KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Wali Kota Metro Belajar Reformasi Birokrasi ke Ganjar

Wali Kota Metro Belajar Reformasi Birokrasi ke Ganjar

Wali Kota Metro Belajar Reformasi Birokrasi ke Ganjar

SEMARANG – Wali Kota Metro Provinsi Lampung, Wahdi mendatangi kantor Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Selasa (29/3). Selain silaturahmi, kedatangan Wahdi menemui Ganjar untuk belajar dan sharing terkait reformasi birokrasi.

Tak sendiri, Wahdi datang membawa rombongan cukup banyak. Sejumlah kepala dinas, direktur rumah sakit dan staff ahli diajak dalam pertemuan itu. Pertemuan yang digelar di ruang kerja Ganjar itu berlangsung hangat penuh canda tawa.

Dalam pertemuan itu, Wahdi banyak menanyakan tentang rahasia keberhasilan Ganjar mewujudkan reformasi birokrasi di Jawa Tengah. Wahdi ingin menerapkan jurus jitu Ganjar di Metro.

Kepada Wahdi, Ganjar mengatakan perlu keseriusan untuk menerapkan reformasi birokrasi. Kuncinya satu, hilangkan praktik korupsi dalam pemerintahan dan layani masyarakat dengan baik.

“Apalagi pak Wali dulu kan ASN, jadi pasti tahu kondisinya. Apa yang harus diubah, didorong dan dipertahankan,” kata Ganjar.

Ganjar mengatakan, kunci sukses reformasi birokrasi adalah tidak membebani ASN untuk setoran ke pimpinan. Jalin teamwork yang baik dan hubungan dengan bawahan.

“Haramkan setoran, maka itu selesai. ASN kerjanya enak, mereka tenang dan merasa tidak tertekan. Kalau itu sudah, maka yang ada diipikiran mereka hanya melayani masyarakat,” jelasnya.

Setelah reformasi birokrasi selesai dilakukan, maka layanan pada masyarakat lanjut Ganjar pasti terwujud. Di Jawa Tengah, prinsip yang dipegang adalah layani masyarakat dengan mudah, murah dan cepat sekaligus tuntas.

“Sekarang itu ASN di Jateng berlomba-lomba kalau untuk pelayanan ini. Inovasi dan kreativitas terus bermunculan sebagai cara melayani masyarakat. Dulu itu kalau ada keluhan saya kasih waktu 2×24 jam harus direspon. Sekarang itu hanya 1×24 jam bahkan dalam hitungan jam sudah direspon,” katanya.

Ganjar mengatakan memberikan kemerdekaan kepada jajarannya untuk bekerja. Mereka merdeka untuk melayani dan mengeluarkan kreativitas dan inovasi masing-masing.

Wahdi mendengarkan penjelasan Ganjar dengan semangat. Ia begitu antusias, karena bisa bertemu dengan Ganjar dan sharing terkait pemerintahan yang baik.

“Saya bersyukur bisa berkesempatan bertemu pak Ganjar. Banyak sekali yang bisa saya pelajari, khususnya terkait semangat beliau dalam memimpin,” kata Wahdi.

Wahdi menyimak betul apa yang disampaikan Ganjar. Bagaimana menjadi pemimpin yang mandiri, memahami staff dan menjaga hubungan baik antara bawahan dengan pimpinan.

“Juga bagaimana dengan reformasi birokrasi yang dilakukan, memberikan kemerdekaan para staff untuk berinovasi dan punya kreativitas. Tidak boleh ada tekanan-tekanan, sehingga nilai-nilai yang muncul murni karena kebanggaan. Banyak hal yang saya pelajari dan bisa diterapkan di Metro untuk memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat,” pungkasnya.

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Pemkab Semarang menyiapkan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga di 21 desa pada sembilan kecamatan yang terdampak kemarau panjang. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan langkah tersebut pada Senin (14/9/2026) dengan memprioritaskan survei geolistrik untuk mencari potensi sumber air tanah sebelum pengeboran dilakukan secara bertahap.
21 Desa Terdampak Kekeringan, Pemkab Semarang Siapkan Geolistrik untuk Pengeboran Sumber Air
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
[pekok2]