URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, mendorong Lurah Kota Semarang untuk menjadi lebih tanggap dan responsif dalam menghadapi berbagai permasalahan masyarakat. Melalui Diklat Manajemen ini, para Lurah diharapkan dapat terlibat aktif dalam kehidupan masyarakat dan memahami secara mendalam berbagai tantangan yang dihadapi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Wali Kota Semarang Dorong Lurah untuk Terjun Langsung ke Masyarakat Melalui Diklat Manajemen Tahun 2023

Wali Kota Semarang Dorong Lurah untuk Terjun Langsung ke Masyarakat Melalui Diklat Manajemen Tahun 2023

Wali Kota Semarang Dorong Lurah untuk Terjun Langsung ke Masyarakat Melalui Diklat Manajemen Tahun 2023

featured-img

Semarang – Diklat Manajemen Pemerintah bagi Lurah di Kota Semarang Tahun 2023 menjadi langkah penting untuk memastikan Lurah Kota Semarang mampu secara cepat menanggapi permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, mengharapkan agar Lurah dapat aktif terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat, sehingga dapat lebih memahami dan menyelesaikan berbagai persoalan yang sedang dihadapi.

Dalam sebuah kesempatan di Batalyon Infanteri Raider 400/Banteng Raiders pada Senin (24/7/2023), Mbak Ita, sapaan akrab Wali Kota Semarang, mengingatkan para Lurah tentang pentingnya menjalankan hak dan kewajiban dengan baik. Ia juga menegaskan bahwa penghargaan akan diberikan kepada Lurah yang berhasil mencapai prestasi dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Saya ini mungkin orang lama, jadi paham. Harusnya panjenengan muter, tidak di kantor saja. Saya sampai ada guyonan, gimana ya, kantornya tidak usah pakai AC, jadinya sumuk, akhirnya jalan-jalan sehingga tahu persoalan-persoalan. Hari ini ke mana, muter-muter, apalagi panjenengan naik motor. Bagaimana lurah ini cepat tanggap dengan permasalahan-permasalahan,” ucap Mbak Ita, sapaan akrabnya di Batalyon Infanteri Raider 400/Banteng Raiders, Senin (24/7/2023).

Dalam kegiatan tersebut, Mbak Ita juga menekankan kembali kepada para Lurah mengenai pentingnya hak dan kewajiban yang harus dilaksanakan. Dirinya juga tidak segan-segan akan memberikan penghargaan kepada Lurah yang berprestasi dalam menjalankan kewajibannya kepada masyarakat.

“Kalau panjenengan ada masalah, jangan sungkan-sungkan lapor, jangan sungkan-sungkan komunikasi. Ini adalah bagaimana kita menyeimbangkan hak dan kewajiban. Kami juga tidak akan segan-segan memberikan penghargaan ke panjenengan, tetapi panjenengan juga harus melaksanakan kewajiban-kewajiban sebagai Lurah,” kata Mbak Ita.

Di hadapan Komandan Batalyon Infanteri Raider 400/Banteng Raiders, Letkol Moh Zainollah, wali kota perempuan pertama Kota Semarang tersebut menitipkan para Lurah untuk dapat diberi pendidikan dan pelatihan. Dirinya berharap setelah Diklat Manajemen ini nantinya para Lurah memiliki mindset melayani, loyalitas, dan juga integritas.

“Titip teman-teman kami, (harapannya) begitu pulang nanti bisa punya mindset melayani, begitu juga loyalitas, integritas juga penting. Begitu pulang panjenengan langsung eksekusi di kelurahan, nanti stunting nol, kemiskinan nol,” ucapnya.

Sementara itu, Komandan Batalyon Infanteri Raider 400/Banteng Raiders, Letkol Moh Zainollah mengungkapkan bahwa ide dan gagasan mengenai Diklat Manajemen bersumber dari Wali Kota Semarang tersebut.

“Tentunya beliau sangat ingin perubahan yang tentunya ke arah yang lebih baik. Saya berharap, manfaatkan momen ini untuk introspeksi. Ayo kita memiliki empati, dengan empati itu harapannya kita akan memiliki kepedulian untuk berbuat sesuatu yang baik kepada orang lain,” pungkasnya.

Adapun tujuan diselenggarakan diklat tersebut adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan dan sikap dalam proses pengelolaan dan penyelenggaraan kelurahan yang mencakup perencanaan, pemerintahan, pengorganisasian atau pengembangan dan penggunaan sumber daya pada pemerintahan dan khususnya kelurahan.

BACA JUGA :

Bupati Semarang Ngesti Nugraha melantik 118 pejabat struktural dan 17 pejabat fungsional di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Kamis (30/7/2026). Pelantikan dilakukan untuk mengisi jabatan yang masih kosong, menyegarkan organisasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Bupati menegaskan seluruh proses mutasi dan promosi dilaksanakan secara profesional tanpa praktik jual beli jabatan.
Lantik 118 Pejabat, Bupati Semarang Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
Stand Gebyar Lelang Serentak Barang Rampasan dan Barang Sitaan Negara milik Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) Kejaksaan Negeri Salatiga dipadati warga di Joglo 3 Kantor Kejari Salatiga, Rabu (29/7/2026), menjelang pelaksanaan lelang pada 11–14 Agustus 2026. Masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai tata cara mengikuti lelang melalui portal resmi sekaligus memperoleh informasi aset yang akan dilelang secara legal.
Sosialisasi Gebyar Lelang Barang Rampasan, Stand PAPBB Kejari Salatiga jadi Idola Calon Peserta Lelang
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Petani Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, mengembangkan budidaya padi semi organik melalui dem area seluas 10 hektare yang melibatkan 21 petani. Program yang telah berjalan hampir tiga tahun ini berhasil meningkatkan produktivitas hingga lebih dari 9 ton per hektare, sekaligus mendorong pengolahan hasil panen menjadi beras bernilai jual lebih tinggi serta pemanfaatan limbah pertanian untuk mendukung konsep zero waste.
Gunakan Great Farm, Petani Kemetul Mulai Bidik Pasar Premium Beras Sehat

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali 3
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali