URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

Pembangunan rel layang di Semarang dan Pekalongan menjadi solusi permanen untuk mengatasi banjir rob dan kemacetan kronis. Proyek ini menyasar jalur vital pantura Jawa, melibatkan PT KAI dan Kemenhub, berlokasi di pusat kota, dikerjakan untuk menjaga kelancaran transportasi nasional dengan memisahkan rel dari perlintasan sebidang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Rel Layang di Kota Semarang dan Kota Pekalongan: Solusi Permanen Atasi Banjir dan Kemacetan

Rel Layang di Kota Semarang dan Kota Pekalongan: Solusi Permanen Atasi Banjir dan Kemacetan

Rel Layang di Kota Semarang dan Kota Pekalongan: Solusi Permanen Atasi Banjir dan Kemacetan

Djoko Setijowarno , Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI)
Custom Image

Pembangunan rel layang (elevated railway) di Kota Semarang dan Pekalongan bukan sekadar proyek estetika, melainkan kebutuhan mendesak untuk mengatasi dua masalah utama yang melumpuhkan kawasan jalur pantura Jawa, yaitu banjir dan kemacetan kronis di perlintasan sebidang.

Kota Semarang

Pembangunan rel layang ( elevated railway ) ini membentang sepanjang 7,4 km dan dilengkapi dengan dua stasiun layang utama, yaitu Stasiun Semarang Tawang dan Stasiun Semarang Poncol. Sementara itu, jalur rel di bawahnya (at grade) tetap dipertahankan untuk mendukung operasional kereta barang menuju Pelabuhan Tanjung Emas, konektivitas ke Container Yard Ronggowarsito, serta jalur utama logistik lintas Jakarta–Surabaya.

Pembangunan rel layang di Semarang kini menjadi kebutuhan mendesak akibat penurunan muka tanah ( land subsidence ) di wilayah pesisir yang terus terjadi. Sebagai langkah mitigasi banjir rob, infrastruktur ini menjadi solusi atas lumpuhnya jalur kereta nasional lintas Jakarta–Surabaya yang kerap terendam di kawasan Kaligawe. Dengan mengangkat rel jauh di atas permukaan air, perjalanan kereta api kini dapat dipastikan tetap aman dan lancar tanpa harus memutar ke jalur selatan.

Sebagai urat nadi logistik di Pulau Jawa, gangguan pada jalur kereta api di Semarang berdampak langsung pada stabilitas rantai pasok nasional. Selama ini, upaya peninggian rel secara berkala oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (rata-rata 30 cm) terbukti hanya menjadi solusi jangka pendek. Rel layang hadir sebagai solusi permanen yang memisahkan infrastruktur kereta api sepenuhnya dari ancaman genangan air laut dan penurunan tanah di masa depan.

Berdasarkan data dari Daop 4 Semarang PT KAI (2025), saat ini terdapat 13 titik perlintasan sebidang di Kota Semarang yang menjadi fokus perhatian. Sebanyak tujuh titik di antaranya dikelola langsung oleh PT KAI, meliputi Jalan Bandara Jend. A. Yani, Empu Tantular, Kampung Sleko, Layur, Petek, Ronggowarsito, hingga Kaligawe Raya. Selain itu, terdapat lima titik yang tidak terjaga, yaitu di Jalan Jembawan Raya, Stasiun Jrakah, Tegalrejo, Tanggungrejo Raya, dan Tenggang Raya, serta satu perlintasan tidak resmi atau swadaya masyarakat yang berada di kawasan Tlogosari.

Kota Pekalongan

Untuk Kota Pekalongan, kondisi perlintasan sebidangnya memang lebih sedikit secara jumlah dibandingkan Semarang, namun dampaknya terhadap urat nadi kota sangat fatal karena jalur kereta api membelah tepat di tengah pusat aktivitas masyarakat.

Selain sebagai langkah mitigasi banjir yang kerap melanda, pembangunan rel layang di Kota Pekalongan memiliki urgensi besar untuk mengurai simpul kemacetan di pusat kota. Infrastruktur ini menjadi solusi mutlak dalam membebaskan mobilitas warga dari hambatan perlintasan sebidang. Jika di Semarang fokus utamanya adalah penanganan banjir rob, tantangan di Pekalongan lebih ditekankan pada tingginya frekuensi perjalanan kereta api pada jalur ganda (_double track<) yang memotong jalan-jalan protokol kota secara langsung.

Titik paling krusial terletak pada JPL 112 di Jalan KH Mas Mansyur. Sebagai urat nadi bagi kendaraan besar dan arus utama lalu lintas kota, pintu perlintasan ini bisa tertutup hingga puluhan kali dalam sehari. Dampaknya, antrean kendaraan sering kali mengular panjang dan tidak hanya melumpuhkan aktivitas ekonomi, tetapi juga menghambat akses krusial layanan darurat, seperti ambulans dan pemadam kebakaran yang tengah berpacu dengan waktu.

 

Selain Jalan KH Mas Mansyur, simpul kepadatan juga kerap terjadi di Jalan Bendan dan kawasan Tirto. Kehadiran rel layang akan menghapus hambatan di titik-titik kritis ini sepenuhnya. Dengan begitu, arus lalu lintas dari sisi utara ke selatan kota, maupun sebaliknya, dapat mengalir lancar tanpa lagi terinterupsi oleh jadwal perjalanan kereta api yang padat.

Tak hanya di Jalan KH Mas Mansyur, titik kepadatan juga sering terjadi di Jalan Bendan dan kawasan Tirto. Kehadiran rel layang nantinya akan menghapus hambatan di titik-titik kritis tersebut secara permanen. Dengan demikian, arus lalu lintas dari sisi utara menuju selatan kota, maupun sebaliknya, dapat mengalir lancar tanpa lagi terinterupsi oleh padatnya jadwal perjalanan kereta api.

BACA JUGA :

Mental-health
Krisis Kesehatan Mental Anak Indonesia: Saatnya Sekolah dan Rumah Menjadi Ruang Pemulihan Jiwa
MTI Aceh Kritik Kebijakan Penggantian Plat BL ke BKBB di Sumut
MTI Aceh Kritik Kebijakan Penggantian Plat BL ke BK/BB di Sumut
Pemkab Magelang meluncurkan program angkutan sekolah gratis pada 2025–2026 untuk mengurangi kecelakaan pelajar, angka putus sekolah, dan mendukung pendidikan. Dinas Perhubungan menyediakan 52 armada di sembilan rute, dengan subsidi Rp135 ribu per kendaraan per hari. Program ini menyasar kecamatan dengan kemiskinan ekstrem dan APS tinggi.
Inovasi Pro Rakyat: Kabupaten Magelang Wujudkan Angkutan Pelajar Gratis
Pemerintah Abai Angkutan Umum, Subsidi Turun Lebih 50 Persen, Indonesia Emas 2045 Hanya Mimpi 2 3
Enam Paket Stimulus Diluncurkan, Pengemudi Angkutan Umum Jadi Prioritas

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

JANGAN LEWATKAN:

Wajib Baca! Bijak di Jalan, Aman di Tujuan Pentingnya Kesadaran Lalu Lintas di Indonesia
Wajib Baca! Bijak di Jalan, Aman di Tujuan: Pentingnya Kesadaran Lalu Lintas di Indonesia
Etika pengemudi di jalan raya sangat penting untuk menciptakan keselamatan dan kenyamanan bersama. Pengemudi perlu menghormati pejalan kaki dengan berhenti di zebra cross, mengurangi kecepatan di area ramai, tidak berkendara di trotoar, serta memperhatikan anak-anak dan lansia sebagai pengguna jalan paling rentan.
Etika Pengemudi terhadap Pejalan Kaki
Soto Kare Reksa di Salatiga menjadi kuliner legendaris sejak 1942, warisan keluarga Sofyan yang masih mempertahankan resep tradisional dengan kuah santan dan sandung lamur khas. Berlokasi di gang belakang bekas Bioskop Reksa, warung ini tetap ramai dikunjungi pecinta kuliner dari berbagai daerah karena cita rasanya yang autentik.
Soto Kare Reksa Salatiga Sensasi Kuliner sejak 1942
Rasika memberikan panduan bagi masyarakat untuk tetap menjalani masa tua dengan sehat dan bahagia. Artikel ini membahas pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental, tetap bersosialisasi, menekuni hobi positif, serta memperkuat ibadah sebagai kunci menghadapi pertambahan usia dengan penuh rasa syukur dan semangat hidup.
Umur Semakin Bertambah? Ini Tips Agar Tetap Positif di Masa Tua
Lima tempat dimsum di Ungaran, Kabupaten Semarang, menjadi rekomendasi favorit pecinta kuliner. Rasika memperkenalkan ragam inovasi dimsum kekinian yang populer di kalangan masyarakat. Dimsum lezat ini disajikan dengan beragam varian rasa dan topping unik melalui layanan offline maupun ojek online.
Bikin Ngiler! Berikut 5 Rekomendasi Dimsum di Ungaran
Desa wisata Pesona Garda di Dusun Dawung, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, ditunjuk sebagai venue resmi arung jeram pada Porprov Jateng 2026. Penunjukan dilakukan untuk mendukung sport tourism dan ekonomi warga. Pengelola lokal menyiapkan infrastruktur, pelatihan teknis, serta fasilitas penunjang demi suksesnya ajang tersebut.
Pesona Garda Jadi Venue Arung Jeram Porprov Jateng 2026

INFOGRAFIS

TERKINI

Upaya penyelundupan tembakau sintetis ke Lapas Ambarawa digagalkan Polres Semarang dengan mengamankan seorang pria berinisial RN. Peristiwa terjadi di Lapas Kelas IIA Ambarawa, Januari 2026, atas permintaan narapidana. Aksi dilakukan dengan menyembunyikan barang di deodoran dan diungkap melalui koordinasi petugas lapas dan kepolisian.
Selundupkan Tembakau Gorila ke Lapas Ambarawa Lewat Deodoran, Warga Bandungan Diciduk Polisi
Upaya penyelundupan tembakau sintetis ke Lapas Ambarawa digagalkan Polres Semarang dengan mengamankan seorang pria berinisial RN. Peristiwa terjadi di Lapas Kelas IIA Ambarawa, Januari 2026, atas permintaan...
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Semarang menggelar peringatan HUT ke-79 Megawati Soekarnoputri di kawasan Danau Rawa Pening, Tuntang, Jumat (23/1/2026). Kegiatan melibatkan kader partai dan masyarakat, digelar untuk pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon dan penebaran benih ikan, sebagai upaya menjaga ekosistem dan mendukung ekonomi warga.
Rayakan HUT Megawati, DPC PDI-P Kabupaten Semarang Pulihkan Ekosistem Lingkungan Rawa Pening
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Semarang menggelar peringatan HUT ke-79 Megawati Soekarnoputri di kawasan Danau Rawa Pening, Tuntang, Jumat (23/1/2026). Kegiatan melibatkan kader partai dan masyarakat, digelar...
Pemkot Salatiga memastikan insentif guru dan tenaga kependidikan non-ASN tetap dibayarkan pada 2026 meski sempat terhapus dari anggaran awal. Kepastian disampaikan Sekda Kota Salatiga di Salatiga, 22 Januari 2026, karena hasil rapat koordinasi TAPD. Pembayaran menunggu prosedur, dengan besaran tetap Rp500.000 per bulan.
Alhamdulillah, Nasib Guru non-ASN di Salatiga sudah Ada Titik Terang
Pemkot Salatiga memastikan insentif guru dan tenaga kependidikan non-ASN tetap dibayarkan pada 2026 meski sempat terhapus dari anggaran awal. Kepastian disampaikan Sekda Kota Salatiga di Salatiga, 22 Januari...
PT Jasamarga Semarang–Batang memastikan penyesuaian tarif Tol Semarang–Batang akan segera diberlakukan setelah sosialisasi selesai. Kebijakan ini melibatkan JSB dan pemangku kepentingan, berlaku di ruas Semarang–Batang pada 2026, dilakukan karena penambahan investasi, serta diterapkan melalui evaluasi BPKP dengan komitmen peningkatan layanan dan standar pelayanan minimal jalan tol.
Penyesuaian Tarif Tol Semarang–Batang 2026, Ini Penjelasan Resmi Jasamarga Semarang–Batang
PT Jasamarga Semarang–Batang memastikan penyesuaian tarif Tol Semarang–Batang akan segera diberlakukan setelah sosialisasi selesai. Kebijakan ini melibatkan JSB dan pemangku kepentingan, berlaku di ruas...
Program Zero ODOL mendapat dukungan pengemudi truk di Jawa Tengah dengan catatan perlu penataan sistem angkutan secara menyeluruh. Asosiasi Pengemudi Independen, Ditlantas Polda Jateng, dan Kemenhub membahas kebijakan ini di Bergas, Kabupaten Semarang, 22 Januari 2026, untuk meningkatkan keselamatan tanpa mematikan mata pencaharian, melalui tarif jelas, pengawasan, dan solusi bertahap.
Dukung Zero ODOL, Pengemudi Minta Tarif dan Sistem Angkutan Ditata dari Hulu ke Hilir
Program Zero ODOL mendapat dukungan pengemudi truk di Jawa Tengah dengan catatan perlu penataan sistem angkutan secara menyeluruh. Asosiasi Pengemudi Independen, Ditlantas Polda Jateng, dan Kemenhub membahas...
Muat Lebih

POPULER

PT Jasamarga Semarang–Batang memastikan penyesuaian tarif Tol Semarang–Batang akan segera diberlakukan setelah sosialisasi selesai. Kebijakan ini melibatkan JSB dan pemangku kepentingan, berlaku di ruas Semarang–Batang pada 2026, dilakukan karena penambahan investasi, serta diterapkan melalui evaluasi BPKP dengan komitmen peningkatan layanan dan standar pelayanan minimal jalan tol.
Penyesuaian Tarif Tol Semarang–Batang 2026, Ini Penjelasan Resmi Jasamarga Semarang–Batang
Sebuah kontainer bermuatan 25 ton partikel kayu tumpah di Jalan Soekarno-Hatta, Bawen, Kabupaten Semarang. Peristiwa ini dialami truk kontainer tujuan Pelabuhan Tanjung Emas pada Selasa, 20 Januari 2026. Insiden terjadi akibat pintu kontainer terbuka mendadak, menyebabkan lalu lintas tersendat dan ditangani dengan sistem contra flow.
Pintu Kontainer Terbuka, 25 Ton Partikel Kayu Berceceran di Ruas Jalan Soekarno-Hatta Bawen, Lalin Tersendat
Kasus penelantaran bayi lima hari terungkap setelah Polres Salatiga mengamankan sepasang mahasiswa pelaku. Peristiwa itu terjadi di Panti Asuhan Salib Putih, Kota Salatiga, Januari 2026, dipicu rasa takut dan malu. Polisi mengungkap kasus melalui laporan warga, penyelidikan, dan pendekatan restorative justice.
Duo Mahasiswa di Salatiga Terlibat Cinta, Sampai Punya Bayi Terus Lari

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved