URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gunungtumpeng 02, Suruh, Kabupaten Semarang harus rela 'bergabung' dengan SDN Gunungtumpeng 01 pada tahun ajaran 2022/2023.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Cuma Dapat 5 Murid, SDN Gunungtumpeng 02 “Digabung” ke SDN Gunungtumpeng 01

Cuma Dapat 5 Murid, SDN Gunungtumpeng 02 “Digabung” ke SDN Gunungtumpeng 01

Cuma Dapat 5 Murid, SDN Gunungtumpeng 02 “Digabung” ke SDN Gunungtumpeng 01

SDN Gunungtumpeng 01, Suruh, Kabupaten Semarang yang bakal dijadikan lokasi regrouping dari SDN Gunungtumpeng 02. (Foto/win)
featured-img

UNGARAN – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gunungtumpeng 02, Suruh, Kabupaten Semarang harus rela ‘bergabung’ dengan SDN Gunungtumpeng 01 pada tahun ajaran 2022/2023. Pasalnya, di sekolah tersebut sepi peminat pada masa Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB). Informasi terakhir, jumlah pendaftar kelas 1 di SDN Gunungtumpeng 02 hanya ada 5 orang.

Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo Priyatmo menjelaskan dengan adanya regrouping tersebut maka praktis tidak ada lagi SDN Gunungtumpeng 01 dan 02.

“Sehingga yang ada nanti hanya SDN Gunungtumpeng. Lokasinya jadi satu semua,” ujarnya saat dikonfirmasi di Ungaran, Rabu (6/7/2022).

Dikatakan Katon, regrouping tersebut telah sesuai dengan regulasi yang ada. Sehingga pihaknya mempersilakan masyarakat yang hendak menyekolahkan anaknya untuk tidak khawatir sebab hanya berpindah lokasi belajar saja.

“Memang lokasi belajarnya dari SDN 02 pindah ke SDN 01, itupun jaraknya tidak lebih dari 200 meter. Masih satu lingkungan,” ungkapnya.

Sebagai informasi, dengan adanya regrouping tersebut maka pada tahun ajaran 2022/2023 yang akan dimulai pada 11 Juli 2022, SDN Gunungtumpeng 02 tidak lagi digunakan untuk proses pembelajaran. Melainkan berpindah lokasi ke SDN Gunungtumpeng 01. (win)

BACA JUGA :

Dinsos Kabupaten Semarang Salurkan 15 Kaki Palsu, Enam Penerima Tambahan Disiapkan
Dinsos Kabupaten Semarang Salurkan 15 Kaki Palsu, Enam Penerima Tambahan Disiapkan
Musim kemarau menyebabkan tanaman padi berusia sekitar 20 hari setelah semai di Dusun Pluwang, Desa Wringin Putih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, mati akibat pasokan irigasi tidak mencukupi. Kondisi ini membuat petani penggarap mengalami kerugian jutaan rupiah setelah sebelumnya menghadapi gagal panen akibat serangan hama tikus pada musim tanam sebelumnya.
Kemarau Bikin Sawah Mengering, Petani Wringin Putih Tekor Jutaan Rupiah
Mahasiswa KKN-T IDBU 54 UNDIP menjalankan program pemberdayaan masyarakat selama 45 hari di Tanjung Anom, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut meliputi pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick, pengolahan bunga telang, digitalisasi Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari, budidaya ikan nilem, edukasi kesehatan, serta sosialisasi keamanan digital untuk meningkatkan kemandirian dan potensi lokal warga.
45 Hari KKN-T IDBU 54 UNDIP: Dari Ecobrick hingga Digitalisasi Website BSU Tanjung Anom
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menggelar aktivasi kemerdekaan di tujuh SPBU di Jawa Tengah dan DIY pada Senin (17/8/2026) untuk memperingati HUT ke-81 RI. Melalui program Tebus Murah Paket Sembako, masyarakat dapat membeli paket senilai Rp150 ribu seharga Rp100 ribu, sementara hasil penjualan disalurkan sebagai donasi bagi korban gempa bumi di NTT.
Semarak Kemerdekaan di SPBU, Pertamina Libatkan Veteran hingga Komunitas Ojol
Ratusan warga Dukuh Sinoman, Kelurahan Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, mengikuti upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada Senin (17/8/2026) dengan mengenakan busana Jawa dan kostum pewayangan. Konsep tersebut dipilih warga untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan sekaligus melestarikan budaya Jawa serta mengenalkan nilai moral pewayangan kepada generasi muda.
Rawat Budaya Jawa, Ratusan Warga Sinoman ikuti Upacara Kenakan Kostum Tokoh Pewayangan
Cemburu Buta, Seorang Pemuda Asal Bawen Dihajar Pakai Knalpot
Cemburu Buta, Seorang Pemuda Asal Bawen Dihajar Pakai Knalpot

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
WhatsApp Image 2026-08-12 at 22.08
Diduga Alami Rem Blong, Truk Tronton Tabrak Tiga Motor Di JLS Salatiga, Satu Orang Meninggal
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved