RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Awasi Keberadaan Orang Asing, Timpora Gelar Rakor di Salatiga

Awasi Keberadaan Orang Asing, Timpora Gelar Rakor di Salatiga

Awasi Keberadaan Orang Asing, Timpora Gelar Rakor di Salatiga

Tim Pengawasan Orang Asing/ Timpora menggelar rapat koordinasi di Hotel Laras Asri Kota Salatiga, Selasa (22/2/2022).

Rapat ini diikuti peserta dari berbagai instansi terkait, seperti Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas II B Salatiga, dan Sekretaris Daerah Kota Salatiga.

Rapat koordinasi Timpora, dibuka oleh Yuspahruddin Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum&Hak Asasi Manusia Jawa Tengah.

Kepada rasikafm.com Yuspahruddin menjelaskan jika Kantor Imigrasi kelas I Semarang salah satu wilayahnya berada di Kota Salatiga, dengan populasi orang asingnya cukup banyak, mencapai lebih dari 300 orang asing. Oleh karena itu, kantor bertugas mengawasi lalu lintas dan keberadaan yang dilakukan oleh orang asing.

“Kantor Imigrasi mengajak tim lintas instansi untuk ikut mengawasi orang asing yang ada di Kota Salatiga,” kata Yuspar.

Pihaknya menambahkan tupoksi tim tidak hanya pengawasan saja, tetapi juga saling bertukar informasi agar mempermudah dalam pengawasan orang asing tersebut.

“Kita juga mengikutsertakan Kementrian Agama serta Kejaksaan agar dalam pengawasan orang asing lebih mudah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Semarang Guntur Sahat Hamonangan menjelaskan di Kota Salatiga mayoritas orang asing terdiri dari misionaris dan pelajar.

Menurutnya ada dua cara yang dilakukan dalam pengawasan orang asing terutama di Kota Salatiga. Yakni pengawasan administratif dan pengawasan bersama-sama.

Ia menjelaskan pengawasan administratif berupa pengawasan yang dilihat dari dokumen serta ijin tinggalnya. “Kita lihat tujuan dari dokumen orang asing tersebut saat mereka datang kesini serta kita juga melihat dari ijin tinggalnya juga,” kata Guntur.

Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Tengah A. Yuspahruddin BH, Bc.IP., S.H., M.H saat diwawancarai Rasika

Selain itu, dalam pengawasan bersama-sama biasanya dilakukan dan bekerjasama langsung dengan Timpora. “Kita langsung on the spot atau memantau dari sistem, Nah disitulah banyak pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan terhadap orang asing tersebut,” tambahnya.

Dalam hal pengurusan Kitas (Kartu Ijin Tinggal Terbatas), orang asing harus mengurus langsung di Kantor Imigrasi Semarang.

“Berbeda dengan paspor, kalau paspor KTP mana aja bisa. Tapi kalau kitas atau kitap harus membawahi kantor wilayah kerja,” ujarnya. ( rief )

BACA JUGA :

Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Sebanyak 31 sapi di Kota Salatiga terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang Januari hingga 4 September 2026. Dispangtan Salatiga menyebut lalu lintas sapi dari luar daerah menjadi faktor utama penyebaran penyakit. Dari jumlah tersebut, 30 sapi telah sembuh dan satu dipotong paksa, sementara saat ini tidak ada kasus aktif.
31 Sapi di Salatiga Terjangkit PMK, Dinas Pantau Lalu Lintas Ternak

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani