URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kelangkaan pasokan daging sapi terjadi di Kota Salatiga pada Juni 2026 akibat menurunnya populasi sapi potong yang siap dipasarkan. Dinas Pangan dan Pertanian Kota Salatiga mencatat kebutuhan sekitar 15 ekor sapi per hari, sementara pemotongan di RPH hanya 9–11 ekor per hari. Keterbatasan pasokan dari daerah sekitar turut memperparah kondisi sehingga harga daging sapi naik menjadi Rp150 ribu per kilogram dan pasokan diperkirakan tetap ketat dalam waktu dekat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging

Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging

Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging

Eny Endang Surtiani Plt Dinas Pangan Salatiga (Foto Arief Rasika)
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Kelangkaan pasokan daging sapi yang terjadi di Kota Salatiga dipicu menurunnya populasi sapi potong. Kondisi tersebut membuat pasokan di Rumah Potong Hewan (RPH) tidak mampu memenuhi kebutuhan harian masyarakat dan berdampak pada kenaikan harga daging di pasaran.

Plt Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Salatiga Eny Endang Surtiani menjelaskan, kebutuhan normal masyarakat Salatiga mencapai sekitar 15 ekor sapi per hari. Namun dalam beberapa waktu terakhir jumlah sapi yang dipotong di RPH hanya berkisar 9 hingga 11 ekor per hari.

“Selama ini kekurangan pasokan masih bisa ditutupi dari daerah sekitar seperti Boyolali. Namun saat ini hampir semua wilayah mengalami kekurangan pasokan sapi sehingga pasokan tambahan juga sulit diperoleh,” ujarnya saat ditemui wartawan, Senin (22/6).

Menurut Eny, populasi sapi potong di Kota Salatiga saat ini tercatat sebanyak 933 ekor. Namun dari jumlah tersebut, sapi jantan dewasa yang siap potong hanya sekitar 130 ekor. Selain itu terdapat 187 ekor sapi perah jantan dewasa yang juga berpotensi menjadi sumber pasokan daging.

Jika seluruh sapi jantan dewasa tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, ketersediaannya diperkirakan hanya mampu mencukupi kebutuhan Kota Salatiga selama sekitar 22 hari.

Kondisi itu berdampak langsung terhadap harga daging sapi di pasar tradisional. Saat ini harga daging sapi telah mencapai Rp150 ribu per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada harga sapi hidup di tingkat peternak.

Sekretaris Dinas Pangan dan Pertanian Kota Salatiga Inna Kartikasari mengatakan, kenaikan harga sapi belum tentu sepenuhnya memberikan keuntungan bagi peternak. Sebab, biaya produksi juga mengalami peningkatan cukup signifikan.

“Harga pakan ternak saat ini juga mengalami kenaikan sekitar 20 persen. Karena itu perlu dihitung lebih lanjut dampak kenaikan harga sapi terhadap pendapatan peternak,” katanya.

Kelangkaan pasokan sapi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga daging di pasaran. Di tengah tingginya kebutuhan masyarakat, terbatasnya populasi sapi potong membuat pasokan semakin ketat dan berpotensi mendorong harga tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan.

Eny berikan keterangan media

BACA JUGA :

Pemkot Salatiga Komit Perkuat Pelayanan Publik dengan Delapan Aksi Perubahan
Pemkot Salatiga Komit Perkuat Pelayanan Publik dengan Delapan Aksi Perubahan
Subsidi Motor Listrik Rp5 Juta Segera Terbit, Makin Menarik Dibanding Motor BBM
Subsidi Motor Listrik Rp5 Juta Segera Terbit, Makin Menarik Dibanding Motor BBM?
Wujudkan Pemerintahan Transparan dan Akuntabel, Kelurahan Noborejo Hadirkan Inovasi Digital “SINERGI”
Wujudkan Pemerintahan Transparan dan Akuntabel, Kelurahan Noborejo Hadirkan Inovasi Digital “SINERGI”
Sebanyak 70 pedagang daging sapi di Pasar Raya Salatiga menghentikan aktivitas jual beli selama lima hari, 22–26 Juni 2026, akibat kelangkaan pasokan sapi yang memicu kenaikan harga daging hingga Rp140.000 per kilogram. Pedagang mengaku penjualan menurun karena konsumen beralih ke bahan pangan lain, sehingga mereka meminta pemerintah turun tangan untuk menstabilkan harga dan menjaga keberlangsungan usaha.
Puluhan Pedagang Daging Sapi di Pasar Raya Kota Salatiga Sepakat Tidak Berjualan
Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Salatiga resmi dilantik di Pondok Pesantren Sunan Giri, Argomulyo, pada 21 Juni 2026. Pelantikan ini menjadi momentum penguatan kaderisasi dan peran pemuda dalam menghadapi tantangan sosial-ekonomi. Melalui pameran UMKM dan penguatan pilar ekonomi, politik, serta sosial, Ansor didorong untuk berkontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat dan pembangunan daerah.
Resmi Dilantik, GP Ansor Salatiga Didorong Perkuat Sinergi Ekonomi
Sekitar 50 pedagang daging sapi di Kota Salatiga sepakat menghentikan aktivitas penjualan pada 22–26 Juni 2026 akibat kelangkaan pasokan dan kenaikan harga yang terus terjadi. Kesepakatan itu diambil dalam pertemuan paguyuban pedagang di Pasar Raya I Salatiga pada 21 Juni. Aksi mogok dilakukan sebagai bentuk aspirasi agar pemerintah segera mencari solusi untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga daging sapi di pasaran.
Mulai Senin ini, Pedagang Daging Salatiga Mogok Jualan Lima Hari, Akibat Pasokan Langka

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Sebanyak 70 pedagang daging sapi di Pasar Raya Salatiga menghentikan aktivitas jual beli selama lima hari, 22–26 Juni 2026, akibat kelangkaan pasokan sapi yang memicu kenaikan harga daging hingga Rp140.000 per kilogram. Pedagang mengaku penjualan menurun karena konsumen beralih ke bahan pangan lain, sehingga mereka meminta pemerintah turun tangan untuk menstabilkan harga dan menjaga keberlangsungan usaha.
Puluhan Pedagang Daging Sapi di Pasar Raya Kota Salatiga Sepakat Tidak Berjualan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan puluhan miliar rupiah untuk pemeliharaan, rehabilitasi, dan peningkatan ruas jalan provinsi di kawasan Pantura Barat pada 2026. Kebijakan yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat Rembug Pembangunan di Kota Tegal, Senin (22/6/2026), bertujuan memulihkan kemantapan jalan yang menurun akibat curah hujan tinggi sekaligus mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Jalan Pantura Barat Jadi Prioritas, Pemprov Jateng Gelontorkan Puluhan Miliar Rupiah untuk Perbaikan dan Pemeliharaan
Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia