URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
"Melalui Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) ini, golnya yang ingin dicapai adalah anak memiliki kesadaran tentang dirinya sendiri dalam perspektif kependudukan," ujar Kepala DP3AKB Kabupaten Semarang, Romlah.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Bentuk Karakter Generasi Muda Sejak Dini, Materi Kependudukan Diintegrasikan ke Mapel SD

Bentuk Karakter Generasi Muda Sejak Dini, Materi Kependudukan Diintegrasikan ke Mapel SD

Bentuk Karakter Generasi Muda Sejak Dini, Materi Kependudukan Diintegrasikan ke Mapel SD

featured-img

Sekretaris Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dsidikbudpora) Kabupaten Semarang Gogo Widyatmoko menyampaikan pihaknya bersyukur ada inisiasi program wawasan kependudukan dalam dunia pendidikan. Hal itu dirasa mampu menciptakan generasi yang sadar kependudukan yang paham bagaimana menghadapi persoalan di masa yang akan datang.

“Kami merasa sangat terbantu juga dengan program SSK ini, apalagi bagi anak usia kelas 5 dan 6 SD yang sudah masuk masa pubertas. Dengan adanya materi yang terintegrasi dalam kurikulum mata pelajaran, sedikit banyak memberikan pembelajaran kepada anak mengenai sikap negatif yang harus dihindari dan sikap positif yang harus dipupuk. Harapan kami, angka pernikahan dini bisa ditekan sehingga memberikan kontribusi pada laju pertumbuhan penduduk,” ucapnya.

Senada, Koordinator Bidang Pengendalian Penduduk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Tengah Herlin Is Ambarwati menjabarkan integrasi wawasan kependudukan ke dalam mata pelajaran mutlak diperlukan. Melalui SSK ini pemerintah sebenarnya menitipkan pesan ke satuan pendidikan agar bisa mencetak generasi masa depan yang unggul, memiliki kompetensi, integritas dan prestasi.

“Wawasan kependudukan disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Misal bagi murid SD bagaimana pola makan dan hidup sehat, menjaga kebersihan lingkungan, dan sebagainya,” ujarnya.

Dengan pemberian materi kependudukan yang sederhana tersebut, diharapkan anak menjadi lebih peduli terhadap permasalahan-permasalahan kependudukan yang ada dan mampu memberikan edukasi juga terhadap teman sebayanya. Dengan materi mengenai kesehatan reproduksi, bahaya obat-obatan terlarang, mereka dapat lebih peduli setidaknya terhadap dirinya sendiri agar tidak terjebak dalam pergaulan bebas dan menghindarkan diri dari pernikahan usia muda, masalah stunting dan sebagainya.

“Sejalan dengan program Presiden RI bahwa pada 2045 nanti adalah Indonesia Emas, dimana generasi muda yang disiapkan adalah generasi yang unggul. Hal ini tentu membutuhkan dukungan berbagai pihak. Pencanangan SSK ini bukan tujuan akhir, melainkan langkah awal yang harus ada keberlanjutannya melalui integrasi mata pelajaran,” tandasnya. (win)

Pages ( 2 of 2 ): « Sebelum1 2

BACA JUGA :

Rest Area Pendopo KM 456 Tol Semarang–Solo di Pabelan, Kabupaten Semarang, dipadati pengunjung pada Minggu (12/7/2026) bertepatan dengan hari terakhir libur sekolah. Ribuan pengguna jalan tol memanfaatkan rest area untuk beristirahat, menikmati kuliner UMKM, dan menggunakan berbagai fasilitas, sementara pengelola mencatat lonjakan sekitar 5.000 pengunjung di masing-masing sisi A dan B selama masa liburan.
Hari Terakhir Liburan, Rest Area Pendopo KM 456 Jadi Titik Singgah Favorit Keluarga
PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) menyatakan telah memenuhi tuntutan warga terkait aktivitas tambang galian C di Dusun Banyuurip, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, dengan memperbaiki 18 titik jalan, mengatur operasional kendaraan, dan melakukan penyiraman jalan. Perbaikan yang dimulai sejak 8 Juli 2026 itu dilakukan lebih cepat dari target sebagai tindak lanjut hasil audiensi bersama warga dan pemerintah.
PT MABA Klaim Penuhi Tuntutan Warga, Perbaiki 18 Titik Jalan di Jalur Tambang Delik–Tlompakan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro dikukuhkan sebagai Ketua Korpri Kabupaten Semarang periode 2026–2031 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Kamis (9/7/2026). Ia akan mengusulkan penempatan ASN lebih dekat dengan domisili melalui Baperjakat untuk menekan biaya transportasi, sekaligus mendorong transformasi digital, solidaritas anggota, dan optimalisasi aset Korpri.
Ketua Korpri Kabupaten Semarang Usulkan ASN Bekerja Dekat Rumah demi Tekan Biaya Hidup
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan antrean kendaraan di sejumlah SPBU Jawa Tengah dan DIY tidak disebabkan kelangkaan Biosolar. Stok Biosolar tercatat mencapai 13,5 kali konsumsi harian normal dan Pertalite 11,5 kali, sementara perusahaan memantau persediaan secara real-time serta mengirim pasokan tambahan dari depot terdekat saat stok menurun.
Antrean Biosolar di Sejumlah SPBU, Pertamina Tegaskan Bukan karena Kelangkaan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

PT Mitra Anugerah Bumi Agung berkomitmen memperbaiki jalan rusak di Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, mulai 12 Juli 2026 setelah audiensi dengan warga dan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (3/7/2026). Warga juga menuntut pembatasan jam operasi, kelayakan armada, perbaikan drainase, dan rambu keselamatan. DPRD akan mendorong penghentian sementara tambang bila komitmen tidak direalisasikan.
DPRD Kabupaten Semarang Ultimatum Tambang Galian C di Tuntang: Taati Kesepakatan atau Operasional Ditutup!
Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting