URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Seorang warga Baran Kauman, Ambarawa, Kabupaten Semarang bernama Tukimah (69) kaget ketika menerima tagihan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) 2025 yang melonjak dari sekitar Rp161 ribu pada 2024 menjadi Rp872 ribu akibat kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah warisan seluas 1.242 meter persegi miliknya dari Rp425 juta menjadi lebih dari Rp1 miliar.

Mbak Google

KABAR RASIKA

BKUD Jelaskan Kenaikan PBB di Ambarawa, Ada Perubahan NJOP

BKUD Jelaskan Kenaikan PBB di Ambarawa, Ada Perubahan NJOP

BKUD Jelaskan Kenaikan PBB di Ambarawa, Ada Perubahan NJOP

Kepala BKUD Kabupaten Semarang Rudibdo. Foto: IST
Kepala BKUD Kabupaten Semarang Rudibdo. Foto: IST
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Tukimah (69), warga Baran Kauman, Ambarawa, Kabupaten Semarang, terkejut saat menerima tagihan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun 2025. Besaran pajaknya melonjak dari sekitar Rp161 ribu pada 2024 menjadi kurang lebih Rp872 ribu tahun ini.

Kenaikan tajam itu terjadi setelah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah seluas 1.242 meter persegi miliknya naik dari Rp425 juta menjadi lebih dari Rp1 miliar. Tanah tersebut merupakan warisan almarhumah ibunya yang di atasnya berdiri tiga rumah, termasuk rumah sekaligus warung kecil yang selama ini menjadi sumber penghasilan Tukimah.

Menanggapi hal ini, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKUD) Kabupaten Semarang, Rudibdo, menjelaskan bahwa penetapan NJOP dilakukan secara selektif. Pihaknya mempertimbangkan harga pasar setempat, data Zona Nilai Tanah (ZNT) dari Badan Pertanahan Nasional (BPN), serta hasil verifikasi lapangan yang disahkan perangkat desa atau kelurahan.

Menurutnya, lokasi tanah Tukimah berada dekat Jalan Raya Ambarawa–Bandungan yang merupakan jalur provinsi dan akses utama menuju kawasan wisata. Aktivitas ekonomi di wilayah tersebut mendorong nilai lahan meningkat signifikan, apalagi penilaian terakhir dilakukan belasan tahun lalu.

“Kami tidak memukul rata. Kenaikan PBB menyesuaikan kondisi pasar dan hasil pemeriksaan di lapangan,” kata Rudibdo.

Rudibdo menegaskan, warga yang keberatan dapat mengajukan keringanan, pengurangan, atau penundaan pembayaran pajak. Mekanismenya diatur dalam Perda Nomor 13 Tahun 2023, Perbup Nomor 87 dan 89 Tahun 2023, serta kebijakan insentif fiskal dari Bupati Semarang.

BKUD mencatat hingga 5 Agustus 2025, capaian PBB di Kabupaten Semarang baru Rp26,7 miliar atau 30,34 persen dari target Rp88,1 miliar. Target tersebut tetap berlaku untuk 2026 mendatang. (win)

BACA JUGA :

Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Daihatsu Ayla dan Mitsubishi L300 Pick Up bertabrakan di Simpang Empat Klampeyan, Noborejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Selasa (25/8/2026) siang. Kecelakaan terjadi saat Ayla hendak menyeberang Jalan Pertapaan Gedono dan bertabrakan dengan L300 yang melaju dari arah Tingkir menuju Kembang. Kedua pengemudi selamat tanpa luka.
Ayla VS L300 Adu Banteng, Pemilik Mobil hanya bisa Geleng - geleng
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon