KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Pembongkaran Puluhan Rumah Di Simongan Berlangsung Ricuh

Pembongkaran Puluhan Rumah Di Simongan Berlangsung Ricuh

Pembongkaran Puluhan Rumah Di Simongan Berlangsung Ricuh

Satpol PP Kota Semarang merobohkan rumah tanpa IMB yang dibangun fiatas tanah milik Putut Sutopo di Kampung Karangjangkang, Jalan Taman Srindito, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat, Selasa (7/9/2021).

RASIKAFM – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang membongkar puluhan rumah tanpa IMB di Kampung Karangjangkang, Jalan Taman Srindito, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat, Selasa (7/9/2021).
Kegiatan tersebut sempat berlangsung ricuh lantaran warga tak terima rumahnya dibongkar karena dinilai tanpa pemberitahuan yang jelas.
Petugas pun sempat adu mulut bahkan bersinggungan langsung dengan warga yang berusaha melawan agar tempat tinggalnya tidak dirobohkan.
“Harusnya kan ini dikasih tau dulu, kamarin kan katanya mau ada pembongkaran kita cari tempat untuk kontrakan dan udah pindahan ternyata tidak jadi ya kembali lagi. Sampe tiga kali dari Bulan Juni, Juli Agustus,” kata Bu Slamet salah satu warga dilokasi.
“Ya ini keberatan kok mendadak begini. Harusnya kan cari kontrakan dulu untuk memindahkan barang-barang,” tambahnya.
Sementara itu, Kasatpol PP Semarang Fajar Purwoto mengatakan kegiatan ini dilakukan sesuai dengan putusan PTUN Semarang.
Dia juga menambahkan, perobohan rumah sebanyak 26 ini juga sudah melewati prosedur yang sah dari hukum.
“Dari Dinas Penataan Ruang Kota Semarang sudah mengeluarkan surat rekom segel dan bongkar. Dari kuasa hukum pemilik tanah juga sudah keluarkan surat peringatan satu dan dua. Di PTUN pun warga juga kalah,” ucapnya.
Selain itu, kata dia, kuasa hukum pun sudah mengurus kepemilikan tanah di Badan Pertanahan Nasional.
“Saya sampaikan apabila ada putusan PTUN kaitannya dengan Distaru, pasti kita akan bongkar,” bebernya.
Ia menuturkan, pihaknya juga berulang kali telah menggelar mediasi dengan menghadirkan pemilik tanah dengan warga terkait hasil pengadilan. Namun tak ada satupun warga yang datang.
“Saya minta lah warga tidak perlu meributi keputusan pengadilan. Sehingga ketika Satpol PP bertugas, tidak berbenturan dengan warga. Kami datang kesini untuk penegakkan peraturan daerah,” pungkasnya.
Apalagi, kata dia, sebagian warga telah menerima tali asih dengan masing-masing pemilik lapak menerima 15 juta dan pemilik rumah menerima 40 juta.
“Saya minta kepada warga untuk menghargai putusan pengadilan,” tuturnya.
Disisi lain, Kuasa Hukum pemilik tanah, Rizal Thamrin mengatakan perobohan ini dilakukan lantaran warga menempati lahan milik cliennya.
“Tanah ini milik klien kami Atas nama Putut Sutopo yang sebelumnya telah melaporkan ke Dinas Penataan ruang. Sebelumnya sudah ada surat peringatan dan perintah pembongkaran,” kata Rizal
Apalagi, kata dia, beberapa pekan sebelum pembongkaran warga yang menggugat Satpol PP ke PTUN Semarang juga ditolak.
“Karena ditolak itulah maka hari ini dilakukan perobohan. Pemilik rumah  pun sudah mendapat tali asih sebesar 40 juta,” imbuhnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

GIIAS Semarang 2026 menyiapkan tiga pilihan parkir bagi pengunjung di Gedung Muladi Dome UNDIP, area belakang SPBU UNDIP, dan sepanjang Jalan Banyu Putih Raya. Parkir utama menampung lebih dari 780 kendaraan, sementara area tambahan berkapasitas hingga 200 kendaraan. Pengunjung dari Jalan Banyu Putih Raya juga mendapat fasilitas shuttle bus gratis.
Ini Tempat Parkir GIIAS 2026 Semarang
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7 derajat Celsius dengan kelembapan 75 persen. Hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan bagian tengah dan sekitarnya, sementara risiko kebakaran hutan dan lahan tetap perlu diwaspadai.
06 Oktober 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Pegunungan Jawa Tengah
Urban Steak di Karangpete, Benoyo, Salatiga, menawarkan sajian steak bergaya western street food dengan penyajian menyerupai restoran. Berdiri hampir tiga tahun, usaha milik Ery Setiawan ini menghadirkan olahan ayam dan daging sapi dengan harga mulai sekitar Rp20.000, serta melayani pelanggan langsung di lokasi maupun pesanan untuk acara privat.
Urban Steak Salatiga, Sajian Western dengan Konsep Kuliner Jalanan
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
[pekok2]