Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u503210056/domains/rasikafm.com/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 39

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u503210056/domains/rasikafm.com/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 39

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u503210056/domains/rasikafm.com/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 39

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u503210056/domains/rasikafm.com/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 39

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u503210056/domains/rasikafm.com/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 39

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u503210056/domains/rasikafm.com/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 39

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u503210056/domains/rasikafm.com/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 39

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u503210056/domains/rasikafm.com/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 39
Kisah Arya dan Arka, Bayi Kembar Siam Asal Kaliwungu ???? Kabar Rasika

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u503210056/domains/rasikafm.com/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 39

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Kisah Arya dan Arka, Bayi Kembar Siam Asal Kaliwungu

Kisah Arya dan Arka, Bayi Kembar Siam Asal Kaliwungu

Kisah Arya dan Arka, Bayi Kembar Siam Asal Kaliwungu


Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u503210056/domains/rasikafm.com/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 39
Slamet Riyanto dan Tri Mulyani menunggui buah hatinya Arya dan Arka yang terlahir dalam kondisi kembar siam, Sabtu (11/9/2021). (Foto/win)

UNGARAN – Sambil sesekali menenangkan buah hatinya, Slamet Riyanto (30) bersama istrinya Tri Mulyani (24) tampak dengan sabar mengganti popok kedua bayinya yang baru berusia tiga minggu. Pasangan suami istri itu harus menerima takdir bahwa Arya dan Arka, anak kedua dan ketiganya terlahir kembar siam.

Ditemui di rumah sederhananya di Dusun Garat Lor RT 03 RW 21 Desa Kaliwungu Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Semarang, Slamet yang berprofesi sebagai buruh bangunan itu bercerita mengenai keadaan buah hatinya.

“Kondisi kehamilan istri saya normal, seperti ibu hamil pada umumnya. Pada usia kandungan tiga bulan, istri saya sempat mengalami pendarahan. Saat mendapatkan penanganan, baru diketahui kalau bayinya kembar,” ungkapnya.

Diakui Slamet, selama masa kehamilan trimester pertama ia rajin memeriksakan kandungan istrinya di bidan desa setempat.

“Kata bu bidan semuanya sehat dan normal. Jenis kelamin yang satu cowok, yang satunya nggak kelihatan karena ketutupan katanya,” ujar Slamet.

Hingga memasuki usia kandungan trimester ketiga, Slamet dan istrinya masih rajin kontrol ke Rumah Sakit Umum Natalia Boyolali.

“Saat USG pada usia kehamilan 8 bulan, dokternya bilang harus segera ada tindakan pada kandungan istri saya. Sehingga istri harus dirujuk ke Rumah Sakit Moewardi Surakarta untuk menjalani operasi caesar,” kata dia.

Akhirnya pada tanggal 25 Agustus 2021, lahirlah buah hatinya namun dalam kondisi kembar siam.

“Arya dan Arka kondisinya dempet pada bagian dada hingga perut. Memang rezekinya dari Gusti Allah seperti ini, harus tetap disyukuri,” ungkapnya haru.

Mengetahui kondisi bayinya kembar siam, Slamet segera berkonsultasi dengan dokter.

“Alhamdulillah kedua tangan dan kaki lengkap, organ pencernaan juga ada dua pasang. Jantungnya juga ada dua, cuma kata dokter salah satunya agak bermasalah,” jelas Slamet.

Mengenai rencana operasi pemisahan, Slamet mengatakan masih harus menunggu dua bulan lagi.

“Berat bayinya kan juga masih kurang saat ini. Dua bulan lagi baru bisa menjalani CT Scan untuk mengetahui kondisi organ dalamnya seperti apa, baru dokter bisa memutuskan dioperasi atau tidak,” terangnya.

Diakui Slamet, seluruh biaya pemeriksaan dan perawatan anaknya ditanggung oleh pemerintah. Meski demikian, kebutuhan anaknya juga masih harus dipikirkan.

“Saya minta doanya saja supaya anak saya dua-duanya ini sehat dan selamat,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus penemuan jasad bayi perempuan di kebun kosong Dusun Kropoh, Desa Duren, Bandungan, Kamis (3/9/2026). Polisi menetapkan WAP (18) sebagai tersangka dan VA (17) sebagai pelaku anak. Bayi tersebut diduga hasil hubungan keduanya dan dikuburkan setelah lahir secara mandiri karena kehamilan disembunyikan.
Polisi Tetapkan Dua Sejoli sebagai Tersangka Pembuangan Bayi di Bandungan
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px

              

Warning: Undefined variable $output in /home/u503210056/domains/rasikafm.com/public_html/wp-content/plugins/pekok/pekok.php on line 157