RASIKAFM.COM | UNGARAN – Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang memperketat proses verifikasi piagam prestasi pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keabsahan dokumen yang digunakan calon peserta didik dalam jalur prestasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang, M. Taufiqur Rahman, mengatakan tingginya jumlah piagam yang harus diverifikasi membuat petugas bekerja hingga malam hari.
“Pengalaman kemarin, verifikasi piagam di jalur prestasi menumpuk. Sampai pukul 20.00 masih ada sekitar 400 piagam yang harus diverifikasi. Karena itu kami menambah kekuatan petugas agar proses verifikasi berjalan lancar,” ujarnya saat dikonfirmasi di Ungaran, Kamis (4/6/2026).
Menurut Taufiq, verifikasi piagam menjadi bagian penting dalam seleksi jalur prestasi karena nilai piagam akan diakumulasikan dengan nilai rapor dan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Selain itu, verifikasi juga bertujuan mengantisipasi penggunaan piagam aspal atau tidak sesuai ketentuan.
Ia menjelaskan, hanya piagam dari ajang yang memenuhi kriteria prestasi yang telah ditetapkan secara berjenjang yang dapat diakomodasi. Karena itu, seluruh dokumen harus melalui proses pemeriksaan dan sinkronisasi data.
“Misalnya pada kegiatan kepramukaan ada istilah tergiat satu atau tergiat dua, sementara dalam sistem yang digunakan berbasis juara. Hal-hal seperti itu harus kami sinkronkan terlebih dahulu,” katanya.
Taufiq mengungkapkan minat pendaftar melalui jalur prestasi cukup tinggi. Jalur ini juga terbuka bagi calon peserta didik dari luar Kabupaten Semarang. Namun apabila terdapat nilai akhir yang sama, prioritas tetap diberikan kepada peserta yang berdomisili lebih dekat dengan sekolah tujuan. Meski proses verifikasi masih berlangsung, hingga saat ini pihaknya belum menemukan indikasi penggunaan piagam palsu.
“Belum ada temuan piagam palsu. Yang kami lakukan saat ini lebih kepada memastikan kesesuaian jenis prestasi dan dokumen pendukungnya,” jelasnya.
Untuk jenjang SMP, Disdikbudpora mencatat total kuota penerimaan mencapai 12.307 siswa. Hingga tahap awal pendaftaran, jumlah calon peserta didik yang telah mendaftar mencapai 10.719 orang.
Sementara itu, pada jenjang SD masih terdapat sejumlah jalur yang belum memiliki pendaftar, terutama jalur mutasi di beberapa wilayah pedesaan. Jika kuota pada jalur tertentu tidak terpenuhi, Disdikbudpora akan melakukan pengalihan kuota ke jalur lain sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kalau jalur mutasi belum terpenuhi, nanti dialihkan ke jalur domisili. Kalau masih belum terpenuhi juga, masa pendaftaran bisa diperpanjang,” terangnya.
Disdikbudpora juga membuka layanan pengaduan dan pendampingan bagi masyarakat yang mengalami kendala dalam proses pendaftaran daring. Salah satu persoalan yang sempat ditemukan adalah kesalahan titik koordinat sekolah yang muncul di lokasi tidak semestinya.
“Kemarin ada satu SD yang titik lokasinya terbaca di tengah laut. Setelah diketahui, langsung kami lakukan pembenahan,” pungkasnya. (win)