URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Hujan deras disertai angin kencang pada Selasa (4/11/2025) menyebabkan rumah milik almarhum Haryono atau Pedro di Dusun Krajan 1, Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang rusak parah tertimpa pohon durian. Bupati Semarang Ngesti Nugraha turun langsung meninjau lokasi dan memastikan tidak ada korban jiwa.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Angin Kencang, Rumah Mantan Sekdes Bener Tertimpa Pohon Durian

Angin Kencang, Rumah Mantan Sekdes Bener Tertimpa Pohon Durian

Angin Kencang, Rumah Mantan Sekdes Bener Tertimpa Pohon Durian

Foto Arief Rasika
Bupati Semarang saat melihat pohon durian yang roboh dan menimpa rumah korban
featured-img

RASIKAFM.COM | TENGARAN – Akibat Hujan lebat disertai angin kencang, mengakibatkan rumah milik mantan sekdes Bener, (alm) Haryono / Pedro yang berada di Dusun Krajan 1 RT 6 RW 1 desa Bener kecamatan Tengaran kabupaten Semarang mengalami rusak parah setelah tertimpa pohon durian yang berada di belakang rumahnya.

Kepada wartawan, Sunarni istri (alm) Pedro menuturkan musibah ambruknya rumah miliknya terjadi Selasa (4.11.2025) sekitar pukul 12.15. saat hujan deras disertai angin kencang.

Kadus Krajan, Rofik menyebut hujan yang disertai angin di wilayah Krajan menimbulkan beberapa kerusakan, namun yang paling parah menimpa rumah ibu Sunarni. Akibatnya kini korban mengungsi dirumah anaknya

Sementara itu usai kejadian, Bupati Semarang, Ngesti Nugraha langsung mendatangi Lokasi. Kedatangan orang nomor 1 diwilayah Bumi Serasi ini untuk melihat dari dekat kondisi rumah milik korban dan memastikan tidak ada korban jiwa.

“Karena curah hujan tinggi saya minta masyarakat kabupaten Semarang agar waspada. Jika ada pohon yang membahayakan maka segera dipotong”. Kata Ngesti.

Dirinya juga prihatin atas musibah ini, beruntung tidak ada korban jiwa, dilain sisi Pemkab sudah berkoordinasi dengan kecamatan dan instansi terkait akan segera memberikan bantuan untuk korban.

Camat Tengaran Sri Sulistyorini mengatakan akibat hujan deras disertai angin selain rumah milik mantan Sekdes Bener juga terdapat kerusakan pada mushola di pemandian Senjoyo. Namun secara umum kondisi dikecamatan Tengaran masih terkendali.

Ngesti saat diwawancarai Rasika

BACA JUGA :

Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Daihatsu Ayla dan Mitsubishi L300 Pick Up bertabrakan di Simpang Empat Klampeyan, Noborejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Selasa (25/8/2026) siang. Kecelakaan terjadi saat Ayla hendak menyeberang Jalan Pertapaan Gedono dan bertabrakan dengan L300 yang melaju dari arah Tingkir menuju Kembang. Kedua pengemudi selamat tanpa luka.
Ayla VS L300 Adu Banteng, Pemilik Mobil hanya bisa Geleng - geleng
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon