URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Longsor besar di Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Ungaran Timur, disebabkan oleh sumber mata air besar di bawah tanah. Kajian DPU Semarang pada Oktober 2025 menemukan tanah terus lembap dan bergerak, sehingga jalur Ungaran–Demak berubah menjadi jurang. Pemerintah menanganinya melalui koordinasi dengan BNPB dan Kementerian PUPR.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ini Pemicu Longsor Jalan Ungaran–Demak di Kalongan Ungaran Timur

Ini Pemicu Longsor Jalan Ungaran–Demak di Kalongan Ungaran Timur

Ini Pemicu Longsor Jalan Ungaran–Demak di Kalongan Ungaran Timur

Kondisi terkini ruas jalan penghubung Kabupaten Semarang dengan Demak di Desa Kalongan, Ungaran Timur yang terputus akibat longsor sejak tiga tahun silam, Rabu (15/10/2025). Foto: IST
Kondisi terkini ruas jalan penghubung Kabupaten Semarang dengan Demak di Desa Kalongan, Ungaran Timur yang terputus akibat longsor sejak tiga tahun silam, Rabu (15/10/2025). Foto: IST
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Penyebab utama longsor besar di Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, akhirnya terungkap. Dari hasil kajian teknis, ditemukan adanya sumber mata air besar di bawah titik longsor yang membuat tanah di kawasan tersebut terus lembap dan bergerak. Kondisi itu menyebabkan jalan penghubung antara Ungaran–Demak kini berubah menjadi jurang terbuka sedalam sekitar 61 meter.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro mengatakan, keberadaan sumber air itulah yang membuat struktur tanah tidak stabil sejak longsor besar pertama kali terjadi pada Februari 2022.

“Ada sumber air besar di bawah longsor itu. Untuk mengatasinya, kami menilai hanya pemerintah pusat yang memiliki kapasitas. Tanahnya masih akan bergerak di sekitar 100–150 meter,” ujar Soekendro.

Menurutnya, Pemkab Semarang telah melakukan konsultasi intensif dengan BNPB, Kementerian PUPR, dan Dinas ESDM Jawa Tengah untuk menentukan langkah penanganan. Hingga kini, pergerakan tanah masih terjadi meskipun tidak seaktif awal tahun 2023.

“Luas total area terdampak mencapai 31,5 hektare dengan tinggi longsor sekitar 75 meter dan kemiringan 67 derajat. Karena tergolong zona berbahaya, lokasi tersebut kini ditutup permanen untuk umum, dan arus lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif,” sambungnya.

Kepala BPBD Kabupaten Semarang Alexander Gunawan Tribiantoro saat dikonfirmasi menjelaskan penanganan kawasan Kalongan kini sudah masuk tahap rehabilitasi konstruksi. Namun, fenomena tanah bergerak juga ditemukan di beberapa lokasi lain di Kabupaten Semarang, seperti Dusun Jlamprang (Desa Gemawang) dan Dusun Sedono (Desa Genting, Kecamatan Jambu).

“Kalongan belum memungkinkan diperbaiki sekarang. Sebagai antisipasi, kami sudah memasang Emergency Breathing System (EBS) di sekitar lokasi, karena potensi longsor susulan masih ada,” kata dia.

Sementara itu, Yuliyanto, warga sekitar, mengaku masih merasa waswas setiap kali hujan deras turun. Ia masih ingat jelas bagaimana longsor besar terjadi dua tahun lalu.

“Karena longsor makin mendekati permukiman, tentu kami khawatir dan selalu waspada, terutama saat musim hujan,” jelasnya. (win)

Kondisi terkini ruas jalan penghubung Kabupaten Semarang dengan Demak di Desa Kalongan, Ungaran Timur yang terputus akibat longsor sejak tiga tahun silam, Rabu (15/10/2025). Foto: IST

BACA JUGA :

BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
8c949158-0ae8-4db6-b256-648cb0ed60d0
Motor tanpa Plat Nomor Oleng, Tabrak Pohon di Muwardi Salatiga, Korban Meninggal
Pemerintah Kabupaten Semarang memastikan rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, segera mendapatkan sambungan listrik setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Bupati Semarang Ngesti Nugraha telah mengoordinasikan percepatan pemasangan bersama Pemerintah Kecamatan Sumowono dan PLN, termasuk pembangunan trafo baru serta penyelesaian administrasi agar kebutuhan dasar warga segera terpenuhi.
Bupati Semarang Pastikan Rumah Muhroji yang Gelap Selama Dua Dekade Segera Terang
DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat
DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat
Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran
Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran
Kecelakaan lalu lintas melibatkan truk wing box dan sebuah truk terjadi di Jalan Lingkar Selatan (JLS) dekat Brama Gallery Gamol, Kecandran, Sidomukti, Kota Salatiga, Jumat (17/7/2026). Insiden diduga terjadi karena pengemudi tidak mampu menjaga jarak aman saat kendaraan di depannya berhenti untuk memberi jalan kendaraan lain berbelok. Akibatnya, sopir truk wing box mengalami luka ringan dan menjalani perawatan di RSU dr Soebarkat Tjitrodiatmodjo.
Truk Seruduk Truk Di JLS Salatiga, Pengemudi Luka Ringan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Puluhan pecatur dari berbagai daerah mengikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I kategori non-master di Kota Salatiga, Minggu (19/7/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Salatiga. Ajang ini digelar untuk mewadahi penghobi catur, mengembangkan bibit atlet muda, mempererat komunitas pecatur, serta diharapkan menjadi agenda bergengsi yang mampu melahirkan prestasi hingga tingkat nasional.
Puluhan Peserta ikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I Non-Master
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga