KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Akibat Cuaca Buruk, Harga Cabai di Salatiga Mahal

Akibat Cuaca Buruk, Harga Cabai di Salatiga Mahal

Akibat Cuaca Buruk, Harga Cabai di Salatiga Mahal

Sejumlah Pedagang cabai di Pasar Blauran Salatiga mengeluhkan meroketnya harga cabai. Kepada media, Kusnanti Pedagang cabai mengatakan naiknya harga cabai sudah sejak seminggu lalu.

“Harga cabai rawit sekarang Rp. 50.000 per kilogram, padahal sebelumnya itu Rp. 20.000 per kilogram,” kata Kusnanti.
Tidak hanya harga cabai rawit yang naik, cabai keriting juga menyusul.

“Cabai keriting sekarang harganya Rp. 50.000 per kilogram, sebelumnya Cuma Rp. 30.000 per kilogram,” paparnya.

Selain itu Cabai rawit putih juga naik, Rp. 30.000 per kilogram, hal ini akibat cuaca yang buruk.

“Cuaca buruk dan banyaknya lalat buah, cabainya jadi banyak yang rusak,” ungkapnya.

Sementara itu akibat, harga cabai yang mahal, banyak cabai yang membusuk. Selain itu, harga kol dan tomat mulai naik.

“Sekarang harga kol Rp. 10.000 sebelumnya hanya Rp. 5.000 per kilogram, untuk harga tomat sekarang Rp. 12.000 sebelumnya Rp. 5.000 per kilogram,” ungkapnya.

Akibat harga naik, Kusnanti mengeluh penjualannya menurun hingga 50 persen.

“Biasanya setiap hari saya habis 10 kilogram, sekarang hanya 5 kilogram saja. Harganya mahal jadi pembeli itu belinya sedikit-sedikit,” kata Kusnanti.

Sementara itu, pedagang kuliner, Suwatik mengaku jika harga mahal pendapatan menjadi menurun.

“Pendapatan menurun karena bahan makanan tetap saya pertahankan seperti biasa,” kata Suwatik

“Tapi kalau bahannya dikurangi malah pembelinya banyak yang mengeluh nantinya tidak jadi beli,” tambahnya.

Kabar Terkini

POPULER

Pemetaan Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT) menjadi salah satu upaya memperkuat mitigasi bencana di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. Hal itu dibahas dalam Forum Konsultasi Publik di Hotel Aston Semarang, Senin (28/9/2026), untuk menyamakan pemahaman serta mendorong pemanfaatan data dalam perencanaan pembangunan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Peta Zona Gerakan Tanah Kabupaten Semarang-Salatiga Dibahas, Mitigasi Jadi Perhatian
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
[pekok2]