URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Wali Kota Salatiga Robby Hernawan meluncurkan kebijakan berkantor di kelurahan setiap Kamis secara bergilir di 23 kelurahan, Kota Salatiga, mulai awal 2026. Kebijakan ini bertujuan memperkuat koordinasi, menyerap aspirasi warga, serta memastikan program pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran melalui sinergi langsung dengan aparatur wilayah.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Wacana tiap kamis, Walikota Salatiga akan Ngantor di Kelurahan

Wacana tiap kamis, Walikota Salatiga akan Ngantor di Kelurahan

Wacana tiap kamis, Walikota Salatiga akan Ngantor di Kelurahan

Walikota Salatiga Robby Hernawan
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Awal tahun 2026 Walikota Salatiga, Robby Hernawan akan punya gebrakan baru, yakni dirinya akan ngantor di kantor kelurahan setiap Kamis berurutan di 23 kelurahan.

Gagasan ini diungkapkannya saat pembinaan dan rapat koordinasi dengan seluruh Camat dan Lurah se-Kota Salatiga Rabu (7/1) di ruang kerja walikota.

Koordinasi ini bertujuan untuk menyatukan arah gerakan pembangunan sehingga dapat dirasakan efektivitas dan dampaknya oleh masyarakat.

“Saya akan mulai berkantor di kelurahan setiap hari Kamis secara bergantian dan memberikan apresiasi kepada kelurahan yang berhasil mengelola sampah terbaik,” kata Robby.

Pada kesempatan ini Robby juga menyampaikan beberapa hal penting yang perlu ditingkatkan serta mengingatkan agar inovasi-inovasi program pembangunan harus tetap disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing, sehingga program tersebut dapat tepat sasaran dan dapat dilaksanakan secara maksimal.

“Hari ini saya kumpulkan di sini agar di tahun 2026 kita dapat berkinerja dengan baik, satu tujuan untuk membangun Kota Salatiga dan menyejahterakan warganya. Kita semua sepakat untuk sinergis, kolaborasi untuk memajukan pembangunan di wilayah “katanya.

Menurut walikota, Salatiga memiliki banyak potensi, tetapi potensi itu selama ini tidak bisa dimunculkan atau tidak ditangani dengan baik.

Para Lurah diminta mulai menginvetarisasi aset wilayah; penanganan pengolahan sampah; pelaksanaan program pemerintah seperti KDKMP, inventarisasi SPPG di wilayah masing-masing bukan hanya operasionalisasinya saja tetapi juga kualitasnya.

Kemudian juga soal program kedaulatan pangan. Robby juga sudah mulai melaksanakan Program Anggrekisasi untuk Salatiga Sejuta Anggrek sebagai salah satu upaya estetika kota, pencatatan UMKM beserta levelnya untuk pendampingan termasuk dengan ekonomi kreatif, dan pemetaan potensi wisata.

BACA JUGA :

Bupati Semarang Ngesti Nugraha melantik 118 pejabat struktural dan 17 pejabat fungsional di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Kamis (30/7/2026). Pelantikan dilakukan untuk mengisi jabatan yang masih kosong, menyegarkan organisasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Bupati menegaskan seluruh proses mutasi dan promosi dilaksanakan secara profesional tanpa praktik jual beli jabatan.
Lantik 118 Pejabat, Bupati Semarang Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
Stand Gebyar Lelang Serentak Barang Rampasan dan Barang Sitaan Negara milik Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) Kejaksaan Negeri Salatiga dipadati warga di Joglo 3 Kantor Kejari Salatiga, Rabu (29/7/2026), menjelang pelaksanaan lelang pada 11–14 Agustus 2026. Masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai tata cara mengikuti lelang melalui portal resmi sekaligus memperoleh informasi aset yang akan dilelang secara legal.
Sosialisasi Gebyar Lelang Barang Rampasan, Stand PAPBB Kejari Salatiga jadi Idola Calon Peserta Lelang
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Petani Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, mengembangkan budidaya padi semi organik melalui dem area seluas 10 hektare yang melibatkan 21 petani. Program yang telah berjalan hampir tiga tahun ini berhasil meningkatkan produktivitas hingga lebih dari 9 ton per hektare, sekaligus mendorong pengolahan hasil panen menjadi beras bernilai jual lebih tinggi serta pemanfaatan limbah pertanian untuk mendukung konsep zero waste.
Gunakan Great Farm, Petani Kemetul Mulai Bidik Pasar Premium Beras Sehat

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali 3
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga