RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang kembali menggelar tradisi Labuh Agung Sedekah Rawa Pening pada bulan Muharam, Senin (6/7/2026) malam. Tradisi yang dilaksanakan setiap tahun ini menjadi bentuk rasa syukur masyarakat atas rezeki dan keselamatan yang diperoleh dari Rawa Pening, sekaligus upaya melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kepala Desa Rowoboni, Agus Salim, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang terus dipertahankan sebagai komitmen pemerintah desa bersama masyarakat untuk menjaga tradisi leluhur.
“Labuh Agung Sedekah Rawa Pening ini senantiasa kita adakan setiap tahun sekali pada bulan Muharam. Pemerintah Desa Rowoboni berkomitmen menjaga dan melestarikan budaya agar tetap bisa berjalan turun-temurun sampai kepada anak cucu kita,” ujarnya.
Rangkaian acara diawali dengan kirab budaya, dilanjutkan penyalaan obor, kemudian prosesi larung sesaji ke perairan Rawa Pening. Setelah prosesi utama, kegiatan dilanjutkan dengan pentas seni, salah satunya pertunjukan Reog Ponorogo. Sesaji yang dilarung berisi berbagai hasil bumi dan hasil usaha masyarakat di kawasan Rawa Pening, mulai dari jajanan pasar, hasil pertanian, hingga hasil usaha kuliner, wisata, dan perikanan.
“Seluruh hasil tersebut disatukan sebagai simbol rasa syukur atas limpahan rezeki yang diperoleh warga,” lanjutnya
.
Menurut Agus, tradisi ini memiliki makna spiritual sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus doa agar masyarakat yang menggantungkan hidup di Rawa Pening senantiasa diberikan keselamatan, kelancaran, dan rezeki yang melimpah.
“Kita bersyukur kepada Allah SWT karena masyarakat yang mencari nafkah di Rawa Pening selama ini diberikan keselamatan dan kelancaran. Harapannya ke depan para nelayan, petani, pelaku usaha, dan seluruh masyarakat diberikan hasil yang berlimpah serta penuh berkah,” katanya.
Ia menambahkan, masyarakat juga meyakini tradisi Sedekah Rawa membawa keberkahan bagi aktivitas mencari nafkah di Rawa Pening. Kepercayaan tersebut telah mengakar sejak lama dan terus dijaga oleh masyarakat setempat.
Sekitar 60 persen warga Desa Rowoboni menggantungkan mata pencahariannya sebagai nelayan di Rawa Pening. Profesi tersebut telah diwariskan dari generasi ke generasi, sehingga pelestarian tradisi Sedekah Rawa dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat pesisir Rawa Pening. (win)


