URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kapolres semarang AKBP Yovan Fatika dalam keterangannya pada Kamis (17/2/2022) menyampaikan, kronologi tindak penipuan itu bermula sekitar bulan Juni 2021 saat korban dikenalkan dengan tersangka HH untuk melakukan bisnis kerjasama palet dan jahe yang akan disetorkan kepada PT Sido Muncul.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tawarkan Bisnis Palet dan Jahe Abal-abal, Wanita Ini Tipu Korbannya Hingga Setengah Miliar

Tawarkan Bisnis Palet dan Jahe Abal-abal, Wanita Ini Tipu Korbannya Hingga Setengah Miliar

Tawarkan Bisnis Palet dan Jahe Abal-abal, Wanita Ini Tipu Korbannya Hingga Setengah Miliar

featured-img

UNGARAN – Ririn warga Kelurahan Karangturi, Semarang Timur, Kota Semarang harus rela gigit jari akibat menjadi korban penipuan dan penggelapan bisnis palet dan jahe abal-abal yang dilakukan HH (33), seorang perempuan warga Bergas, Kabupaten Semarang.

Ia harus merelakan uang miliknya dengan nominal Rp140 juta ludes akibat tawaran keuntungan yang besar yang dijanjikan oleh HH.

Kapolres semarang AKBP Yovan Fatika dalam keterangannya pada Kamis (17/2/2022) menyampaikan, kronologi tindak penipuan itu bermula sekitar bulan Juni 2021 saat korban dikenalkan dengan tersangka HH untuk melakukan bisnis kerjasama palet dan jahe yang akan disetorkan kepada PT Sido Muncul.

“Korban dijanjikan dengan keuntungan 6 persen dan akan diberikan setiap minggunya,” jelas Yovan.

Karena tergiur dengan keuntungan tersebut, korban kemudian menyetorkan uang kepada tersangka. Namun setelah jatuh tempo pembayaran, keuntungan yang dijanjikan tidak disetorkan dan uang modal yang sudah diberikanpun juga tidak jelas keberadaannya.

“Korban kemudian melaporkan hal itu kepada kami pada tanggal 11 Februari 2022 lalu,” ungkapnya.

Tim Resmob Polres Semarang yang telah menerima laporan segera bergerak dan berhasil mengamankan tersangka pada Selasa (15/2/2022).

“Tersangka HH berhasil ditangkap saat dalam perjalanan dari arah Bawen menuju Ungaran,” urainya.

Setelah dilakukan pendalaman, ternyata tersangka juga melakukan hal dengan modus yang sama pada bulan November 2021 kepada warga Ungaran dengan nominal uang sebesar Rp 472 juta.

“Tersangka masih menjalani pemeriksaan untuk menggali informasi kemungkinan adanya TKP lain,” paparnya.

Kapolres mengimbau kepada masyarakat untuk lebih jeli dan teliti dalam berbisnis terutama yang melibatkan orang lain.

“Jangan hanya karena janji keuntungan yang besar tapi tidak jelas akan alur bisnisnya malah menjadi korban penipuan dan penggelapan,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga