KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Aksi Mulia Sabiq, Penyandang Disabilitas Asal Salatiga Jadi Guru Ngaji

Aksi Mulia Sabiq, Penyandang Disabilitas Asal Salatiga Jadi Guru Ngaji

Aksi Mulia Sabiq, Penyandang Disabilitas Asal Salatiga Jadi Guru Ngaji

Ahmad Sabiqul Umam, seorang warga Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Jawa Tengah, yang memiliki keterbatasan fisik berupa kaki yang lemah hingga tidak bisa berjalan, menunjukkan semangat luar biasa dalam mengajar mengaji untuk anak-anak di kampungnya dan sekitar Salatiga.
FotoΒ dokΒ Hawin
Ahmad Sabiqul Umam, saat mengajar mengaji anak-anak di TPQ Hidayatul Qur’an yang berada di Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga.

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Adalah Ahmad Sabiqul Umam, warga Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Jawa Tengah, seorang yang memiliki keterbatasan fisik berupa kaki yang lemah hingga tidak bisa berjalan, ternyata mempunyai semangat yang luar biasa untuk terus mengajar mengaji untuk anak-anak di kampungnya dan sekitar Salatiga.

Pria yang akrab disapa Sabiq ini setiap sorenya dengan semangat mengajar mengaji di Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) Hidayatul Qur’an yang berada di belakang rumahnya.

Ia dengan telaten mengajari anak-anak untuk membaca Alquran.

Saat ditemui wartawan, Sabiq bercerita soal perjuangannya yang cukup berat untuk menjadi seorang guru.

Mengingat dirinya memiliki keterbatasan kaki yang tak bisa berfungsi sejak bayi, sehingga tidak bisa digunakan untuk berjalan.

Ia bisa berjalan dengan menggunakan tumpuan tangannya. Hal itu yang membuat dirinya pada 2000-an setelah lulus kuliah merasa minder untuk mengajar.

β€œDulu sempat minder pas awal mengajar, karena takut tidak diterima oleh anak-anak dengan kondisi saya seperti ini. Tapi ternyata mereka bisa menerima, karena saya mengajar dengan cara menyesuaikan keinginan mereka. Sehingga anak-anak merasa enjoy lah dan saya juga lebih percaya diri,” ungkap Sabiq.

Rasa percaya diri untuk mengajar itu, kata Sabiq, merupakan hasil didikan dari orang tuanya. Sejak kecil ia memang diperlakukan secara normal oleh orang tuanya.

Seperti mencuci, makan, dan melakukan pekerjaan secara mendiri. Sehingga ia tumbuh dengan memiliki rasa percaya diri dan semangat berjuang.

Sabiq mengaku telah mengajar mengaji sejak tahun 2000-an, berawal dari mengajar di Musala dekat rumahnya.

Namun suatu ketika ia terserempet motor akhirnya membuat dirinya membuka TPQ di rumahnya.

Saat ini, setiap harinya ada 100-an anak yang belajar mengaji di rumahnya. Mereka berasal dari sekitar Salatiga.

β€œNgaji mulai jam 15.30 sampai 17.00 WIB. Ada juga yang habis salat subuh. Yang diajarkan mulai baca tulis Alquranan. Kemudian hafalan Alquran dan fikih,” terang Sabiq.

Selama bulan Ramadan ini waktu mengaji ditambah lebih banyak. Dari semula hanya hari Senin sampai Kamis, menjadi Senin sampai Sabtu.

Sabiq berharap dengan mengajar mengaji ke anak-anak itu bisa menjadikan anak-anak soleh dan Ssolehah.

β€œYa harapannya anak-anak ini menjadi anak-anak yang soleh dan solehah, serta memiliki pondasi pemahaman terhadap agama yang baik. Kita juga libatkan peran aktif orang tua juga untuk memantau dan mendidik anaknya,” tandas Sabiq.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengamankan seorang mantan marketing objek wisata Dusun Semilir berinisial OW (23), warga Kabupaten Purworejo, yang diduga menggelapkan dana perusahaan hingga Rp100 juta melalui pencairan cashback fiktif. Modusnya, pengunjung mandiri dicatat seolah-olah rombongan biro perjalanan agar memenuhi syarat pencairan cashback. Polisi masih mendalami aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Manipulasi Data Pengunjung Wisata, Mantan Marketing Dusun Semilir Gelapkan Uang Perusahaan Ratusan Juta
IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
[pekok2]