URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang menyita 328 item produk kosmetik ilegal dan berbahaya dengan nilai Rp. 61.431.000. Kepala BPOM Semarang Sandra M P Linthin mengatakan, arang tersebut didapati dari kegiatan penertiban pasar dari peredaran kosmetik Tanpa Izin Edar (TIE) atau Mengandung Bahan Berbahaya.

Mbak Google

KABAR RASIKA

BBPOM Semarang Sita Ratusan Kosmetik Ilegal Dengan Total Puluhan Juta

BBPOM Semarang Sita Ratusan Kosmetik Ilegal Dengan Total Puluhan Juta

BBPOM Semarang Sita Ratusan Kosmetik Ilegal Dengan Total Puluhan Juta

Rilis kasus Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang menyita 328 item produk kosmetik ilegal dan berbahaya dengan total nilai puluhan juta rupiah di Kantor BBPOM Semarang, Senin (1/8/2022).
featured-img

SEMARANG – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang menyita 328 item produk kosmetik ilegal dan berbahaya dengan nilai Rp. 61.431.000.

Kepala BPOM Semarang Sandra M P Linthin mengatakan, arang tersebut didapati dari kegiatan penertiban pasar dari peredaran kosmetik Tanpa Izin Edar (TIE) atau Mengandung Bahan Berbahaya sepanjang 18 hingga 29 Juli 2022 di 18 kabupaten atau kota di Jawa Tengah (Jateng).

Dirinya menambahkan, barang hasil sitaan ini adalah 54 sarana distribusi kosmetik yang terdiri dari toko, swalayan atau grosir sebanyak 37 sarana serta salon atau klinik sebanyak 17.

“Dari 328 produk kosmstik ilegal dan berbahaya yang disita, produk impor lebih mendominasi daripada produk lokal,” ujar Sandra saat jumpa pers di Kantor BBPOM Semarang, Senin (1/8/2022).

Ia menerangkan, rincian produk impor yang disita berjumlah 208 item atau 63,4 persen dengan nilai ekonomi sebesar Rp 38.789.200. Sedangkan untuk produk lokal berjumlah 120 item atau 36,6 persen yang berjumlah Rp. 22.641.900.

Dengan lebih banyaknya produk impor yang disita daripada produk lokal, Sandra meminta masyarakat untuk tidak sering menggunakan bahan ilegal.

“Ini menjadi perhatian dalam pengawasan pemasukan barang impor, selain pembinaan industri lokal untuk melakukan registrasi produk, sehingga memiliki legalitas untuk diedarkan,” ujarnya.

Selain itu, pelaku usaha yang mengedarkan produknya di toko, distributor, swalayan, maupun klinik atau salon juga diminta untuk meningkatkan kualitas produk dengan mengantongi izin edar dan terhindar dari bahan berbahaya.

“Intensifikasi pengawasan produk kosmetik beredar ini masih perlu dilakukan dalam rangka memberikan efek jera bagi pelaku usaha yang mengedarkan produk ilegal, bahan berbahaya, kadaluarsa maupun rusak,” tegas Sandra.

Dengan penemuan kosmetik ilegal, ia menghimbau kepda masyarakat untuk bisa lebih berhati-hati dalam memilih produk. Diharapkan produk yang dikonsumsi adalah aman dan legal.

“Kesadaran konsumen perlu ditingkatkan untuk mampu memilih produk yang aman digunakan melalui komunikasi, informasi, dan edukasi,” ucapnya.

Perlu diketahui, dalam pengungkapan ini, BBPOM Semarang bekerja sama dengan lintas sektor, antara lain Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kesehatan, Satpol PP di lingkup Provinsi Jateng serta Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Jateng.

BACA JUGA :

Jauhi HP, Puluhan Anak Kumpulrejo Memilih Berkemah di Mushala
Jauhi HP, Puluhan Anak Kumpulrejo Memilih Berkemah di Mushala
Sekda Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro
Pemkab Semarang Pertahankan Seluruh PPPK, Siapkan Pemetaan Ulang untuk Atasi Kekurangan Pegawai
Sebanyak 215 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kontes Aglaonema yang digelar Asosiasi Aglaonema Nusantara (ASA) di Gedung Pertemuan Daerah Kota Salatiga, Minggu (28/6). Ajang ini menjadi wadah kompetisi, memperkuat jejaring antarkolektor, sekaligus menunjukkan prospek ekonomi tanaman hias yang masih menjanjikan dengan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Ratusan Kolektor Tanaman Padati Kontes di Salatiga, Bukti Aglaonema Memiliki Nilai Tinggi
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengundi Gebyar Hadiah Samsat 2026 periode I di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (26/6), sebagai bentuk apresiasi kepada wajib pajak kendaraan bermotor yang taat. Pengundian yang dipimpin Sekda Jawa Tengah, Sumarno, membagikan hadiah senilai Rp385,5 juta dan emas 22,5 gram guna mendorong kepatuhan masyarakat serta mendukung digitalisasi pembayaran pajak melalui QRIS Bank Jateng.
Pemprov Jateng Tebar Hadiah Rp385,5 Juta dan Emas 22,5 Gram untuk Wajib Pajak Kendaraan
Jateng Fair 2026 di kawasan PRPP Semarang menjadi destinasi favorit liburan sekolah dengan menghadirkan pameran inovasi, produk UMKM, konser musik, wahana keluarga, dan nonton bareng Piala Dunia 2026 hingga 5 Juli. Direktur Utama PT PRPP Jawa Tengah (Perseroda), Shafigh Pahlevi Lontoh, menargetkan 150 ribu pengunjung selama penyelenggaraan, sementara Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berharap ajang ini mampu memperkuat UMKM, mendorong inovasi, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah
Jateng Fair 2026 Pas Buat Liburan Keluarga, Ada Apa Saja?
Ribuan masyarakat memadati kawasan PRPP Semarang pada pembukaan Jateng Fair 2026, Jumat (26/6), yang diresmikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Mengusung tema Action for Transformation, ajang yang berlangsung hingga 5 Juli 2026 ini menghadirkan pameran pembangunan, inovasi, UMKM, investasi, seni budaya, serta hiburan dengan akses masuk gratis sebagai upaya mendorong transformasi ekonomi dan promosi potensi daerah.
Gratis 10 Hari! Jateng Fair 2026 Jadi Panggung Inovasi, Investasi, UMKM, dan Hiburan Terbesar di PRPP

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung rencana pengembangan kawasan Rawa Pening di Kabupaten Semarang sebagai destinasi wisata air unggulan setelah muncul minat investasi dari PT Pandawa Sapto Dewi Pesisir, Kamis (25/6/2026). Pengembangan yang mencakup rumah makan apung, vila, dan wahana air itu akan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan fungsi konservasi serta pengelolaan sumber daya air berkelanjutan.
Rawa Pening Dilirik Investor, Siap Jadi Destinasi Wisata Air Andalan Jawa Tengah
Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Semarang pada 2025 belum sepenuhnya memenuhi target, terutama dari sektor parkir, pariwisata, dan pajak hotel. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan hal tersebut usai rapat paripurna APBD 2025, Rabu (24/6/2026), seraya menegaskan perlunya evaluasi dan penguatan destinasi wisata untuk mendongkrak kunjungan serta pendapatan daerah di tengah tingkat okupansi hotel yang menurun.
Evaluasi Pelaksanaan APBD Kabupaten Semarang 2025, PAD Sektor Parkir dan Pariwisata Belum Capai Target