URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kisah Arya dan Arka, Bayi Kembar Siam Asal Kaliwungu

Kisah Arya dan Arka, Bayi Kembar Siam Asal Kaliwungu

Kisah Arya dan Arka, Bayi Kembar Siam Asal Kaliwungu

featured-img
Slamet Riyanto dan Tri Mulyani menunggui buah hatinya Arya dan Arka yang terlahir dalam kondisi kembar siam, Sabtu (11/9/2021). (Foto/win)

UNGARAN – Sambil sesekali menenangkan buah hatinya, Slamet Riyanto (30) bersama istrinya Tri Mulyani (24) tampak dengan sabar mengganti popok kedua bayinya yang baru berusia tiga minggu. Pasangan suami istri itu harus menerima takdir bahwa Arya dan Arka, anak kedua dan ketiganya terlahir kembar siam.

Ditemui di rumah sederhananya di Dusun Garat Lor RT 03 RW 21 Desa Kaliwungu Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Semarang, Slamet yang berprofesi sebagai buruh bangunan itu bercerita mengenai keadaan buah hatinya.

“Kondisi kehamilan istri saya normal, seperti ibu hamil pada umumnya. Pada usia kandungan tiga bulan, istri saya sempat mengalami pendarahan. Saat mendapatkan penanganan, baru diketahui kalau bayinya kembar,” ungkapnya.

Diakui Slamet, selama masa kehamilan trimester pertama ia rajin memeriksakan kandungan istrinya di bidan desa setempat.

“Kata bu bidan semuanya sehat dan normal. Jenis kelamin yang satu cowok, yang satunya nggak kelihatan karena ketutupan katanya,” ujar Slamet.

Hingga memasuki usia kandungan trimester ketiga, Slamet dan istrinya masih rajin kontrol ke Rumah Sakit Umum Natalia Boyolali.

“Saat USG pada usia kehamilan 8 bulan, dokternya bilang harus segera ada tindakan pada kandungan istri saya. Sehingga istri harus dirujuk ke Rumah Sakit Moewardi Surakarta untuk menjalani operasi caesar,” kata dia.

Akhirnya pada tanggal 25 Agustus 2021, lahirlah buah hatinya namun dalam kondisi kembar siam.

“Arya dan Arka kondisinya dempet pada bagian dada hingga perut. Memang rezekinya dari Gusti Allah seperti ini, harus tetap disyukuri,” ungkapnya haru.

Mengetahui kondisi bayinya kembar siam, Slamet segera berkonsultasi dengan dokter.

“Alhamdulillah kedua tangan dan kaki lengkap, organ pencernaan juga ada dua pasang. Jantungnya juga ada dua, cuma kata dokter salah satunya agak bermasalah,” jelas Slamet.

Mengenai rencana operasi pemisahan, Slamet mengatakan masih harus menunggu dua bulan lagi.

“Berat bayinya kan juga masih kurang saat ini. Dua bulan lagi baru bisa menjalani CT Scan untuk mengetahui kondisi organ dalamnya seperti apa, baru dokter bisa memutuskan dioperasi atau tidak,” terangnya.

Diakui Slamet, seluruh biaya pemeriksaan dan perawatan anaknya ditanggung oleh pemerintah. Meski demikian, kebutuhan anaknya juga masih harus dipikirkan.

“Saya minta doanya saja supaya anak saya dua-duanya ini sehat dan selamat,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi Kepala SPPG Jati, Karanganyar, yang mencicipi menu MBG setelah tim dapur melaporkan aroma mencurigakan, Rabu (12/8/2026). Tindakan itu dilakukan untuk memastikan keamanan makanan sebelum didistribusikan. Pemprov Jateng menilai kejadian tersebut menjadi evaluasi untuk memperketat pengawasan kualitas program MBG.
Taj Yasin Apresiasi Kepala SPPG yang Cicipi Menu MBG Sebelum Dibagikan
Dugaan penyalahgunaan dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) mencuat dalam audiensi Gapoktan Ngudi Hasil Desa Pakopen dengan DPRD Kabupaten Semarang, Kamis (13/8/2026). Anggota kelompok mengaku menerima dana lebih kecil dari nilai kredit dalam akad, sementara kewajiban tetap berjalan. DPRD meminta Pemkab membentuk tim untuk memfasilitasi penyelesaian.
Dana Kredit Petani Pakopen Bandungan Diduga Diselewengkan, Kuasa Hukum: Ada Indikasi Korupsi
Kejaksaan Negeri Salatiga menyerahkan lima mobil hasil rampasan perkara penyalahgunaan BBM bersubsidi kepada pemenang lelang terbuka di KPKNL Semarang, Kamis (13/8/2026). Kendaraan tersebut sebelumnya dimodifikasi untuk mengangkut solar dalam jumlah besar dan menggunakan pelat nomor serta barcode BBM yang diduga telah diubah. Hasil lelang disetorkan kepada negara.
5 Mobil Pengangsu Solar Dilelang, Uangnya Masuk ke Kas Negara
Warga Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menggelar kenduri dan makan bersama di atas jalan yang baru selesai dibeton saat penutupan TMMD Reguler ke-129, Kamis (13/8/2026). Tradisi tersebut menjadi ungkapan syukur atas pembangunan jalan sepanjang sekitar 1,2 kilometer yang menghubungkan Cukil dengan Kemetul dan memperpendek akses warga.
Luapkan Rasa Syukur, Warga Cukil Gelar Kenduri di Atas Jalan yang Baru Selesai Dicor
Kejaksaan Negeri Salatiga memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan koordinasi di Joglo 3 Kejari Salatiga, Kamis (13/8/2026), untuk mendukung Program Kerja Intelijen 2026. Kejari mendorong media menyampaikan informasi penegakan hukum secara profesional, transparan, akurat, dan berimbang sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Gelar Konsolidasi Kejaksaan ajak Kopdar Perdana dengan Insan Media di Salatiga
Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih juara pertama nasional pengelolaan Kampung KB 2026 dari Kemendukbangga/BKKBN. Prestasi tersebut diraih melalui keterlibatan masyarakat dalam pemberdayaan lansia, pendampingan anak dan balita, seni budaya, serta berbagai program untuk meningkatkan kualitas keluarga dan lingkungan.
Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved