KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Tradisi Iriban, Ratusan Warga Susukan Tangkap Ikan dengan Tangan Kosong

Tradisi Iriban, Ratusan Warga Susukan Tangkap Ikan dengan Tangan Kosong

Tradisi Iriban, Ratusan Warga Susukan Tangkap Ikan dengan Tangan Kosong

Ratusan warga Dusun Dalaman, Desa Kenteng, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, berpartisipasi dalam tradisi iriban, berebut menangkap ikan di sendang atau Kali Tlogo tanpa alat tangkap. Tradisi yang digelar setahun sekali setelah panen padi pertama ini bertujuan menjaga kebersihan telaga dan sebagai ungkapan syukur atas melimpahnya air dan hasil panen.
Foto dok IST
Warga saat menangkap ikan dalam tradisi Iriban di Sendang Tlogo Dusun Dalaman, Desa Kenteng, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (2/6/2024).

RASIKAFM.COM | SUSUKAN – Ratusan warga Dusun Dalaman, Desa Kenteng, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, berebut menangkap ikan dalam tradisi iriban. Tradisi ini bertujuan menjaga kebersihan sendang atau Kali Tlogo dan sebagai ungkapan rasa syukur dengan air yang melimpah.

Ikan ditangkap tanpa menggunakan alat tangkap. Hasil tangkapan ikan nantinya dapat dibawa pulang oleh warga. Kegiatan ini juga dapat membersihkan telaga karena endapan atau lumpur yang ada di dalam sendang dapat terangkat.

Tradisi iriban digelar sekali dalam setahun setelah musim panen padi pertama, serta sebagai ungkapan rasa syukur atas panen yang dihasilkan dan sumber mata air di telaga.
Kepada wartawan, Ketua Karang Taruna Dusun Dalaman Muhammad Ainun Najib menjelaskan, tradisi iriban ini dikemas dengan kegiatan yang dapat membersihkan sumber mata air.

“Dengan adanya kegiatan ini, secara otomatis lumpur atau endapan yang ada di dalam mata air dapat terangkat dan mengalir dengan kurasan air yang ada di mata air,” kata Ainun Najib.

Salah satu warga Dusun Dalaman bernama Asmiko mengungkapkan, meskipun hanya mendapat sedikit ikan, dirinya mengaku senang dan selalu mengikuti tradisi ini setiap tahun.

“Cari ikannya sulit karena tidak pakai alat bantu. Ini saja saya hanya dapat satu,” kata Asmiko.

Selain menangkap ikan, para warga juga membawa hasil bumi sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen yang melimpah. Hasil panen tersebut kemudian dimakan beramai-ramai bersama warga di sekitar sumber mata air.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
[pekok2]