KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Bayi Baru Berumur 2 Jam Ditemukan Di Pinggir Jalan

Bayi Baru Berumur 2 Jam Ditemukan Di Pinggir Jalan

Bayi Baru Berumur 2 Jam Ditemukan Di Pinggir Jalan

Bayi berjenis kelamin perempuan yang ditemukan di pinggir Jalan Mega Raya III Kelurahan Bringin, Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang pada Jumat (25/6/2021) saat ini sudah mendapatkan perawatan.

RASIKAFM – Bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan di pinggir Jalan Mega Raya III Kelurahan Bringin, Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang pada Jumat (25/6/2021) sekira pukul 14.00 WIB.

Bayi yang diduga baru berumur dua jam itu ditemukan di dalam kardus bekas sepatu warna merah merk Diadora dalam keadaan sehat.

Saat ini bayi tersebut langsung dibawa ke Klinik Pratama Annisa Perum Bringin Indah Blok A Kelurahan Bringin, Kecamatan Ngaliyan untuk mendapatkan perawatan.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=eapjNz9uBqQ[/embedyt]

Kapolsek Ngaliyan Kompol Christian C Lolowang menjelaskan, penemuan bayi tersebut ditemukan setelah ada dua orang pengguna jalan yang mendengar jerit tangis suara bayi.

Dua pengguna jalan itu bernama Muhammad Wildan Amri Ulin Nuha (16) dan Dhiko Evan Anindya (18) warga Karanganyar, Kecamatan Tugu mendengar suara bayi ketika hendak pulang ke rumah.

Karena takut untuk mengecek keadaan itu, dua orang itu meminta pertolongan kepada Nursan (43) seorang Satpam di Perumahan Panorama Banjaran, Kecamatan Ngaliyan.

“Kemudian bayi itu dibawa ke Klinik untuk dilakukan pembersihan. Karena bayi ditemukan dalam keadaan dikerumunin semut dan dari pihak Klinik menyampaikan bahwa umur bayi itu kemungkinan baru dua jam,” kata Christian kepada halosemarang.id.

Saat ini, lanjut Christian, pihaknya akan berkoordinasi dengan Klinik tersebut untuk mendapatkan perawatan mengingat korban sangat butuh perhatian khusus.

“Karena dari klinik tersebut tak bisa menampung korban. Maka akan berkoordinasi dengan RS Tugu untuk merawat bayi agar tetap sehat. Karena kita harus serahkan kepada yang ahli sebab bayi sangat butuh nutrisi,” bebernya.

Sementara itu, Bidan Klinik Pratama Annisa, Surtini menjelaskan, bayi ditemukan dalam keadaan tali pusar yang sudah dipotong. Beruntung tak ada pendarahan yang serius pada tubuh korban.

Bayi itu mempunyai berat badan yang normal dengan umur kehamilan sekitar 39 sampai 40 minggu. Saat ini pihaknya sedang berupaya melakukan penanganan medis agar bayi bisa tetap terjaga dan selamat.

“Bayi itu mempunyai berat badan seberat 2 kilogram 7 ons dan tinggi 47 centimeter. Alhamdulillah tadi cuma dipotong aja talipusarnya dan tidak ada pendarahan. Saat ini darah sudah beku dan kami lakukan pencepitan agar tidak terjadi pendarahan,” ungkapnya. (alv)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
[pekok2]