URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Ratusan warga Dusun Dalaman, Desa Kenteng, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, berpartisipasi dalam tradisi iriban, berebut menangkap ikan di sendang atau Kali Tlogo tanpa alat tangkap. Tradisi yang digelar setahun sekali setelah panen padi pertama ini bertujuan menjaga kebersihan telaga dan sebagai ungkapan syukur atas melimpahnya air dan hasil panen.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tradisi Iriban, Ratusan Warga Susukan Tangkap Ikan dengan Tangan Kosong

Tradisi Iriban, Ratusan Warga Susukan Tangkap Ikan dengan Tangan Kosong

Tradisi Iriban, Ratusan Warga Susukan Tangkap Ikan dengan Tangan Kosong

Ratusan warga Dusun Dalaman, Desa Kenteng, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, berpartisipasi dalam tradisi iriban, berebut menangkap ikan di sendang atau Kali Tlogo tanpa alat tangkap. Tradisi yang digelar setahun sekali setelah panen padi pertama ini bertujuan menjaga kebersihan telaga dan sebagai ungkapan syukur atas melimpahnya air dan hasil panen.
Foto dok IST
Warga saat menangkap ikan dalam tradisi Iriban di Sendang Tlogo Dusun Dalaman, Desa Kenteng, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (2/6/2024).
featured-img

RASIKAFM.COM | SUSUKAN – Ratusan warga Dusun Dalaman, Desa Kenteng, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, berebut menangkap ikan dalam tradisi iriban. Tradisi ini bertujuan menjaga kebersihan sendang atau Kali Tlogo dan sebagai ungkapan rasa syukur dengan air yang melimpah.

Ikan ditangkap tanpa menggunakan alat tangkap. Hasil tangkapan ikan nantinya dapat dibawa pulang oleh warga. Kegiatan ini juga dapat membersihkan telaga karena endapan atau lumpur yang ada di dalam sendang dapat terangkat.

Tradisi iriban digelar sekali dalam setahun setelah musim panen padi pertama, serta sebagai ungkapan rasa syukur atas panen yang dihasilkan dan sumber mata air di telaga.
Kepada wartawan, Ketua Karang Taruna Dusun Dalaman Muhammad Ainun Najib menjelaskan, tradisi iriban ini dikemas dengan kegiatan yang dapat membersihkan sumber mata air.

“Dengan adanya kegiatan ini, secara otomatis lumpur atau endapan yang ada di dalam mata air dapat terangkat dan mengalir dengan kurasan air yang ada di mata air,” kata Ainun Najib.

Salah satu warga Dusun Dalaman bernama Asmiko mengungkapkan, meskipun hanya mendapat sedikit ikan, dirinya mengaku senang dan selalu mengikuti tradisi ini setiap tahun.

“Cari ikannya sulit karena tidak pakai alat bantu. Ini saja saya hanya dapat satu,” kata Asmiko.

Selain menangkap ikan, para warga juga membawa hasil bumi sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen yang melimpah. Hasil panen tersebut kemudian dimakan beramai-ramai bersama warga di sekitar sumber mata air.

BACA JUGA :

Sebanyak 165 warga binaan Rutan Kelas IIB Salatiga mengikuti Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang digelar BPS Kota Salatiga di Aula Rutan, Kamis (20/8/2026). Pendataan tersebut dilakukan untuk memperoleh data ekonomi yang akurat dan komprehensif sebagai dasar perencanaan pembangunan, sekaligus memperkuat sinergi antara BPS dan jajaran pemasyarakatan.
Sensus Ekonomi 2026 Sasar Rutan Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum kepada siswa SMP Negeri 10 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di mushola sekolah tersebut membahas perundungan, tawuran, kekerasan, narkotika, pelecehan seksual, pencurian, hingga penggunaan media sosial secara bijak untuk membangun kesadaran hukum sejak dini.
Program JMS di SMP 10 Salatiga, Siswa Diberikan Materi Tentang Hukum dan Konsekuensinya
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum