URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Unik! Ponpes Lansia Ini Padukan Nuansa Eksotis dan Agamis

Unik! Ponpes Lansia Ini Padukan Nuansa Eksotis dan Agamis

Unik! Ponpes Lansia Ini Padukan Nuansa Eksotis dan Agamis

featured-img

Seorang santri lansia tengah belajar membaca alquran di Ponpes Kasepuhan Raden Rahmat, Desa Gedong, Banyubiru, Selasa (20/4/2021). (Foto/win)

BANYUBIRU – Pondok Pesantren (Ponpes) Kasepuhan Raden Rahmat yang berada di Dusun Gedong, Desa Gedong, Banyubiru, Kabupaten Semarang memiliki keunikan tersendiri. Sebab, selain santrinya didominasi kaum sepuh (lansia), lokasinya pun menawarkan panorama alam yang eksotis. Atas dasar itu, Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang menetapkan ponpes yang berada di bawah naungan Yayasan Pitutur Luhur itu sebagai salah satu destinasi wisata religi. Ponpes ini dinilai telah mampu mendorong pengembangan kepariwisataan, dan juga membuka peluang usaha bagi para petani dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lengkap dengan kehidupan agamis di dalamnya.

“Tanggal 25 September 2020 kami ditetapkan sebagai desa wisata rintisan dengan fokus wisata religi. Tidak hanya itu, kami juga menawarkan alternatif wisata alam yang eksotis serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kami benar-benar tidak menyangka bakal diamanahi hal itu oleh Dinas Pariwisata,” jelas Ahmad Winarno, Ketua Yayasan Pitutur Luhur Ponpes Kasepuhan Raden Rahmat saat ditemui Selasa (20/4/2021).

Diuraikan Winarno, dengan ditetapkannya sebagai destinasi wisata religi maka pihaknya optimistis bisa berimbas terhadap perekonomian warga sekitar. Warga diyakini bisa mendapatkan penghasilan tambahan selain bertani.

“Kami tentu akan berbenah untuk membantu memajukan perekonomian warga sekitar dengan membuka peluang usaha. Selain itu berbagai fasilitas umum, sarana toilet serta gedung Tahfidz Quran yang akan jadi ikon ponpes saat ini tengah kami bangun,” terangnya.

Dicontohkan Winarno, pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar pondok dilakukan dengan membantu dan melakukan pendampingan warga yang memiliki usaha rumahan seperti pembuatan ekstrak jahe, pembuatan gula semut, gula aren serta kopi untuk dijual kepada para pengunjung.

“Berbagai olahan itu kami bantu packaging dengan kemasan yang menarik untuk kemudian dijual, baik secara langsung ataupun online,” paparnya.

Dalam penjelasannya, Winarno menegaskan konsep desa wisata adalah berbeda dengan wisata desa. Menurutnya desa wisata ada sebuah interaksi sosial dengan masyarakat sosial secara intens, sementara wisata desa hanya merupakan kunjungan biasa dalam waktu singkat.

“Satu hal yang harus tersedia sebagai sebuah desa wisata adalah adanya fasilitas penginapan dan jadwal berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Sehingga pengunjung menginap dan mengikuti suatu paket jadwal kegiatan minimal satu hari satu malam,” katanya.

Salah satu warga sekitar yang juga nyantri di Ponpes Kasepuhan Raden Rahmat adalah Sulastri. Ibu rumah tangga berusia 56 tahun itu merasakan manfaat adanya pendampingan dari para pengurus pondok.

“Saya punya usaha rumahan bikin ekstrak jahe, temulawak, kunyit dan empon-empon yang lain. Dulu awalnya ya bikin untuk konsumsi sendiri. Ternyata ada yang nyoba kok bilang enak dan cocok, akhirnya saya mulai menerima pesanan. Alhamdulillah pihak pondok bantu jual, biasanya Ustadz Ichsan yang ngambil dari sini,” ujarnya. (win)

BACA JUGA :

Forkopimda Kabupaten Semarang tampil sebagai pemain ketoprak bertajuk "Rebut Kembar Mayang" pada puncak peringatan HUT ke-35 DPD Permadani Kabupaten Semarang di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Sabtu (25/7/2026) malam. Ngesti Nugraha bersama jajaran pimpinan daerah turun langsung ke panggung sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Jawa sekaligus mengajak generasi muda menjaga bahasa, tata krama, dan nilai-nilai luhur budaya melalui seni tradisional
Forkopimda Kabupaten Semarang Main Ketoprak, Cara Unik Permadani Lestarikan Budaya Jawa
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
Petani cabai di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, menghadapi penurunan harga saat musim panen meski produksi meningkat. Cabai sret kini hanya dihargai sekitar Rp20.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting sekitar Rp16.000 per kilogram di tingkat petani. Melimpahnya hasil panen dan berkurangnya pembeli menyebabkan harga turun, sehingga keuntungan petani menjadi sangat tipis meski produktivitas tanaman cukup tinggi.
Panen Cabai Berlimpah, Petani Sumowono Justru Gigit Jari karena Harga Anjlok
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga