RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Wahana Permainan di Semarang Ambruk, Polisi Lakukan Penyelidikan

Wahana Permainan di Semarang Ambruk, Polisi Lakukan Penyelidikan

Wahana Permainan di Semarang Ambruk, Polisi Lakukan Penyelidikan

SEMARANG – Sebuah wahana permainan pasar malam yang terletak di jalan Jolotundo, Kecamatan Gayamsari Kota Semarang ambruk saat sedang dinaiki oleh beberapa pengunjung Jumat (2/6/2022) malam. Wahana yang roboh tersebut adalah Ontang-anting, atau tempat duduk yang digantung dan diputar.

Polsek Gayamsari saat ini menutup pasar malam Jolotundo akibat adanya wahana ontang-anting ambruk. Penutupan tersebut sebagai langkah untuk melakukan penyelidikan.

“Ya kami tutup untuk keperluan penyelidikan,” ucap Kapolsek Gayamsari, Kompol Hengky Prasetyo di lokasi kejadian.

Ia menyebut, tak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Hanya ada satu korban luka-luka dan sudah langsung mendapatkan perawatan medis.

“Iya tadi sudah dibawa pulang orangtuanya,” paparnya.

Disisi lain, ia belum bisa berkomentar banyak terkait penyebab ambruknya wahana tersebut. Untuk keperluan penyidikan, pihaknya kini telah mengamankan pihak pengelola.

“Iya nanti reskrim biar lidik dulu. Nanti pengelola kita periksa. Yang penting korban selamat,” paparnya.

Sementara itu, K (10) bocah perempuan menjadi satu korban dari wahana permainan Ontang-anting yang ambruk tersebut. Anak warga Tandang, Tembalang itu berada di lokasi kejadian bersama kedua orangtuanya.

“Iya kami baru mengunjungi kerabat sekitar sini. Lalu ke pasar malam bareng kerabat. Anak cewek saya nunjuk mau main ontang-anting,” jelas ibu korban, Nur Syahada.

Ia mengaku, membayar Rp10 ribu selama lima menit untuk anaknya menikmati ontang-anting tersebut.

Di atas wahana itu lebih dari 10 anak usia SD dan SMP. Pada saat itu, yang naik wahana mayoritas anak perempuan lalu tak sampai lima menit, wahana itu ambruk.

“Yang luka berapa ga tahu. Saya fokus ke anak saya,” bebernya.

Ia menyebut, wahana jatuh ke arah utara menghantam pagar besi. Operator ontang-anting lalu menyelamatkan para anak-anak lalu diberi air.

“Paling parah yang perempuan remaja itu. Ia sempat pingsan,” ungkapnya.

Ia mengaku, anaknya hanya luka di kaki kanan langsung bengkak. Kemudian anaknya langsung dibawa ke RS Citarum bersama korban lainnya untuk keperluan medis.

“Tulang kering kanan anak saya bengkak. Ia langsung nangis karena masih bocah,” ungkapnya.

Ia berencana hendak menuntut ke pengelola pasar malam karena anaknya jadi korban.

“Luka luar bisa disembuhkan. Traumanya yang sulit disembuhkan,” jelasnya.

Wahana permainan ontang-anting merupakan wahana seperti ayunan namun diputar menggunakan mesin diesel. Wahana di pasar malam itu menjadi favorit para pengunjung.

Tiap anak yang ingin naik wahana itu dipatok harga Rp10 ribu. Pekerja di pasar malam itu yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kurang tahu siapa pemilik wahana permainan di pasar malam tersebut. Sebab, ia hanya pekerja pocokan alias paruh waktu.

“Kalau buka sudah delapan hari ini, Kontrak tiga minggu. Buka pukul 16.30 sampai 22.00,” jelas warga Medoho, Semarang itu.

Kelompok pasar malam itu baru saja pindah dari Ambarawa, Salatiga. Di daerah itu kondisi para wahana aman.

“Penyebab kurang tau ya, saya juga megang yang wahana pesawat saja,” katanya.

Pengamatan di lokasi kejadian, ontang-anting warna putih itu memiliki tinggi sekira 6 meter dengan diameter atas sekira 7 meter lalu diameter bawah sekira 3 meter. Tampak lingkaran besi pengait ada yang lepas.

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px

              

Warning: Undefined variable $output in /home/u503210056/domains/rasikafm.com/public_html/wp-content/plugins/pekok/pekok.php on line 157