” pungkasnya.

Sementara Sinta, salah seorang pencari kerja asal Kota Semarang juga turut antusias dalam bursa kerja kali ini. Ia menginginkan posisi sebagai admin di perusahaan sesuai jurusan yang ia ambil.

“Kebetulan ambilnya manajemen ekonomi dan bisnis. Semoga bisa dapat pekerjaan di job fair ini,” harapnya.

Sebagai informasi, bersamaan dengan job fair kali ini turut diluncurkan pula aplikasi SIPPPOLIN (Sistem Integrasi Perencanaan, Pasar Kerja, dan Pelaporan Tenaga Kerja Berbasis Online). (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
[pekok2]