URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
"Melalui Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) ini, golnya yang ingin dicapai adalah anak memiliki kesadaran tentang dirinya sendiri dalam perspektif kependudukan," ujar Kepala DP3AKB Kabupaten Semarang, Romlah.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Bentuk Karakter Generasi Muda Sejak Dini, Materi Kependudukan Diintegrasikan ke Mapel SD

Bentuk Karakter Generasi Muda Sejak Dini, Materi Kependudukan Diintegrasikan ke Mapel SD

Bentuk Karakter Generasi Muda Sejak Dini, Materi Kependudukan Diintegrasikan ke Mapel SD

featured-img

UNGARAN – Tingginya angka pertumbuhan penduduk di Indonesia berpotensi menimbulkan dampak negatif, baik dalam sektor ekonomi, sosial, hukum dan sebagainya. Selain hal tersebut, kualitas pendidikan dan tingkat kesehatan yang rendah juga mengancam generasi muda jika laju pertumbuhan penduduk tidak dikendalikan. Oleh karena itu perlu adanya langkah untuk mengurangi dampak negatif tersebut dengan mempersiapkan generasi yang berkualitas. Salah satunya dengan memberikan pendidikan kependudukan sejak dini melalui Sekolah Siaga Kependudukan (SSK).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Semarang Romlah menjelaskan saat ini populasi anak di Indonesia khususnya Kabupaten Semarang cukup besar. Hal itu memerlukan perhatian khusus karena pendidikan karakter seseorang dimulai sejak masih usia anak-anak.

“Wawasan tentang kependudukan harus dikenalkan sejak dini, sebab tingkat kecerdasan mereka sangat luar biasa terlebih pada usia sekolah,” jelasnya usai acara pencanangan program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di SDN Ungaran 01, Kabupaten Semarang, Kamis (11/11/2021).

Disampaikan Romlah, dalam memberikan pemahaman tentang wawasan kependudukan tersebut harus melalui berbagai metode dan disesuaikan dengan jenjang pendidikan serta melibatkan berbagai pihak.

“Kabupaten Semarang ada 500 SD dengan jumlah murid lebih dari 74 ribu. Hal ini merupakan potensi luar biasa untuk mengenalkan wawasan kependudukan sejak usia SD melalui integrasi mata pelajaran yang diajarkan. Tentu saja komitmen seluruh civitas sekolah, pemerintah, swasta, organisasi kemasyarakatan dan sebagainya turut memiliki andil besar,” paparnya.

Melalui hal tersebut diharapkan generasi muda bisa menjadi penerus bangsa yang berkualitas yang memiliki pengetahuan, pemahaman dan kesadaran serta sikap dan perilaku yang berwawasan kependudukan.

“Harapannya mereka bisa mengerti dirinya sendiri dalam perspektif kependudukan, bagaimana mereka bisa tumbuh menjadi manusia dewasa, sadar kesehatan reproduksinya dan sebagainya. Pada akhirnya jika mereka paham betul tentang wawasan kependudukan, garis tumbuh penduduk dan dampak negatif yang ditimbulkan bisa dikendalikan,” imbuhnya.

Pages ( 1 of 2 ): 1 2Lanjut »

BACA JUGA :

Rest Area Pendopo KM 456 Tol Semarang–Solo di Pabelan, Kabupaten Semarang, dipadati pengunjung pada Minggu (12/7/2026) bertepatan dengan hari terakhir libur sekolah. Ribuan pengguna jalan tol memanfaatkan rest area untuk beristirahat, menikmati kuliner UMKM, dan menggunakan berbagai fasilitas, sementara pengelola mencatat lonjakan sekitar 5.000 pengunjung di masing-masing sisi A dan B selama masa liburan.
Hari Terakhir Liburan, Rest Area Pendopo KM 456 Jadi Titik Singgah Favorit Keluarga
PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) menyatakan telah memenuhi tuntutan warga terkait aktivitas tambang galian C di Dusun Banyuurip, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, dengan memperbaiki 18 titik jalan, mengatur operasional kendaraan, dan melakukan penyiraman jalan. Perbaikan yang dimulai sejak 8 Juli 2026 itu dilakukan lebih cepat dari target sebagai tindak lanjut hasil audiensi bersama warga dan pemerintah.
PT MABA Klaim Penuhi Tuntutan Warga, Perbaiki 18 Titik Jalan di Jalur Tambang Delik–Tlompakan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro dikukuhkan sebagai Ketua Korpri Kabupaten Semarang periode 2026–2031 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Kamis (9/7/2026). Ia akan mengusulkan penempatan ASN lebih dekat dengan domisili melalui Baperjakat untuk menekan biaya transportasi, sekaligus mendorong transformasi digital, solidaritas anggota, dan optimalisasi aset Korpri.
Ketua Korpri Kabupaten Semarang Usulkan ASN Bekerja Dekat Rumah demi Tekan Biaya Hidup
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan antrean kendaraan di sejumlah SPBU Jawa Tengah dan DIY tidak disebabkan kelangkaan Biosolar. Stok Biosolar tercatat mencapai 13,5 kali konsumsi harian normal dan Pertalite 11,5 kali, sementara perusahaan memantau persediaan secara real-time serta mengirim pasokan tambahan dari depot terdekat saat stok menurun.
Antrean Biosolar di Sejumlah SPBU, Pertamina Tegaskan Bukan karena Kelangkaan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

PT Mitra Anugerah Bumi Agung berkomitmen memperbaiki jalan rusak di Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, mulai 12 Juli 2026 setelah audiensi dengan warga dan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (3/7/2026). Warga juga menuntut pembatasan jam operasi, kelayakan armada, perbaikan drainase, dan rambu keselamatan. DPRD akan mendorong penghentian sementara tambang bila komitmen tidak direalisasikan.
DPRD Kabupaten Semarang Ultimatum Tambang Galian C di Tuntang: Taati Kesepakatan atau Operasional Ditutup!
Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting