URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Satgas Makan Bergizi Gratis menemukan delapan SPPG belum memenuhi standar infrastruktur di Kota Salatiga. Ketua Satgas Nina Agustin menyampaikan hasil evaluasi ini berdasarkan laporan Badan Gizi Nasional pada Februari 2026. Pemerintah memperketat pengawasan, membuka layanan aduan, dan memberi sanksi hingga penutupan bagi dapur MBG yang tidak memperbaiki kualitas layanan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

8 dari 18 SPPG di Kota Salatiga Dinilai belum Sesuai Infrastruktur

8 dari 18 SPPG di Kota Salatiga Dinilai belum Sesuai Infrastruktur

8 dari 18 SPPG di Kota Salatiga Dinilai belum Sesuai Infrastruktur

Satgas Makan Bergizi Gratis menemukan delapan SPPG belum memenuhi standar infrastruktur di Kota Salatiga. Ketua Satgas Nina Agustin menyampaikan hasil evaluasi ini berdasarkan laporan Badan Gizi Nasional pada Februari 2026. Pemerintah memperketat pengawasan, membuka layanan aduan, dan memberi sanksi hingga penutupan bagi dapur MBG yang tidak memperbaiki kualitas layanan.
Foto dok IST
Nina Agustin pimpin rapat MBG Salatiga
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Salatiga menyoroti masih adanya SPPG yang belum sesuai standar infrastruktur. Dari total 18 SPPG yang beroperasi, sebanyak 8 di antaranya masuk dalam catatan evaluasi dan akan dilaporkan ke Badan Gizi Nasional (BGN) untuk tindak lanjut.

Wakil Wali Kota Salatiga sekaligus Ketua Satgas MBG, Nina Agustin meminta Kepala SPPG dan mitra atau yayasan dapat menjaga kualitas menu MBG serta menjalankan program ini sesuai petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan.

Dia juga berharap untuk SPPI Kota Salatiga dapat mengumpulkan Kepala SPPG untuk melakukan rapat evaluasi setidaknya dua minggu sekali.

“Di sini banyak sekali laporan yang memang dari hasil evaluasi oleh BGN pada 13 Februari 2026 bahwasanya SPPG yang belum sesuai dengan infrastrukturnya itu masih terdapat 8 SPPG dari 18 SPPG yang ada di Salatiga ini,” bebernya, melalui siaran pers.

Dia mengungkapkan, sebenarnya banyak sekali aduan masyarakat yang langsung datang ke dirinya maupun melalui media sosial mengenai dapur-dapur yang ada di Salatiga.

Dia pun menegaskan, SPPG yang telah menerima komplain akan dicatat untuk kemudian dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) guna ditindaklanjuti.

“Karena bagi kami prioritas keselamatan anak didik khususnya, itu utama bagi kami,” ucapnya.

Lebih lanjut, Nina juga akan membuka layanan aduan untuk program MBG. Sehingga, pihaknya selaku satgas dapat menindaklanjuti langsung ke dapur-dapur yang ada di Kota Salatiga ini.

SPPI Kota Salatiga, Monica Henidar Syarief mengingatkan, kepala SPPG dan mitra dapat berkomunikasi dengan baik sehingga kualitas bahan hingga makanan yang diproduksi dapat terjaga dengan baik.

“Untuk pembelajaran bagi seluruh SPPG di Kota Salatiga mengingat bahwa memang quality control ini dilakukan oleh Kepala SPPG walaupun memang yang melakukan pembelanjaan sesuai juknis adalah dari yayasan maupun mitra.

Jadi ini peringatan juga untuk mitra dan yayasan untuk lebih aware untuk memperhatikan kualitas menu mereka,” terangnya.

Sementara itu, Pj Sekretaris Daerah Kota Salatiga, Muthoin mengingatkan kembali terkait pembinaan dan pengawasan SPPG yang mendapatkan aduan masyarakat.

Dia menekankan, anggaran MBG) berasal dari pemerintah pusat.

Namun demikian, pemerintah daerah memiliki kewajiban membentuk satgas yang bertugas melakukan pengawasan serta melaporkan setiap penyimpangan kepada BGN.

“Kami mengamankan agar sasaran MBG tidak menjadi korban. Jika nantinya ada SPPG yang telah dilaporkan maka akan dilaksanakan penandatanganan berita acara untuk perbaikan, jika kembali terjadi di SPPG yang sama akan ada surat peringatan, dan jika sudah ada surat peringatan ketiga masih belum ada perbaikan maka SPPG akan ditutup permanen atas usulan dari satgas,” tandasnya.

BACA JUGA :

Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”
Pemkab Semarang menyiapkan anggaran hampir Rp16 miliar untuk pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 14 Desember 2026. Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk mendukung seluruh tahapan Pilkades, dengan kebutuhan tambahan dipenuhi melalui efisiensi belanja yang tidak menjadi prioritas.
Pemkab Semarang Tambah Anggaran Pilkades, Belanja Tak Mendesak Jadi Sasaran Efisiensi

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved