KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Aksi Mulia Sabiq, Penyandang Disabilitas Asal Salatiga Jadi Guru Ngaji

Aksi Mulia Sabiq, Penyandang Disabilitas Asal Salatiga Jadi Guru Ngaji

Aksi Mulia Sabiq, Penyandang Disabilitas Asal Salatiga Jadi Guru Ngaji

Ahmad Sabiqul Umam, seorang warga Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Jawa Tengah, yang memiliki keterbatasan fisik berupa kaki yang lemah hingga tidak bisa berjalan, menunjukkan semangat luar biasa dalam mengajar mengaji untuk anak-anak di kampungnya dan sekitar Salatiga.
Foto dok Hawin
Ahmad Sabiqul Umam, saat mengajar mengaji anak-anak di TPQ Hidayatul Qur’an yang berada di Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga.

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Adalah Ahmad Sabiqul Umam, warga Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Jawa Tengah, seorang yang memiliki keterbatasan fisik berupa kaki yang lemah hingga tidak bisa berjalan, ternyata mempunyai semangat yang luar biasa untuk terus mengajar mengaji untuk anak-anak di kampungnya dan sekitar Salatiga.

Pria yang akrab disapa Sabiq ini setiap sorenya dengan semangat mengajar mengaji di Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) Hidayatul Qur’an yang berada di belakang rumahnya.

Ia dengan telaten mengajari anak-anak untuk membaca Alquran.

Saat ditemui wartawan, Sabiq bercerita soal perjuangannya yang cukup berat untuk menjadi seorang guru.

Mengingat dirinya memiliki keterbatasan kaki yang tak bisa berfungsi sejak bayi, sehingga tidak bisa digunakan untuk berjalan.

Ia bisa berjalan dengan menggunakan tumpuan tangannya. Hal itu yang membuat dirinya pada 2000-an setelah lulus kuliah merasa minder untuk mengajar.

“Dulu sempat minder pas awal mengajar, karena takut tidak diterima oleh anak-anak dengan kondisi saya seperti ini. Tapi ternyata mereka bisa menerima, karena saya mengajar dengan cara menyesuaikan keinginan mereka. Sehingga anak-anak merasa enjoy lah dan saya juga lebih percaya diri,” ungkap Sabiq.

Rasa percaya diri untuk mengajar itu, kata Sabiq, merupakan hasil didikan dari orang tuanya. Sejak kecil ia memang diperlakukan secara normal oleh orang tuanya.

Seperti mencuci, makan, dan melakukan pekerjaan secara mendiri. Sehingga ia tumbuh dengan memiliki rasa percaya diri dan semangat berjuang.

Sabiq mengaku telah mengajar mengaji sejak tahun 2000-an, berawal dari mengajar di Musala dekat rumahnya.

Namun suatu ketika ia terserempet motor akhirnya membuat dirinya membuka TPQ di rumahnya.

Saat ini, setiap harinya ada 100-an anak yang belajar mengaji di rumahnya. Mereka berasal dari sekitar Salatiga.

“Ngaji mulai jam 15.30 sampai 17.00 WIB. Ada juga yang habis salat subuh. Yang diajarkan mulai baca tulis Alquranan. Kemudian hafalan Alquran dan fikih,” terang Sabiq.

Selama bulan Ramadan ini waktu mengaji ditambah lebih banyak. Dari semula hanya hari Senin sampai Kamis, menjadi Senin sampai Sabtu.

Sabiq berharap dengan mengajar mengaji ke anak-anak itu bisa menjadikan anak-anak soleh dan Ssolehah.

“Ya harapannya anak-anak ini menjadi anak-anak yang soleh dan solehah, serta memiliki pondasi pemahaman terhadap agama yang baik. Kita juga libatkan peran aktif orang tua juga untuk memantau dan mendidik anaknya,” tandas Sabiq.

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang