URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Meskipun berada di dalam rumah tahanan negara (Rutan), ratusan warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rutan Salatiga tetap antusias menyalurkan hak pilihnya dalam pemilu serentak 2024. Rabu 14.2.2024.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ratusan WBP Rutan Salatiga Antusias Salurkan Hak Pilih Pemilu 2024

Ratusan WBP Rutan Salatiga Antusias Salurkan Hak Pilih Pemilu 2024

Ratusan WBP Rutan Salatiga Antusias Salurkan Hak Pilih Pemilu 2024

Foto dok IST
WBP rutan Salatiga saat mencoblos di TPS rutan
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Meskipun berada di dalam rumah tahanan negara (Rutan), ratusan warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rutan Salatiga tetap antusias menyalurkan hak pilihnya dalam pemilu serentak 2024. Rabu 14.2.2024.

Pantauan rasikafm.com di lokasi, ratusan WBP sejak pagi hari sudah mengantre di lorong-lorong selnya untuk mendapatkan panggilan mencoblos.

Karena berasal dari berbagai daerah, tidak semua WBP mendapatkan lima surat suara. Ada beberapa yang hanya mendapatkan dua surat suara ada juga yang hanya mendapatkan satu surat suara. Mereka mencoblos di TPS 901 yang berada di Aula Rutan Salatiga.

Salah seorang WBP, Doly Andri mengaku senang bisa tetap menyalurkan hak pilihnya meskipun dalam masa tahanan. Dirinya baru pertama kali mencoblos di dalam Rutan Salatiga.

“Memang pesta demokrasi kali ini harus dimeriahkan walaupun kami sedang berada di dalam Rutan Salatiga,” kata Andri.

Dikatakan, dirinya hanya mendapatkan satu surat suara untuk Presiden-Wakil Presiden, karena dirinya berasal dari Tangerang Selatan, Banten. Sebelumnya dari pihak Rutan dan KPU juga sudah melakukan sosialisasi. Sehingga dirinya mengetahui calon-calon presiden yang berkontestasi.

“Seminggu sebelumnya sudah diberikan penyuluhan dan juga pembinaan. Nggak ada perbedaan dengan mencoblos di luar, yang penting kita dikasih kesempatan, karena satu suara sangat berharga,” terang Andri.

Sementara itu, kepala Rutan Salatiga Redy Agian mengatakan, TPS khusus di Rutan Salatiga ini terdiri dari 102 DPT dan 79 DPTb yang terdiri dari warga binaan dan petugas Rutan Salatiga. Tujuannya agar WBP tetap bisa menyalurkan haknya dalam pemilu.

“KPU sudah memberikan sosialisasi bagaimana mekanisme pemilu, baik presiden, DPRD, DPR RI, dan DPD. Sehingga warga binaan kami sudah tahu apa yang harus mereka lakukan,” terang Redy.

BACA JUGA :

Rest Area Pendopo KM 456 Tol Semarang–Solo di Pabelan, Kabupaten Semarang, dipadati pengunjung pada Minggu (12/7/2026) bertepatan dengan hari terakhir libur sekolah. Ribuan pengguna jalan tol memanfaatkan rest area untuk beristirahat, menikmati kuliner UMKM, dan menggunakan berbagai fasilitas, sementara pengelola mencatat lonjakan sekitar 5.000 pengunjung di masing-masing sisi A dan B selama masa liburan.
Hari Terakhir Liburan, Rest Area Pendopo KM 456 Jadi Titik Singgah Favorit Keluarga
PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) menyatakan telah memenuhi tuntutan warga terkait aktivitas tambang galian C di Dusun Banyuurip, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, dengan memperbaiki 18 titik jalan, mengatur operasional kendaraan, dan melakukan penyiraman jalan. Perbaikan yang dimulai sejak 8 Juli 2026 itu dilakukan lebih cepat dari target sebagai tindak lanjut hasil audiensi bersama warga dan pemerintah.
PT MABA Klaim Penuhi Tuntutan Warga, Perbaiki 18 Titik Jalan di Jalur Tambang Delik–Tlompakan
SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Anggota DPR RI Muh Haris bersama Anggota DPRD Jawa Tengah Ida Nurul Farida dan Anggota DPRD Kabupaten Semarang M. Jauhari Mahmud menyerahkan bantuan sembako serta uang tunai kepada korban kebakaran rumah di Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian sekaligus dukungan agar keluarga korban segera pulih dan kembali beraktivitas.
Pasca Musibah, Tiga Anggota Dewan Berikan Bantuan Korban Kebakaran di Tengaran
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa
Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting