KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Ini Pemicu Longsor Jalan Ungaran–Demak di Kalongan Ungaran Timur

Ini Pemicu Longsor Jalan Ungaran–Demak di Kalongan Ungaran Timur

Ini Pemicu Longsor Jalan Ungaran–Demak di Kalongan Ungaran Timur

Kondisi terkini ruas jalan penghubung Kabupaten Semarang dengan Demak di Desa Kalongan, Ungaran Timur yang terputus akibat longsor sejak tiga tahun silam, Rabu (15/10/2025). Foto: IST

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Penyebab utama longsor besar di Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, akhirnya terungkap. Dari hasil kajian teknis, ditemukan adanya sumber mata air besar di bawah titik longsor yang membuat tanah di kawasan tersebut terus lembap dan bergerak. Kondisi itu menyebabkan jalan penghubung antara Ungaran–Demak kini berubah menjadi jurang terbuka sedalam sekitar 61 meter.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro mengatakan, keberadaan sumber air itulah yang membuat struktur tanah tidak stabil sejak longsor besar pertama kali terjadi pada Februari 2022.

“Ada sumber air besar di bawah longsor itu. Untuk mengatasinya, kami menilai hanya pemerintah pusat yang memiliki kapasitas. Tanahnya masih akan bergerak di sekitar 100–150 meter,” ujar Soekendro.

Menurutnya, Pemkab Semarang telah melakukan konsultasi intensif dengan BNPB, Kementerian PUPR, dan Dinas ESDM Jawa Tengah untuk menentukan langkah penanganan. Hingga kini, pergerakan tanah masih terjadi meskipun tidak seaktif awal tahun 2023.

“Luas total area terdampak mencapai 31,5 hektare dengan tinggi longsor sekitar 75 meter dan kemiringan 67 derajat. Karena tergolong zona berbahaya, lokasi tersebut kini ditutup permanen untuk umum, dan arus lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif,” sambungnya.

Kepala BPBD Kabupaten Semarang Alexander Gunawan Tribiantoro saat dikonfirmasi menjelaskan penanganan kawasan Kalongan kini sudah masuk tahap rehabilitasi konstruksi. Namun, fenomena tanah bergerak juga ditemukan di beberapa lokasi lain di Kabupaten Semarang, seperti Dusun Jlamprang (Desa Gemawang) dan Dusun Sedono (Desa Genting, Kecamatan Jambu).

“Kalongan belum memungkinkan diperbaiki sekarang. Sebagai antisipasi, kami sudah memasang Emergency Breathing System (EBS) di sekitar lokasi, karena potensi longsor susulan masih ada,” kata dia.

Sementara itu, Yuliyanto, warga sekitar, mengaku masih merasa waswas setiap kali hujan deras turun. Ia masih ingat jelas bagaimana longsor besar terjadi dua tahun lalu.

“Karena longsor makin mendekati permukiman, tentu kami khawatir dan selalu waspada, terutama saat musim hujan,” jelasnya. (win)

Kondisi terkini ruas jalan penghubung Kabupaten Semarang dengan Demak di Desa Kalongan, Ungaran Timur yang terputus akibat longsor sejak tiga tahun silam, Rabu (15/10/2025). Foto: IST

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong peningkatan kesejahteraan anggota Linmas melalui perluasan kesempatan kerja sebagai tenaga keamanan dan kebersihan. Hal itu disampaikan saat Apel Besar Aslinmas dan Abpedmas se-Jawa Tengah di Stadion Pandanaran Wujil, Kabupaten Semarang, Rabu (30/9/2026), yang diikuti lebih dari 7.000 anggota Linmas.
Saat Peserta Apel Aslinmas Berebut Ajak Foto KDM dan Sherly Tjoanda
Toyota Land Cruiser LC 300 menjadi salah satu kendaraan yang menarik perhatian pengunjung GIIAS Semarang 2026 di Muladi Dome Universitas Diponegoro, Rabu (30/9/2026). SUV premium tersebut diperkenalkan kepada masyarakat Jawa Tengah dengan menawarkan perpaduan desain gagah, kabin mewah, performa kuat, serta kemampuan off-road.
Land Cruiser LC 300 Mencuri Perhatian di GIIAS Semarang 2026
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7 derajat Celsius dengan kelembapan 75 persen. Hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan bagian tengah dan sekitarnya, sementara risiko kebakaran hutan dan lahan tetap perlu diwaspadai.
06 Oktober 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Pegunungan Jawa Tengah
[pekok2]