KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Antrean Biosolar di Sejumlah SPBU, Pertamina Tegaskan Bukan karena Kelangkaan

Antrean Biosolar di Sejumlah SPBU, Pertamina Tegaskan Bukan karena Kelangkaan

Antrean Biosolar di Sejumlah SPBU, Pertamina Tegaskan Bukan karena Kelangkaan

Ilustrasi : Antrean di SPBU Pertamina

Semarang – Antrean kendaraan yang terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jawa Tengah dan DIY dipastikan bukan disebabkan kelangkaan Biosolar. PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menegaskan pasokan BBM bersubsidi masih dalam kondisi aman dan distribusi tetap berlangsung normal.

Menurut Pertamina, stok Biosolar di wilayah Jawa Tengah dan DIY saat ini mencapai sekitar 13,5 kali lipat konsumsi harian normal. Sementara itu, stok Pertalite berada pada level 11,5 kali konsumsi harian. Dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap ketersediaan BBM bersubsidi.

Meski terdapat antrean di beberapa SPBU, Pertamina memastikan situasi masih kondusif dan tidak sampai menyebabkan kemacetan yang meluas ke badan jalan. Untuk mempercepat pelayanan, perusahaan menempatkan petugas marshaling yang membantu mengatur arus kendaraan saat pengisian BBM.

Pertamina juga mengandalkan sistem pemantauan digital yang memungkinkan kondisi stok di setiap SPBU dipantau secara real-time. Ketika stok mulai menurun hingga level kritis, pasokan tambahan langsung dikirim dari depot terdekat sehingga tidak terjadi kekosongan BBM.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan para pemangku kepentingan untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran.

Masyarakat yang menemukan dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi juga diminta segera melaporkannya melalui Pertamina Call Center 135.
Dengan langkah tersebut, Pertamina berharap penyaluran BBM bersubsidi tetap lancar dan kebutuhan energi masyarakat di Jawa Tengah serta DIY dapat terus terpenuhi.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
[pekok2]