KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Lagi Asik Bermain Perang Sarung, 8 Bocah Dibina Polisi

Lagi Asik Bermain Perang Sarung, 8 Bocah Dibina Polisi

Lagi Asik Bermain Perang Sarung, 8 Bocah Dibina Polisi

Trend perang sarung di kalangan anak-anak dan remaja saat menyambut Ramadhan seringkali berujung pada tindakan anarkhis dan bahkan tindak pidana. Hal tersebut memicu Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Salatiga untuk melakukan penyelidikan dan memberikan pembinaan kepada delapan remaja yang terlibat dalam perang sarung di Jalan Lingkar Salatiga.
Foto dok IST
Barang bukti sarung yang diamankan petugas, yang diduga untuk aksi perang sarung.

 [@]Perang “Sarung” kini menjadi tren di kalangan anak-anak dan remaja untuk menyambut Ramadhan. Namun, perang sarung ini sebenarnya bisa berdampak negatif, terutama jika dilakukan dengan tidak bertanggung jawab. Seiring waktu, perang sarung yang awalnya hanya untuk bercanda, bisa berubah menjadi tindakan anarkhis seperti tawuran, bahkan tindak pidana jika menggunakan sarung yang diisi dengan benda keras atau benda tajam.

Untuk mencegah hal tersebut terjadi, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Salatiga telah menerima aduan dari masyarakat terkait perang sarung yang terjadi di Jalan Lingkar Salatiga pada Kamis malam 23/03/2023. Satreskrim Polres Salatiga segera melakukan langkah penyelidikan guna mencegah perang sarung tersebut terulang kembali.

Meskipun dalam kejadian tersebut tidak menimbulkan jatuhnya korban, namun pada Jumat pagi 24/03/2013, Unit Reskrim Polres Salatiga yang dipimpin Kasat Reskrim AKP M. Arifin Suryani, S.H, M.H berhasil mengidentifikasi 8 (delapan) orang remaja yang diduga pelaku perang sarung malam sebelumnya, dari hasil interogasi kedelapan pelajar tersebut juga mengakui terlibat perang sarung, selanjutnya Unit Reskrim Polres Salatiga memberikan pembinaan dan penyuluhan tentang perang sarung.

“Dalam kegiatan tersebut mempunyai tingkat bahaya yang sangat tinggi, perang sarung sudah memakan korban jiwa di daerah lain, jangan sampai hal tersebut juga terjadi di Kota Salatiga”, jelas Arifin

Kasi Humas Polres Salatiga juga menyampaikan pembinaan dan penyuluhan melalui Jajaran Bhabinkamtibmas maupun Personil yang melaksanakan patroli sambang kewilayahan untuk melarang masyarakat khususnya anak-anak dan remaja untuk tidak melakukan perang sarung karena hal tersebut sangat membahayakan keselamatan jiwa.” jelas IPTU Henri Widyoriani, S.H. dalam siaran persnya yang diterima Rasika FM.

“Rencananya dalam waktu dekat ini, Polres Salatiga akan memanggil kedelapan pelajar yang terlibat dalam perang sarung tersebut dengan didampingi orang tua dan sekolahnya masing-masing. Diharapkan agar pihak sekolah dan orang tua selalu memantau kegiatan anak didiknya saat di luar jam sekolah. Pengawasan harus terus dilakukan agar kejadian perang sarung tidak terulang kembali yang dapat berdampak dengan timbulnya korban”, tutup Kasi Humas.

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengamankan seorang mantan marketing objek wisata Dusun Semilir berinisial OW (23), warga Kabupaten Purworejo, yang diduga menggelapkan dana perusahaan hingga Rp100 juta melalui pencairan cashback fiktif. Modusnya, pengunjung mandiri dicatat seolah-olah rombongan biro perjalanan agar memenuhi syarat pencairan cashback. Polisi masih mendalami aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Manipulasi Data Pengunjung Wisata, Mantan Marketing Dusun Semilir Gelapkan Uang Perusahaan Ratusan Juta
IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Hangus Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Ludes Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Semarang meminta rencana pengembangan panas bumi atau geotermal di kawasan Gedongsongo dan Sepakung dikaji ulang. Dalam audiensi dengan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (16/10/2026), PCNU menyoroti potensi dampak terhadap sumber mata air, pertanian, dan pariwisata serta mendorong studi banding ke daerah yang telah mengembangkan proyek serupa.
PCNU Kabupaten Semarang Minta Proyek Geotermal Dikaji Ulang, Ditengarai Ancam Pertanian dan Wisata
[pekok2]