KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Atlet Atletik Asal Kota Salatiga Sumbang 2 Emas di Ajang Porprov XVI Pati

Atlet Atletik Asal Kota Salatiga Sumbang 2 Emas di Ajang Porprov XVI Pati

Atlet Atletik Asal Kota Salatiga Sumbang 2 Emas di Ajang Porprov XVI Pati

Foto: Dok./IST

[@]Atlet asal Kota Salatiga dari cabang atletik dalam Porprov XVI Pati kembali menyumbangkan dua medali emas. Medali pertama disumbangkan oleh nomer jalan cepat putri atas nama Siti Muniroh. Sedangkan medali emas kedua diraih oleh Wahyu Nur Aini nomor punggung 340.

Pertandingan jalan cepat dilaksanakan di Stadion Joyokusumo, sedangkan lempar cakram digelar di Lapangan Sepak Bola Kutoarjo.

Siti Muniroh dalam perlombaan jalan cepat 10.000 meter ini mampu mencatatkan waktu 1.01 jam. Pengalungan medali dilaksanakan oleh Agus Rudianto, KONI Kota Salatiga di Stadion Joyokusumo.

Adapun Wahyu dalam lemparan pertama sejauh 45.73 meter, untuk lemparan kedua mampu mencapai 45.77 meter, dan capaian ini tidak terkejar hingga akhir pertandingan. Dalam penghargaan, pengalungan mendali dilaksanakan Tedjo Suprianto, KONI Kota Salatiga.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
Yakuza Maneges wilayah Salatiga dan Semarang menyiapkan pendampingan hukum serta posko pengaduan 24 jam bagi masyarakat yang menghadapi persoalan hukum atau menjadi korban kekerasan. Komitmen itu disampaikan usai deklarasi di Grand Wahid Hotel Salatiga, Sabtu (3/10/2026), dengan melibatkan pengacara untuk mendampingi korban tanpa melihat latar belakang pihak yang terlibat.
Deklarasi Yakuza Maneges Salatiga, Hadirkan Perubahan Positif, Berikan Manfaat Nyata di Masyarakat
[pekok2]