URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Voice of Satya Wacana Christian University (SWCU) berhasil meraih Medali Emas peringkat 4 di ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Mahasiswa Tingkat Nasional 2024 yang diselenggarakan oleh Perpusnas Kemendikbud Ristek di Universitas Nusa Cendana, Kupang, baru-baru ini.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Voice of SWCU Sabet Medali Emas di Pesparawi Nasional 2024

Voice of SWCU Sabet Medali Emas di Pesparawi Nasional 2024

Voice of SWCU Sabet Medali Emas di Pesparawi Nasional 2024

Anggota Tim paduan suara kebanggaan Universitas Kristen Satya Wacana berhasil raih Medali Emas peringkat 4Foto dok IST
Anggota Tim paduan suara kebanggaan Universitas Kristen Satya Wacana berhasil raih Medali Emas peringkat 4Foto dok IST
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Perjuangan penuh dedikasi dan ketekunan akhirnya membuahkan hasil bagi Voice of Satya Wacana Christian University (SWCU) di ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Mahasiswa Tingkat Nasional 2024 yang digelar oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) di Universitas Nusa Cendana, Kupang belum lama ini.

Tim paduan suara kebanggaan Universitas Kristen Satya Wacana ini berhasil meraih Medali Emas peringkat 4, sebuah pencapaian yang disambut dengan penuh rasa syukur. Prestasi ini membawa harum nama UKSW di kancah nasional, sekaligus memperkuat reputasi Voice of SWCU sebagai salah satu tim paduan suara terbaik di Indonesia.

Dalam siaran persnya, Manager Voice of SWCU Juanita Theresia Adimurti, bahagia atas capaian ini. Baginya, kemenangan ini adalah buah manis dari proses panjang yang telah dilalui oleh timnya.

“Saya selalu merasa bersyukur dan sukacita apapun hasilnya. Diberi Medali Emas peringkat 4 ini merupakan sebuah anugerah luar biasa dari Tuhan. Ini adalah hadiah yang sangat indah bagi kami, sebagai buah atas jerih payah dan usaha keras yang telah dilakukan oleh seluruh anggota tim,” ungkap Juanita Theresia.

Lebih lanjut, Juanita Theresia mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan tim Voice of SWCU dalam kompetisi ini terletak pada kepercayaan dan tanggung jawab yang diberikan kepada setiap anggota. Kesuksesan Voice of SWCU di ajang ini juga tidak lepas dari peran penting kedua pelatih yaitu Eriyani Tenga Lunga dan Bagus Gangsar Wibisono. Menurut Juanita Theresia, sentuhan tangan dingin kedua pelatih inilah yang terus memoles dan mempertahankan kualitas suara paduan yang dimiliki oleh Voice of SWCU.

Selain itu, Juanita Theresia juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh elemen di UKSW yang telah mendukung perjalanan mereka dalam kompetisi ini. “Dukungan universitas sangat luar biasa. Bukan hanya doa dan restu, tetapi juga dukungan moral, spirit, hingga pembiayaan. Dari pimpinan, dosen pengampu mata kuliah dari anggota kami, hingga tendik dan petugas kebersihan, semua memberikan dukungan penuh,” kata Juanita Theresia dengan bangga.

Marcella Anggreani Putri Maria Hutabarat, Ketua Voice of SWCU, yang juga merupakan mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi, menyatakan bahwa keberhasilan ini adalah wujud nyata dari dedikasi dan kerja keras yang telah mereka lakukan.

“Saya sangat bersyukur kepada Tuhan atas berkat yang luar biasa ini. Kami telah berlatih selama kurang lebih dua bulan, setiap hari, mempersiapkan dua lagu yang akan dibawakan, latihan koreografi, ekspresi wajah, serta membangun kesiapan individu,” ujar Marcella.

Baginya, setiap momen selama kompetisi adalah pengalaman yang berharga dan tidak terlupakan. Dari datang ke Kupang hingga saat kompetisi berlangsung, tim Voice of SWCU tidak menyia-nyiakan waktu untuk terus berlatih. “Kebersamaan yang terjalin di antara anggota tim selama kompetisi ini sangat luar biasa. Itulah yang membuat setiap momen berharga, karena dalam setiap kompetisi, selalu ada pengalaman dan kenangan yang tidak bisa diulang kembali,” tambahnya.

Tak hanya itu, Voice of SWCU juga telah merencanakan berbagai kegiatan di masa mendatang, termasuk kolaborasi dengan Paduan Suara Mahasiswa Universitas Parahyangan Bandung dalam Konser Natal pada 14 Desember 2024. Selain itu, mereka juga akan mengikuti kompetisi di tingkat nasional dan internasional pada tahun 2025 mendatang.

Kemenangan dan capaian Voice of SWCU ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), seperti SDGs 4 yaitu Pendidikan Berkualitas, dalam mendukung pengembangan bakat dan potensi mahasiswa di luar bidang akademik, dan SDGs 17 yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

BACA JUGA :

Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) meraih penghargaan Most Impactful University for National Integration dalam ajang Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) Awards 2026 di Solo pada 17 Juli 2026. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi UKSW dalam menghadirkan pendidikan inklusif, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program di bidang kesehatan, lingkungan, pemberdayaan UMKM, serta penguatan ekonomi desa.
Berkat Akademi BUMDes, UKSW Raih Pengakuan Nasional atas Inovasinya
Alumni dan peneliti Universitas Kristen Satya Wacana mengembangkan Mikoologi atau Mikoo, kit budidaya jamur tiram sebagai sarana belajar dan bermain anak sekaligus produk komersial. Riset yang berlangsung Maret–Mei 2025 itu mematangkan media tanam agar jamur tumbuh cepat, konsisten, dan aman dikonsumsi, sehingga membantu orang tua mengurangi waktu penggunaan gawai anak melalui aktivitas merawat tanaman.
Mahasiswa UKSW Riset Jamur Mikoologi, Berhasil Masuk ke Swalayan
Razita Azzalea, siswi SD Muhammadiyah Plus Salatiga, meraih medali pada kompetisi Bahasa Inggris Level 2 dalam Grand Final Nasional OMNAS 15 yang digelar di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Jawa Timur. Prestasi tersebut diraih setelah melewati seleksi berjenjang dari tingkat kota hingga provinsi, sekaligus mengharumkan nama sekolah dan Kota Salatiga di ajang akademik tingkat nasional berkat ketekunan belajar, bimbingan guru, serta dukungan keluarga.
Razita Azzalea, Raih Medali di Grand Final Nasional OMNAS 15 di Kampus UNESA
Kampus Sahabat Lansia, Kisah UKSW Menjaga Semangat Belajar di Usia Senja
Kampus Sahabat Lansia, Kisah UKSW Menjaga Semangat Belajar di Usia Senja
Muat Lebih

INFOGRAFIS

JANGAN LEWATKAN:

MUI Dukung Rencana Edukasi Pencegahan Penyebaran Budaya LGBTQ Masuk Kurikulum SD
MUI Dukung Rencana Edukasi Pencegahan Penyebaran Budaya LGBTQ Masuk Kurikulum SD
HUT Ke-81 RI Dipusatkan di Jakarta, Pemerintah Siapkan Kejutan dalam Perayaan
HUT Ke-81 RI Dipusatkan di Jakarta, Pemerintah Siapkan Kejutan dalam Perayaan
Pemprov Jateng Hadirkan Inovasi Layanan Pajak Kendaraan, Bayar PKB Kini Makin Mudah
Pemprov Jateng Hadirkan Inovasi Layanan Pajak Kendaraan, Bayar PKB Kini Makin Mudah
BNN Jateng Libatkan 1
BNN Jateng Libatkan 1.134 Mahasiswa Upgris Jadi Relawan Antinarkoba Saat KKN
Dishub Ungkap Sejumlah Faktor yang Bikin Perlintasan Kokrosono Semarang Rawan Kecelakaan
Dishub Ungkap Sejumlah Faktor yang Bikin Perlintasan Kokrosono Semarang Rawan Kecelakaan
Pabrik Garmen di Jepara Bakal Tutup, 607 Karyawan Terancam PHK
Pabrik Garmen di Jepara Bakal Tutup, 607 Karyawan Terancam PHK

TERKINI

Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Sebanyak 112 peserta Sekolah Lansia "Pancasila" Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, diwisuda di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang pada Rabu (22/7/2026). Wisuda menandai selesainya...
Selama hampir 20 tahun, keluarga Muhroji di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, hidup tanpa aliran listrik meski tiang listrik telah berdiri di dekat rumah mereka. Hingga Rabu (22/7/2026), permohonan pemasangan listrik belum terealisasi karena diperlukan penambahan jaringan. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga tersebut bertahan menggunakan sentir berbahan bakar minyak goreng sebagai penerangan setiap malam.
20 Tahun Hidup dalam Gelap, Keluarga Miskin di Sumowono Terangi Malam dengan Sentir Jelantah
Selama hampir 20 tahun, keluarga Muhroji di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, hidup tanpa aliran listrik meski tiang listrik telah berdiri di dekat rumah mereka....
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang memperkuat budaya sadar bencana melalui inovasi SADEWA (Strategi Deteksi, Edukasi, dan Waspada Bencana). Program berbasis kolaborasi pentahelix dan digitalisasi ini berhasil meningkatkan jumlah Desa Tangguh Bencana (Destana) menjadi 116 desa hingga 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan edukasi, sistem deteksi dini, KKN Tematik Kebencanaan, serta optimalisasi dana desa guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.
Lewat SADEWA, BPBD Kabupaten Semarang Bangun Budaya Sadar Bencana dari Desa
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang memperkuat budaya sadar bencana melalui inovasi SADEWA (Strategi Deteksi, Edukasi, dan Waspada Bencana). Program berbasis kolaborasi pentahelix...
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) meraih penghargaan Most Impactful University for National Integration dalam ajang Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) Awards 2026 di Solo pada 17 Juli 2026. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi UKSW dalam menghadirkan pendidikan inklusif, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program di bidang kesehatan, lingkungan, pemberdayaan UMKM, serta penguatan ekonomi desa.
Berkat Akademi BUMDes, UKSW Raih Pengakuan Nasional atas Inovasinya
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) meraih penghargaan Most Impactful University for National Integration dalam ajang Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) Awards 2026 di Solo pada 17 Juli 2026....
Menjelang Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga, upaya Pemerintah Kota Salatiga melestarikan Gedung Pakuwon, bangunan cagar budaya yang menjadi lokasi bersejarah Perjanjian Salatiga 1757, masih terkendala komunikasi dengan pemilik yang berdomisili di Semarang. Hingga Selasa (21/7/2026), Disbudpar belum memperoleh respons atas permohonan audiensi sehingga pemerintah berencana menggandeng Pemkot Semarang untuk memfasilitasi pertemuan, sembari menyiapkan langkah pelestarian agar nilai sejarah bangunan tetap terjaga.
Begini Nasib Gedung Pakuwon Salatiga, Pemkot Kesulitan Bertemu Pemilik
Menjelang Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga, upaya Pemerintah Kota Salatiga melestarikan Gedung Pakuwon, bangunan cagar budaya yang menjadi lokasi bersejarah Perjanjian Salatiga 1757, masih terkendala komunikasi...

POPULER

Reformasi Transportasi Publik Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Reformasi Transportasi Publik: Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota
Menjelang Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga, upaya Pemerintah Kota Salatiga melestarikan Gedung Pakuwon, bangunan cagar budaya yang menjadi lokasi bersejarah Perjanjian Salatiga 1757, masih terkendala komunikasi dengan pemilik yang berdomisili di Semarang. Hingga Selasa (21/7/2026), Disbudpar belum memperoleh respons atas permohonan audiensi sehingga pemerintah berencana menggandeng Pemkot Semarang untuk memfasilitasi pertemuan, sembari menyiapkan langkah pelestarian agar nilai sejarah bangunan tetap terjaga.
Begini Nasib Gedung Pakuwon Salatiga, Pemkot Kesulitan Bertemu Pemilik