KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Berkat Jembatan Garuda, Anak Sekolah tak lagi Merana

Berkat Jembatan Garuda, Anak Sekolah tak lagi Merana

Berkat Jembatan Garuda, Anak Sekolah tak lagi Merana

RASIKAFM.COM | KALIWUNGU – Wajah Rizki Aditya Putra, siswa kelas 5 SDN Siwal 02 kecamatan Kaliwungu, kabupaten Semarang siang itu terlihat kelelahan saat pulang sekolah.

Bagaimana tidak? Setelah seharian menuntut ilmu, saat akan pulang kerumahnya didesa Mukiran, ia harus membayangkan berjalan kaki melewati sungai kecil yang terjal.

Pantauan rasikafm.com, sejumlah siswa pulang dari sekolah dengan berjalan kaki.

Bagi anak-anak di desa Siwal, Mukiran, dan sekitarnya, berangkat sekolah dengan berjalan kaki adalah hal biasa demi menuju masa depan yang lebih gemilang.
Mereka menyeberangi Sungai Cengek. Menyeberangi sungai tanpa jembatan bukan perkara mudah bagi siswa.

Tak sedikit dari mereka yang harus melepas sepatu agar tidak basah. Lalu, ia berjalan hati-hati di atas aliran air. Dengan sedikit menaikkan roknya agar tak masuk air, ia harus menjaga agar badan tetap seimbang sembari membawa sepatu.

Kini, pengalaman itu tinggal masa lalu. Hadirnya Jembatan Gantung Perintis Garuda membuat perjalanannya lebih mudah. Jarak tempuh menjadi lebih dekat dan aman. Ia pun tak perlu lagi repot melepas sepatu atau khawatir terpeleset di sungai.

“Sebelum ada jembatan muter, kalau nggak lewat sungai sambil mencopot sepatu agar tidak basah. Setelah ada jembatan ini, akses jadi lebih dekat dan mudah,” ungkap Rizki.

Ia pun bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan perhatian dengan pembangunan jembatan di desa yang jauh dari pusat kota ini.

“Terima kasih pemerintah, terima kasih Pak Prabowo sudah memberikan perhatian kepada kami yang tinggal di desa,” ucapnya.

Senada, Puji Astuti guru kelas 5 SDN Siwal 2 Kaliwungu mengaku bersyukur atas selesainya pembanggunan jembatan garuda. “kami senang karena dengan jembatan ini aktifitas siswa menjadi mudah saat berangkat dan pulang ke sekolah”. Ujar Puji.

Kepal Desa Siwal, Parnu mengatakan, kehadiran Jembatan Gantung Perintis Garuda tersebut membawa dampak besar bagi warga. Selain akses ke lembaga pendidikan lebih mudah, juga berdampak pada aktivitas ekonomi hingga pertanian warga. Sebelum ada jembatan, akses warga cukup sulit. Untuk menuju ladang atau desa seberang, warga harus turun ke sungai, menyeberang, lalu naik kembali. Belum lagi saat kondisi hujan, warga tak berani melewati sungai karena khawatir terjadi banjir bandang. Akibatnya, warga harus memutar jauh, bahkan melewati wilayah Boyolali.

“Memutar bisa lebih dari tiga kilometer, bahkan harus lewat wilayah Boyolali. Padahal jaraknya hanya sekitar 100 meter dari sini. Kalau akses dari sana (Boyolali) tertutup, warga tidak bisa berbuat apa-apa,” tuturnya.

Kini, dengan adanya jembatan sepanjang 70 meter, lebar 1,3 meter, dan ketinggian sekitar 15 meter tersebut, akses menjadi jauh lebih mudah. Diakuinya, banyak warga Siwal yang memiliki ladang di Desa Mukiran. Begitu pun sebaliknya, banyak warga Mukiran yang beraktivitas di di Siwal. Sehingga, jembatan ini menjadi denyut nadi ekonomi warga sekitar.

Parnu menuturkan, pembangunannya dilakukan secara gotong royong, melibatkan warga, TNI, dan pemerintah hingga akhirnya rampung dan bisa digunakan.

Parnu saat diwawancarai media

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Semarang masa bakti 2026–2029 resmi dilantik di Pendopo Bupati Semarang, Ungaran, Rabu (14/10/2026). Ketua PWI Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana dan Ketua PWI Kabupaten Semarang Rony Yuwono menekankan pentingnya profesionalisme, integritas, independensi, serta solidaritas wartawan di tengah transformasi digital. Kepengurusan baru juga diharapkan membangun kemitraan konstruktif untuk mendukung pembangunan daerah tanpa mengabaikan prinsip jurnalistik.
Rony Yuwono Ketua PWI Kabupaten Semarang 2026–2029
Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
[pekok2]