URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Desa Siwal, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang mempermudah akses pelajar dan warga menuju Desa Mukiran, Boyolali. Sebelum jembatan berdiri, warga harus menyeberangi Sungai Cengek atau memutar hingga lebih dari tiga kilometer. Jembatan sepanjang 70 meter itu dibangun secara gotong royong oleh warga, TNI, dan pemerintah untuk mendukung pendidikan serta aktivitas ekonomi masyarakat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Berkat Jembatan Garuda, Anak Sekolah tak lagi Merana

Berkat Jembatan Garuda, Anak Sekolah tak lagi Merana

Berkat Jembatan Garuda, Anak Sekolah tak lagi Merana

featured-img

RASIKAFM.COM | KALIWUNGU – Wajah Rizki Aditya Putra, siswa kelas 5 SDN Siwal 02 kecamatan Kaliwungu, kabupaten Semarang siang itu terlihat kelelahan saat pulang sekolah.

Bagaimana tidak? Setelah seharian menuntut ilmu, saat akan pulang kerumahnya didesa Mukiran, ia harus membayangkan berjalan kaki melewati sungai kecil yang terjal.

Pantauan rasikafm.com, sejumlah siswa pulang dari sekolah dengan berjalan kaki.

Bagi anak-anak di desa Siwal, Mukiran, dan sekitarnya, berangkat sekolah dengan berjalan kaki adalah hal biasa demi menuju masa depan yang lebih gemilang.
Mereka menyeberangi Sungai Cengek. Menyeberangi sungai tanpa jembatan bukan perkara mudah bagi siswa.

Tak sedikit dari mereka yang harus melepas sepatu agar tidak basah. Lalu, ia berjalan hati-hati di atas aliran air. Dengan sedikit menaikkan roknya agar tak masuk air, ia harus menjaga agar badan tetap seimbang sembari membawa sepatu.

Kini, pengalaman itu tinggal masa lalu. Hadirnya Jembatan Gantung Perintis Garuda membuat perjalanannya lebih mudah. Jarak tempuh menjadi lebih dekat dan aman. Ia pun tak perlu lagi repot melepas sepatu atau khawatir terpeleset di sungai.

“Sebelum ada jembatan muter, kalau nggak lewat sungai sambil mencopot sepatu agar tidak basah. Setelah ada jembatan ini, akses jadi lebih dekat dan mudah,” ungkap Rizki.

Ia pun bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan perhatian dengan pembangunan jembatan di desa yang jauh dari pusat kota ini.

“Terima kasih pemerintah, terima kasih Pak Prabowo sudah memberikan perhatian kepada kami yang tinggal di desa,” ucapnya.

Senada, Puji Astuti guru kelas 5 SDN Siwal 2 Kaliwungu mengaku bersyukur atas selesainya pembanggunan jembatan garuda. “kami senang karena dengan jembatan ini aktifitas siswa menjadi mudah saat berangkat dan pulang ke sekolah”. Ujar Puji.

Kepal Desa Siwal, Parnu mengatakan, kehadiran Jembatan Gantung Perintis Garuda tersebut membawa dampak besar bagi warga. Selain akses ke lembaga pendidikan lebih mudah, juga berdampak pada aktivitas ekonomi hingga pertanian warga. Sebelum ada jembatan, akses warga cukup sulit. Untuk menuju ladang atau desa seberang, warga harus turun ke sungai, menyeberang, lalu naik kembali. Belum lagi saat kondisi hujan, warga tak berani melewati sungai karena khawatir terjadi banjir bandang. Akibatnya, warga harus memutar jauh, bahkan melewati wilayah Boyolali.

“Memutar bisa lebih dari tiga kilometer, bahkan harus lewat wilayah Boyolali. Padahal jaraknya hanya sekitar 100 meter dari sini. Kalau akses dari sana (Boyolali) tertutup, warga tidak bisa berbuat apa-apa,” tuturnya.

Kini, dengan adanya jembatan sepanjang 70 meter, lebar 1,3 meter, dan ketinggian sekitar 15 meter tersebut, akses menjadi jauh lebih mudah. Diakuinya, banyak warga Siwal yang memiliki ladang di Desa Mukiran. Begitu pun sebaliknya, banyak warga Mukiran yang beraktivitas di di Siwal. Sehingga, jembatan ini menjadi denyut nadi ekonomi warga sekitar.

Parnu menuturkan, pembangunannya dilakukan secara gotong royong, melibatkan warga, TNI, dan pemerintah hingga akhirnya rampung dan bisa digunakan.

Parnu saat diwawancarai media

BACA JUGA :

SMP Negeri 2 Ungaran memastikan tidak pernah menjual maupun mengadakan seragam bagi peserta didik baru setelah muncul isu dugaan pungutan seragam. Pada Kamis (25/6/2026), pihak sekolah menyatakan seluruh dana titipan dari sekitar 50 wali murid telah diperintahkan untuk dikembalikan, sementara Pemerintah Kabupaten Semarang menegaskan sekolah wajib mematuhi aturan yang melarang pengadaan dan penjualan seragam di lingkungan pendidikan.
Kepala SMPN 2 Ungaran Tegaskan Tak Ada Pengadaan Seragam di Sekolah
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung rencana pengembangan kawasan Rawa Pening di Kabupaten Semarang sebagai destinasi wisata air unggulan setelah muncul minat investasi dari PT Pandawa Sapto Dewi Pesisir, Kamis (25/6/2026). Pengembangan yang mencakup rumah makan apung, vila, dan wahana air itu akan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan fungsi konservasi serta pengelolaan sumber daya air berkelanjutan.
Rawa Pening Dilirik Investor, Siap Jadi Destinasi Wisata Air Andalan Jawa Tengah
Lima mitra pengemudi ojek online dari Jawa Tengah dan DIY memenangkan sepeda motor Yamaha Lexi 155 dalam Program Berkah Ojek Online MyPertamina (BOOM) Periode 1 yang digelar PT Pertamina Patra Niaga. Para pemenang terpilih setelah rutin bertransaksi menggunakan aplikasi MyPertamina dan menukarkan poin menjadi voucher undian. Program apresiasi bagi pengguna Pertamax Series ini berlangsung hingga 31 Oktober 2026 dengan total hadiah 100 unit sepeda motor.
Rutin Pakai MyPertamina, Lima Driver Ojol di Jateng-DIY Bawa Pulang Yamaha Lexi
Pembangunan akses On/Off Ramp Pattimura di Kota Salatiga terus menunjukkan perkembangan dengan progres konstruksi mencapai 13,2 persen hingga Juni 2026. Proyek yang dikerjakan PT Trans Marga Jateng ini ditargetkan mulai beroperasi pada Januari 2027 untuk memperkuat konektivitas dengan Tol Semarang–Solo, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, pendidikan, dan pariwisata di wilayah Salatiga dan sekitarnya.
Akses Tol Pattimura Salatiga Dikebut, Progres Sudah 13,2 Persen dan Ditarget Beroperasi Awal 2027
ASUS Andalkan AI Offline dan Ketahanan Standar Militer untuk Bidik Segmen Eksekutif
ASUS Andalkan AI Offline dan Ketahanan Standar Militer untuk Bidik Segmen Eksekutif
Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang bersama Disdikbudpora meluncurkan program Penyuluh Masuk Sekolah dan Sekolah Pangan Lestari untuk meningkatkan literasi pertanian pelajar serta menarik minat generasi muda menjadi petani. Program yang disiapkan mulai tahun ajaran baru ini hadir sebagai respons atas menurunnya jumlah petani dan dominasi petani berusia di atas 45 tahun yang berpotensi mengancam regenerasi sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah.
Atasi Krisis Regenerasi Petani, Dispertanikap dan Disdikbudpora Kabupaten Semarang Luncurkan Program Penyuluh Masuk Sekolah

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Menuju Era Baru Trans Semarang Hijau, Jalur Khusus, dan Berkeadilan
Menuju Era Baru Trans Semarang: Hijau, Jalur Khusus, dan Berkeadilan
Dieng Caldera Race 2026 yang berlangsung pada 19–21 Juni di kawasan Dieng, Jawa Tengah, menarik ribuan pelari dari berbagai daerah dan mancanegara. Kategori 25K menjadi favorit karena menghadirkan rute baru menuju puncak Gunung Sindoro yang lebih menantang. Peserta harus menghadapi elevasi ekstrem dan suhu dingin pegunungan, namun tetap disuguhi panorama alam khas Dieng yang memukau sepanjang lintasan.
Menembus Dingin 14 Derajat, Ribuan Pelari Serbu Dieng Caldera Race 2026
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging