URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Tim Gabungan kembali melakukan penyisiran temuan jasad Pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang yang bernama Iwan Boedi Prasetijo Paulus yang terbakar bersama motor dinasnya di CV Family Kawasan Marina Kota Semarang, Kamis (15/9/2022) sore.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tim Temukan Tulang Rusuk dan Pisau yang Diduga Digunakan Untuk Membunuh Iwan Boedi

Tim Temukan Tulang Rusuk dan Pisau yang Diduga Digunakan Untuk Membunuh Iwan Boedi

Tim Temukan Tulang Rusuk dan Pisau yang Diduga Digunakan Untuk Membunuh Iwan Boedi

featured-img

SEMARANG – Tim Gabungan kembali melakukan penyisiran temuan jasad Pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang yang bernama Iwan Boedi Prasetijo Paulus yang terbakar bersama motor dinasnya di CV Family Kawasan Marina Kota Semarang, Kamis (15/9/2022) sore.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar menjelaskan, tim gabungan yang melakukan penyisiran terdiri dari Polda Jateng, Polrestabes Semarang, Satpol PP Kota Semarang dan Basarnas Semarang.[irp posts=”42597″ name=”Jadi Korban Tindak Kejahatan, Istri Iwan Boedi Minta Polisi Usut Tuntas”]

Irwan mengatakan, tujuan dilakukannya penyisiran lokasi kejadian ini untuk mencari potongan tubuh Iwan yang diketahui terbakar pada Kamis (8/9/2022) malam lalu. Dirinya mengatakan, pada penelusuran kali ini, tim gabungan berhasil menemukan potongan tubuh Iwan lainnya.

“Kita hari ini berada di lokasi kejadian berhasil menemukan bagian tubuh yang hilang. Yang ditemukan kali ini tulang rusuk sepertinya,” ujar Irwan disela-sela kegiatan.

Irwan menerangkan, potongan tubuh ini ditemukan tak jauh dari lokasi terbakarnya jasad Iwan yang dikabarkan hilang sejak 24 Agustus 2022 lalu. Selain menemukan bagian tubuh yang hilang, tim gabungan juga mendapatkan pisau yang diduga kuat untuk membunuh Iwan.

“Tak jauh dari titik awal temuan jasad, ada pisau juga yang ditemukan digunakan (untuk membunuh). Karena ada bagian-bagian pembakaran pisau yang didapatkan,” jelasnya.

Sebelumnya, ketika penyisiran di lokasi yang dilakukan pada Rabu (14/9/2022) siang, tim gabungan juga menemukan potongan tubuh Iwan yang hilang. Kini potongan tubuh yang didapatkan dibawa ke Rumah Sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Sebagaimana yang telah disampaikan ada bagian tubuh yang sudah ditemukan mulai dari tangan bagian tungkai itu sudah kita temukan dan dibawa ke rumah sakit. Tentu hasil ini akan menjadi bagian dari proses penyelidikan oleh tim lain,” paparnya.

Sebagai informasi, dari hasil pemeriksaan DNA dengan keluarga, temuan jasad tak utuh di CV Family Kawasan Marina Semarang cocok berdasar hasil scientific Crime Investigation yang dilaksanakan Polrestabes Semarang dan Polda Jawa Tengah.

BACA JUGA :

Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga
Sebanyak 1.759 anak PAUD dan TK se-Kota Salatiga memecahkan Rekor LEPRID melalui pertunjukan drama dan medley lagu dolanan anak dalam peringatan Hari Anak Nasional di Salatiga. Rekor tersebut diraih karena menjadi penampilan medley lagu dolanan anak dengan peserta PAUD/TK terbanyak. Selain itu, peserta membentuk formasi angka 1276 sebagai simbol Hari Jadi Kota Salatiga, dilanjutkan penanaman pohon tabebuya dan penyerahan bibit anggrek sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Hari Anak, Ribuan Anak PAUD Tampilkan Drama dan Medley Lagu Dolanan, Catatkan Rekor LEPRID

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga
Desa Nyatnyono, yang terletak di lereng puncak Suroloyo di Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, dikenal sebagai destinasi wisata religi yang menarik. Di sini, terdapat makam waliyullah Hasan Munadi dan putranya, Hasan Dipuro, yang menjadi pusat perhatian masyarakat sebagai leluhur dan penyebar agama Islam. Selain makam, desa ini juga memiliki peninggalan sejarah berupa Masjid Subulussalam dan Sendang Kalimah Toyyibah yang dihormati oleh warga setempat.
Melihat Sejarah Sendang Kalimah Toyyibah Nyatnyono, Mata Air Keramat Peninggalan Waliyullah Hasan Munadi