[audio_player]
[posts_like_dislike]
UKSW tetap komitmen untuk memenuhi kewajiban pada mahasiswa beasiswa Pegunungan Bintang Papua meski mengalami kesulitan biaya hidup. Pihak UKSW juga mendorong para mahasiswa tetap menempuh pendidikan. Upaya bantuan sembako dari pihak lain sangat diapresiasi oleh UKSW.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Aspek Sosial, UKSW Tetap Berikan Kesempatan Kepada 210 Mahasiswa Beasiswa Pegunungan Bintang Untuk Kuliah.

Aspek Sosial, UKSW Tetap Berikan Kesempatan Kepada 210 Mahasiswa Beasiswa Pegunungan Bintang Untuk Kuliah.

Aspek Sosial, UKSW Tetap Berikan Kesempatan Kepada 210 Mahasiswa Beasiswa Pegunungan Bintang Untuk Kuliah.

[@]Meski telah mencuat dengan kabar para mahasiswa beasiswa asal Papua ini mengalami ‘kelaparan’, UKSW Salatiga tetap komitmen untuk kewajiban dilaksanakan.

Bahkan UKSW mendorong para mahasiswa beasiswa tetap menempuh pendidikan. Padahal, per Januari 2022 ini UKSW tidak lagi mengeluarkan biaya untuk para mahasiswa beasiswa ini.

Adanya upaya para pihak mencoba membantu 210 para mahasiswa beasiswa Papua ini dengan menggelontorkan bantuan sembako dan diapresiasi UKSW. Menurut informasi terbaru, dana pendidikan bagi 210 mahasiswa beasiswa Pegunungan Bintang Papua ini akan cair dia minggu ke depan.[custom-related-posts title=”Kabar Terkait:” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Menanggapi hal itu Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Kealumnian Yafet Yosafet Wilben Rossy menegaskan pihak UKSW tidak tutup mata terkait dengan permasalahan tersebut.

UKSW juga telah memberikan kelonggaran kepada mahasiswa asal Pegunungan Bintang tetap bisa mengikuti perkuliahan di UKSW Salatiga.

Dijelaskan Yosafat kerjasama beasiswa mahasiswa asal Pegunungan Bintang dengan UKSW dilakukan pada Maret 2021. Kerjasama itu ditindaklanjuti dengan mengirimkan 100 mahasiswa pada tahun ajaran 2021/2022.

“Tahun berikutnya tahun 2022/2023 ada 100 mahasiswa dan tambahan 10 mahasiswa. Itu artinya Totalnya ada 210 mahasiswa yang ada di UKSW,” terangnya kepada wartawan di Rumah Noto UKSW Kamis (9/2/2023).

Biaya Hidup Mahasiswa Papua

Dikatakan Sejak memulai kerjasama ini tahun pertama pihaknya telah mendapatkan transfer Rp 1,5 miliar dari Pemkab Pegunungan Bintang. Kemudian tahun kedua sebanyak Rp 3 miliar.

“Seluruh dana ini dipakai untuk membantu adek-adek kita. Terutama biaya hidup bulanan mereka setiap bulannya Rp 1,5 juta. Jadi uang itu kita kembalikan seluruhnya ke temen-temen mahasiswa,” jelasnya.

Yosafat mengungkapkan persoalan kesulitan biaya kebutuhan hidup mahasiswa tersebut, karena pihak Pemkab hanya mentransfer sekitar Rp 5 miliar dari total. Sementara per bulan Maret ini seharusnya ada anggaran Rp 28.148.000.000.

“Karena hanya ditransfer 5 miliar, selama ini mereka kuliah sebetulnya dalam tanda petik karena mendapatkan ijin dan keringanan dibiayai oleh UKSW Salatiga yang seharusnya biaya itu dibayarkan oleh Pemerintah Kabupaten pegunungan bintang,” jelas dia.

“Sampai posisi sekarang ini tidak ada lagi yang tersisa yang dikirim untuk Biaya hidup dari temen-temen mahasiswa bahkan sudah minus Rp 200 juta,” tambahnya.

Komunikasi Dengan Pemkab Pegunungan Bintang

Pihaknya sudah memanggil Pemkab Pegunungan Bintang. Mereka telah hadir pada 15 Januari 2023. Hasil pertemuan itu UKSW dan Pemkab Pegunungan Bintang sepakat untuk melanjutkan kerjasama.

“Kita sepakat untuk terus melanjutkan kerjasama ini dengan catatan bahwa, pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang segera bisa memenuhi kewajiban-kewajibannya yang belum direalisasikan hingga saat ini,” terangnya.

Diakui pihaknya baru-baru ini juga telah melakukan komunikasi. Ia berharap Pemkab Pegunungan Bintang bisa segera memenuhi kewajibannya dalam kesempatan pertama.

“Ke depannya tentu kita ingin berbicara lagi bagaimana mengatasi situasi ini. karena bagaimanapun juga tentu dalam kerjasama kedua belah pihak menjaga komitmennya. Dan saling menguntungkan,”tandasnya.

Dikatakan permasalahan tersebut karena saat ini ada kendala internal Pemkab Pegunungan Bintang Papua.

“Yang jelas ada kendala-kendala internal Kabupaten Pegunungan Bintang . Sekarang ini sedang diusahakan untuk diselesaikan oleh bupati yang sekarang,” tandasnya.

 

BACA JUGA :

Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengikuti East Asia Student Encounter (EASE) 2026 di Kwansei Gakuin University, Jepang, selama 18 hari hingga 18 Agustus 2026. Program bertema Manifest the Dream: Our Journey Toward Peace in a Divided World ini memperkuat pertukaran budaya, jejaring internasional, dan pendidikan perdamaian melalui berbagai kegiatan akademik, budaya, serta diskusi lintas negara.
15 Mahasiswa UKSW Ikuti EASE 2026 di Jepang, Rayakan Misi Perdamaian Dunia
Muat Lebih

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
GIIAS Semarang 2026 siap digelar di Muladi Dome UNDIP, Semarang, 30 September–4 Oktober 2026, dengan menghadirkan 19 merek kendaraan global dari Jepang, Eropa, Vietnam, Korea, dan China. Pameran juga menampilkan 22 merek komponen dan aksesori, serta tujuh merek kendaraan yang baru pertama kali tampil atau kembali berpartisipasi tahun ini.
GIIAS Semarang 2026 Hadir Semakin Lengkap Dengan Deretan Merek Kendaraan Global
Toyota Land Cruiser LC 300 menjadi salah satu kendaraan yang menarik perhatian pengunjung GIIAS Semarang 2026 di Muladi Dome Universitas Diponegoro, Rabu (30/9/2026). SUV premium tersebut diperkenalkan kepada masyarakat Jawa Tengah dengan menawarkan perpaduan desain gagah, kabin mewah, performa kuat, serta kemampuan off-road.
Land Cruiser LC 300 Mencuri Perhatian di GIIAS Semarang 2026
[pekok2]