KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Asyik, Usai Nyoblos Warga Argomulyo Salatiga Bisa Tebus Sembako Murah

Asyik, Usai Nyoblos Warga Argomulyo Salatiga Bisa Tebus Sembako Murah

Asyik, Usai Nyoblos Warga Argomulyo Salatiga Bisa Tebus Sembako Murah

Sebagai upaya meningkatkan antusiasme masyarakat dalam mensukseskan Pemilu 2024, tokoh masyarakat di Kecamatan Kumpulrejo Argomulyo, Istoni Kurniawan, 46, mengemas ratusan paket sembako yang dapat ditebus murah oleh warga setelah memberikan suaranya di TPS 15, TPS 16, dan TPS 17 Dusun Bendosari, Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga pada Rabu (14/2/2024).
Foto dok Humas
Anggota kepolisian bersama tokoh masyarakat Argomulyo, Salatiga Istoni Kurniawan saat menunjukkan paket sembako murah untuk warga Argomulyo yang mencoblos

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Beragam cara dilakukan untuk menarik antusiasme masyarakat untuk mensukseskan Pemilu 2024 rabu (14/2/2024) besok.

Seperti yang dilakukan oleh salah seorang tokoh masyarakat di Kecamatan Kumpulrejo Argomulyo, Istoni Kurniawan, 46, yang mengemas ratusan paket sembako yang dapat ditebus murah oleh masyarakat seusai memberikan suaranya di TPS 15, TPS 16 dan TPS 17 Dusun Bendosari, Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga.

“Kami berikan kesempatan kepada masyarakat untuk menebus murah paket sembako yang kami sediakan, yang pertama mencoblos sampai dengan yang ke-100 diberikan prioritas untuk menebus paket sembako murah ini,” terang Toni.

Dikatakan, paket sembako murah itu berisi beras, minyak, dan gula yang dibeli dari pelaku UMKM di sekitar Argomulyo.

Selain itu ia juga menyediakan kopi bubuk yang berasal dari kebunnya sendiri. Jumlah paket yang bisa ditebus murah itu berjumlah 100 paket.

“Beras seberat lima kilogram rencana akan dapat dibeli murah seharga Rp40.000, yang di pasaran bisa dijual sampai Rp70.000. Sedangkan paket minyak goreng 1 liter dan gula satu kilogram, serta kopi bubuk dapat ditebus murah sebesar Rp25.000,” beber Toni.

Diakuinya, dirinya melakukan itu sebagai bentuk kontribusi untuk bersama-sama menyukseskan pesta demokrasi. Tanpa embel-embel dari partai atau pihak manapun.

Selain itu, pihaknya juga sengaja melibatkan masyarakat khususnya pelaku UMKM. Tujuannya agar keberlangsungan ekonomi mereka tumbuh dan berkembang di tengah hiruk-pikuk pesta demokrasi.

“Kami tidak memandang siapa berpihak ke mana, siapapun boleh menebus murah paket sembako ini. Walaupun beda pilihan dan pandangan politiknya. Kami berharap hal ini bisa menjadi pendorong untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan setelah menentukan pilihannya di bilik suara. Setelah itu, seusai pesta demokrasi nanti, siapapun yang terpilih menjadi presiden maupun anggota DPR/DPRD wajib kita dukung,” terang Toni.

Sementara itu, Kapolsek Argomulyo Iptu Nur Wachidin yang mendengar rencana tersebut langsung mengajak bhabinkamtibmas untuk menyambangi kediaman Istoni yang sedang mengemas sembako bersama anggota KPPS. Kapolsek menyampaikan apresiasinya terhadap hal yang dilakukan Toni.

“Kami sangat salut dengan kegiatan yang digagas mas Toni ini. Beliau sebagai tokoh yang memikirkan masyarakat di sekitarnya untuk menarik minat masyarakat melakukan pencoblosan dengan memberikan kupon tebus murah. Diharapkan masyarakat antusias dalam turut serta mensukseskan pemilu tahun ini,” tanda Kapolsek.

BACA JUGA :

Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px