KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Alasan Terdampak Covid, Beberapa Penghuni Rusunawa Cabean Salatiga Minta Keringanan

Alasan Terdampak Covid, Beberapa Penghuni Rusunawa Cabean Salatiga Minta Keringanan

Alasan Terdampak Covid, Beberapa Penghuni Rusunawa Cabean Salatiga Minta Keringanan

Bangunan 4 lantai Rusunawa Cabean Salatiga

Sejumlah penghuni rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Cabean, Kota Salatiga, Jawa Tengah meminta keringanan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga karena telah melampaui batas maksimal tinggal, apalagi aturan maksimal tinggal di rusunawa hanya selama enam tahun. Faktanya, sejumlah penghuni sudah tinggal di Rusunawa Cabean Salatiga melebihi batas waktu.

Mereka beralasan belum bisa pindah karena kondisi ekonomi. Oleh karena itu, beberapa orang penghuni Rusunawa Cabean meminta keringanan kepada Pemkot Salatiga.

“Kami sudah tinggal tiga periode atau sembilan tahun. Seharusnya memang dua periode, tetapi saat itu ada kebijakan hingga menambah satu periode,” terang Warga di Rusunawa Cabean Salatiga, Simanjuntak, saat ditemui wartawan seusai mediasi dengan pengelola Rusunawa, Rabu (3/8/2022).

Mereka berharap Pemkot Salatiga bisa memperpanjang masa tinggal hingga akhir tahun. Di sisi lain, dia berjanji akan berusaha mencari tempat tinggal baru.

“Dalam masa ini, kami akan berusaha mencari tempat tinggal baru. Semoga itu bisa di izinkan,” harap Simanjuntak.

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (PKP) Kota Salatiga, Eny Endang Surtiani, menyampaikan hanya bisa memberikan kelonggaran selama satu bulan untuk mencari tempat tinggal baru dan pindah.

Menurutnya ada 11 penghuni rusunawa yang sudah melebihi masa tinggal. Dari jumlah tersebut, lima di antara sudah sepakat pindah.

“Padahal aturannya adalah satu kali periode dan bisa diperpanjang satu kali atau maksimal enam tahun,” jelas Eny.

J Simanjuntak saat diwawancarai Rasika

Sekretaris Dinas PKP Salatiga, Ali Eko, menambahkan bahwa rusunawa diperuntukkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Rusunawa Cabean Salatiga terdapat dua tower dengan total 196 unit. Rusunawa disewakan sangat murah, yakni Rp110.000 hingga Rp180.000.

Tak hanya itu, rusunawa memberikan fasilitas air bersih gratis. Tujuan program rusunawa itu para penghuni bisa menyisihkan penghasilan dan bisa membeli rumah sendiri sampai periode tinggal selesai. Eko menjelaskan daftar tunggu rusunawa mencapai 41 keluarga.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]