URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Berkat prestasi gemilang, atlet-atlet Kota Salatiga kembali meraih dua medali emas dalam cabang atletik Porprov XVI Pati. Siti Muniroh mengukir sejarah dengan memenangkan medali emas pertama dalam nomor jalan cepat putri, sementara Wahyu Nur Aini brilian dengan meraih medali emas kedua dalam nomor lempar cakram.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Atlet Atletik Asal Kota Salatiga Sumbang 2 Emas di Ajang Porprov XVI Pati

Atlet Atletik Asal Kota Salatiga Sumbang 2 Emas di Ajang Porprov XVI Pati

Atlet Atletik Asal Kota Salatiga Sumbang 2 Emas di Ajang Porprov XVI Pati

Foto: Dok./IST
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Atlet asal Kota Salatiga dari cabang atletik dalam Porprov XVI Pati kembali menyumbangkan dua medali emas. Medali pertama disumbangkan oleh nomer jalan cepat putri atas nama Siti Muniroh. Sedangkan medali emas kedua diraih oleh Wahyu Nur Aini nomor punggung 340.

Pertandingan jalan cepat dilaksanakan di Stadion Joyokusumo, sedangkan lempar cakram digelar di Lapangan Sepak Bola Kutoarjo.

Siti Muniroh dalam perlombaan jalan cepat 10.000 meter ini mampu mencatatkan waktu 1.01 jam. Pengalungan medali dilaksanakan oleh Agus Rudianto, KONI Kota Salatiga di Stadion Joyokusumo.

Adapun Wahyu dalam lemparan pertama sejauh 45.73 meter, untuk lemparan kedua mampu mencapai 45.77 meter, dan capaian ini tidak terkejar hingga akhir pertandingan. Dalam penghargaan, pengalungan mendali dilaksanakan Tedjo Suprianto, KONI Kota Salatiga.

BACA JUGA :

Ratusan kader Partai Demokrat Kota Salatiga menggelar aksi bersih-bersih di Taman Tingkir, Sidorejo Kidul, Kota Salatiga, Kamis (28/8/2026), sebagai bagian peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat. Kegiatan melalui Gerakan Langit Biru Indonesia Asri tersebut mengumpulkan sedikitnya 10 kantong sampah dan dilanjutkan pembagian nasi box kepada masyarakat serta dukungan bagi UMKM sekitar.
Gerakan Langit Biru Indonesia, Ratusan Kader Demokrat Salatiga Bersihkan Taman Tingkir
Polwan Polres Salatiga menggelar bakti sosial dan bakti kesehatan di Panti Asuhan Bakti Luhur, Tegalrejo, Argomulyo, Jumat (21/9/2026), untuk menyambut Hari Jadi Polwan ke-78. Kegiatan diisi penyerahan kebutuhan pokok dan pemeriksaan kesehatan bagi penghuni panti sebagai bentuk kepedulian sekaligus mempererat hubungan Polri dengan masyarakat.
Peduli Sesama, Polwan Polres Salatiga Gelar Baksos hingga Gendong Bayi
Smokyara di Jombor, Tuntang, Kabupaten Semarang, menawarkan kuliner bebek dengan teknik pengasapan hingga 15 jam tanpa direbus atau dipresto. Restoran milik Eko Setiawan ini juga menyajikan ayam dan ikan asap yang dimarinasi sebelum diasap menggunakan panas dan asap tidak langsung. Menu bebeknya kini diminati hingga 50 ekor per hari.
Pertama di Salatiga, Smokyara Hadir dengan Menu Bebek Asap
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Sebanyak 95 lulusan LPK Serbaindo dilepas dalam Wisuda ke-14 di Hotel Laras Asri, Salatiga, Rabu (26/8/2026). Pada kesempatan itu, Serbaindo Group bersama Kemendes PDT meluncurkan program beasiswa pendidikan dan kerja ke Jepang yang menargetkan 45.000 peserta hingga 2030, khususnya untuk memenuhi kebutuhan tenaga caregiver.
Gelar Wisuda ke 14, Serbaindo Group Gandeng Kemendes PDT Buka Program 45.000 Beasiswa ke Jepang
Daihatsu Ayla dan Mitsubishi L300 Pick Up bertabrakan di Simpang Empat Klampeyan, Noborejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Selasa (25/8/2026) siang. Kecelakaan terjadi saat Ayla hendak menyeberang Jalan Pertapaan Gedono dan bertabrakan dengan L300 yang melaju dari arah Tingkir menuju Kembang. Kedua pengemudi selamat tanpa luka.
Ayla VS L300 Adu Banteng, Pemilik Mobil hanya bisa Geleng - geleng

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved